Trump Makin Merasa Superior Usai Selamat dari Penembakan Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membanggakan pencapaiannya setelah lolos dari upaya penembakan di acara jamuan makan malam Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026).(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
13:42
27 April 2026

Trump Makin Merasa Superior Usai Selamat dari Penembakan Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampil di podium Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026) malam, kurang dari satu jam setelah upaya penembakan terhadap dirinya berhasil digagalkan.

Dengan jas tuksedo yang masih rapi, ia memanfaatkan momen tersebut untuk menegaskan narasi tentang kekuatan kepemimpinannya.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa dirinya menjadi target karena dampak besar dari kepemimpinannya.

Baca juga: Kebobolan, Celah di Hotel Hilton Bikin Penembak Nyaris Dekati Trump

“Ketika Anda berdampak, mereka akan mengejar Anda,” kata Trump kepada para jurnalis papan atas di Washington, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, “Ketika Anda tidak berdampak, mereka akan membiarkan Anda.”

Komentar tersebut muncul setelah kepanikan melanda sekitar 2.600 tamu yang hadir, ketika seorang pria bersenjata mencoba menerobos pengamanan di luar ruang acara.

Aparat segera mengevakuasi Trump dan pejabat lainnya, sementara sejumlah tamu dilaporkan menjatuhkan diri ke lantai untuk berlindung.

Trump juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong proyek pembangunan ballroom baru di Gedung Putih.

Ia mengeklaim fasilitas tersebut akan lebih aman dibanding lokasi acara saat ini. “Kita membutuhkan ballroom itu. Itulah mengapa Secret Service, itulah mengapa militer menuntutnya,” ujarnya tanpa memberikan bukti.

Mengubah ancaman jadi modal politik

Calon presiden Amerika Serikat Donald Trump mengepalkan tangannya ke arah massa setelah telinganya terkena tembakan ketika berkampanye di Kota Butler, Negara Bagian Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024).AFP/REBECCA DROKE Calon presiden Amerika Serikat Donald Trump mengepalkan tangannya ke arah massa setelah telinganya terkena tembakan ketika berkampanye di Kota Butler, Negara Bagian Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024).

Insiden ini bukan yang pertama bagi Trump. Sebelumnya, pada Juli 2024, ia terluka di telinga akibat tembakan saat kampanye di Pennsylvania.

 Saat itu, sikapnya yang tetap menantang dengan teriakan “Lawan! Lawan! Lawan!” menjadi simbol kuat dalam kampanyenya.

Upaya lain terjadi pada September 2024, ketika seorang pria bersenjata ditangkap di dekat lapangan golf milik Trump di Florida. Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Tidak ada yang bisa mengubah bahaya menjadi aset politik lebih baik daripada presiden ini.”

Dalam insiden terbaru, pelaku dilaporkan datang dari California, membawa senapan, pistol, dan pisau, serta menyebarkan manifesto yang menunjukkan niat menyerang Trump dan pejabat pemerintah lainnya.

Baca juga: Trump 6 Kali Selamat dari Penembakan, Terbaru Saat Jamuan Makan Malam

Seruan persatuan yang berujung promosi diri

Usai acara dibubarkan, Trump sempat menyampaikan pesan persatuan.

“Mengingat peristiwa malam ini, saya meminta semua warga Amerika untuk kembali berkomitmen dengan hati dan menyelesaikan perbedaan kita secara damai,” ujarnya.

Namun tak lama kemudian, ia kembali menyoroti dirinya sendiri dan pencapaiannya.

“Kami telah mengubah negara ini, dan ada banyak orang yang tidak senang dengan itu,” katanya. Ia bahkan membandingkan dirinya dengan Presiden Abraham Lincoln.

Trump juga menyebut bahwa kebijakan seperti kenaikan tarif impor dan peningkatan anggaran militer membuatnya menjadi target.

Ia kembali menegaskan pentingnya pembangunan ballroom senilai 400 juta dollar AS (sekitar Rp 68 triliun) yang diklaim akan memiliki bunker keamanan, atap tahan drone, dan kaca antipeluru.

Pada Minggu pagi, Trump kembali menulis di media sosial bahwa insiden tersebut tidak akan terjadi jika ballroom baru sudah selesai dibangun.

Ia juga berharap serangan itu dapat mendorong lawan politiknya untuk menyetujui kebijakan keamanan dan pendanaan tambahan bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Lebih jauh, Trump mengaitkan percobaan pembunuhan tersebut dengan apa yang ia sebut sebagai keberhasilan misi pemerintahannya di luar negeri, termasuk terhadap Venezuela dan Iran. Baginya, serangan itu menjadi bukti dampak kebijakannya.

Baca juga: Trump Gunakan Insiden Penembakan untuk Jualan Proyek Ballroom Gedung Putih

Tag:  #trump #makin #merasa #superior #usai #selamat #dari #penembakan #gedung #putih

KOMENTAR