Belum Sehari Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tembaki Kapal di Dekat Selat Hormuz
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump Ungkap detik-detik kapal AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Teluk Oman (AFP/GIUSEPPE CACACE)
15:12
22 April 2026

Belum Sehari Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tembaki Kapal di Dekat Selat Hormuz

Organisasi Lalu Lintas Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa Iran telah menembaki sebuah kapal kontainer di dekat Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026) pagi.

Insiden ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata yang semula berakhir Rabu, guna memberi waktu bagi Teheran menyusun “proposal terpadu” menjelang kemungkinan perundingan.

Menurut pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran, serangan terhadap kapal kontainer di Selat Hormuz tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian anjungan kapal.

Baca juga: Iran Siap Berunding dengan AS di Pakistan, Asalkan...

Kronologi serangan

Sebagaimana diberitakan CNN, UKMTO menyatakan bahwa tidak ada peringatan yang diberikan oleh Iran sebelum penembakan.

Meski tidak ada korban jiwa, serangan itu menyebabkan kerusakan berat pada anjungan kapal.

Sebaliknya, media Iran Nour News melaporkan bahwa pasukan Iran baru melepaskan tembakan setelah kapal tersebut “mengabaikan peringatan dari angkatan bersenjata Iran”.

Kantor berita semi-resmi Fars bahkan menyebut tindakan itu sebagai upaya Iran “menegakkan kontrolnya secara sah” atas Selat Hormuz.

Serangan dipicu aksi AS sita kapal Iran

Serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat sebelumnya menyita kapal kontainer Iran dan menaiki kapal tanker yang terkait dengan perdagangan minyak Iran di Samudra Hindia.

Trump juga menegaskan bahwa AS akan tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran, yang oleh Teheran disebut sebagai langkah “tidak dapat diterima” dan menjadi salah satu alasan Iran belum bersedia ikut dalam perundingan di Islamabad.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran memperingatkan akan “memberikan pukulan telak di luar imajinasi musuh terhadap aset mereka yang tersisa di kawasan.”

Dampak global

Ilustrasi BBM. Kenaikan Harga BBM Dikhawatirkan Berdampak ke Harga Pangan, Pengamat Ekonom: Seharusnya Tidak, Asalkan ....Freepik/jcomp Ilustrasi BBM. Kenaikan Harga BBM Dikhawatirkan Berdampak ke Harga Pangan, Pengamat Ekonom: Seharusnya Tidak, Asalkan ....

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, Iran telah memperketat lalu lintas di jalur tersebut, memicu lonjakan harga energi global.

Baca juga: Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang atas Permintaan Pakistan

Harga minyak mentah Brent tercatat mendekati 98 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta) per barrel pada perdagangan awal Rabu, naik lebih dari 30 persen sejak konflik dimulai.

Diplomasi terus berjalan

Di sisi lain, diplomasi antara AS dan Iran tetap berjalan dengan Pakistan sebagai mediator.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasinya atas keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata.

“Dengan kepercayaan yang diberikan kepada kami, Pakistan akan melanjutkan upaya sungguh-sungguh untuk mencapai penyelesaian konflik melalui negosiasi,” tulisnya di platform X.

Meski demikian, Iran belum berkomitmen untuk kembali ke meja perundingan. Putaran pertama pembicaraan pada 11-12 April berakhir tanpa kesepakatan, dengan perbedaan tajam terkait program nuklir Iran, jaringan proksi regional, dan status Selat Hormuz.

Di PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan harapannya agar perpanjangan gencatan senjata dapat membuka “ruang krusial bagi diplomasi dan pembangunan kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat”.

Sejak konflik dimulai, korban jiwa terus bertambah. Otoritas Iran mencatat sedikitnya 3.375 orang tewas, sementara lebih dari 2.290 orang meninggal di Lebanon, 23 di Israel, dan belasan lainnya di negara-negara Teluk. Selain itu, 15 tentara Israel dan 13 personel militer AS juga dilaporkan tewas di kawasan.

Baca juga: Perdamaian atau Jebakan? Di Balik Manuver Donald Trump dan Iran

Tag:  #belum #sehari #gencatan #senjata #diperpanjang #iran #tembaki #kapal #dekat #selat #hormuz

KOMENTAR