Dikenal Jenius, Tersangka Penembakan di Acara Trump Ternyata Guru Berprestasi
Cole Tomas Allen (31) merupakan tersangka penembakan di acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026) yang dihadiri Presiden Donald Trump.(Truth Social @realDonaldTrump)
18:42
26 April 2026

Dikenal Jenius, Tersangka Penembakan di Acara Trump Ternyata Guru Berprestasi

 Tersangka dalam insiden penembakan di acara jamuan malam koresponden Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada Sabtu (25/4/2026), disebut merupakan guru yang berprestasi.

Pria tersebut, Cole Tomas Allen (31), bahkan menerima predikat “teacher of the month” pada Desember 2024 di tempat ia mengajar.

Allen diketahui bekerja sebagai pengajar di C2 Education, sebuah perusahaan bimbingan belajar dan persiapan ujian.

Baca juga: Deretan Percobaan Pembunuhan Trump, Terparah Saat Kampanye Pemilu 2024

Profil LinkedIn-nya menggambarkan dirinya sebagai “insinyur mesin dan ilmuwan komputer berdasarkan gelar, pengembang gim independen berdasarkan pengalaman, dan guru secara alami.” Ia telah bekerja sebagai guru paruh waktu sejak 2020.

Kronologi penembakan

Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden AS Donald Trump, dan koresponden senior Gedung Putih CBS News Weijia Jiang menghadiri makan malam Koresponden Gedung Putih di Washington Hilton di Washington, DC, pada 25 April 2026.AFP/MANDEL NGAN Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden AS Donald Trump, dan koresponden senior Gedung Putih CBS News Weijia Jiang menghadiri makan malam Koresponden Gedung Putih di Washington Hilton di Washington, DC, pada 25 April 2026.

Saat insiden penembakan terjadi, menurut laporan The Wall Street Journal, Allen diduga menerobos pos pemeriksaan keamanan sebelum melepaskan tembakan.

Ia disebut membawa senapan, pistol, serta beberapa pisau saat kejadian. Seorang petugas keamanan dilaporkan terluka, namun selamat berkat rompi antipeluru dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Presiden AS Donald Trump, yang turut hadir dalam acara tersebut dan sempat dievakuasi, menyebut pelaku sebagai “serigala tunggal” dan “orang gila.”

“Dia sudah ditahan dan mereka sedang mengajukan banyak pertanyaan kepadanya,” ujar Trump.

Ketika ditanya apakah dirinya menjadi target, Trump menjawab singkat, “Saya kira begitu.”

Namun, menurut sumber yang dikutip CBS News, tersangka mengatakan kepada petugas bahwa ia menargetkan “pejabat pemerintahan,” bukan presiden secara spesifik.

Latar belakang pendidikan Allen

Allen merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech), salah satu kampus paling bergengsi di AS, dengan gelar teknik mesin pada 2017.

Ia juga menyelesaikan studi magister di bidang ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills pada 2025.

Seorang kenalan lamanya, George Daghlian, mengaku terkejut mendengar kabar tersebut.

“Saya sangat terkejut,” ujarnya.

Baca juga: Geger, Candaan Jubir Gedung Putih Sebelum Penembakan di Acara Trump Jadi Kenyataan

Rekan-rekan lain menggambarkannya sebagai sosok cerdas dan pendiam. Dylan Wakayama dari Asian American Civic Trust mengatakan, “Mereka menganggapnya sangat cerdas, mahir dalam biologi, matematika, dan sains.”

“Mereka menganggap dia orang yang baik dan pendiam. Mereka benar-benar terkejut ketika saya memberi tahu mereka tentang kejadian ini.”

Seorang mantan rekan setim voli bahkan menyebutnya sebagai “hampir jenius” dan “sangat stabil.”

“Orang lain harus belajar keras,” katanya. “Dia tidak perlu belajar. Semua seolah datang begitu saja. Dia sangat, sangat pintar.”

Pernah mendukung kandidat Demokrat

Catatan menunjukkan Allen tidak memiliki afiliasi partai resmi, namun ia pernah menyumbang sebesar 25 dollar AS (Rp 431.325) pada 2024 melalui ActBlue dengan catatan “dialokasikan untuk Harris sebagai presiden.”

Pihak berwenang menyatakan, Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak berada dalam radar penegak hukum.

Saat ini, ia menghadapi dua dakwaan, yakni penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Ia dijadwalkan menjalani sidang pada Senin, sementara sebelumnya sempat menjalani evaluasi di rumah sakit.

Motif masih misterius

Hingga kini, motif di balik penembakan belum diungkap. Wali Kota Washington, Muriel Bowser, mengatakan, tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Sementara itu, aparat masih menyelidiki lebih lanjut, termasuk penggeledahan rumah tersangka di kawasan Torrance, California.

Baca juga: Hotel Jamuan Trump Pernah Jadi TKP Upaya Pembunuhan Presiden Ronald Reagan

Tag:  #dikenal #jenius #tersangka #penembakan #acara #trump #ternyata #guru #berprestasi

KOMENTAR