Tentara Israel Jarah Rumah Warga Sipil Lebanon, Komandan Angkat Bicara
Kondisi bangunan dan kendaraan yang hangus terbakar setelah serangan Israel di permukiman Corniche Al Mazraa, Beirut, Lebanon, 8 April 2026. Sekitar pukul 18.00 WIB, serangkaian serangan Israel menghantam tanpa peringatan.(AFP/IBRAHIM AMRO)
15:06
28 April 2026

Tentara Israel Jarah Rumah Warga Sipil Lebanon, Komandan Angkat Bicara

- Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengeluarkan peringatan keras kepada pasukannya terkait maraknya aksi penjarahan. 

Tentara Israel juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan yang tidak pantas

Zamir menegaskan, tindakan tersebut telah melampaui garis merah, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Hizbullah Sebut Perundingan Damai Lebanon-Israel Tak Ada Gunanya

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai perilaku prajurit di lapangan yang dinilai mencoreng citra militer.

Zamir menekankan bahwa disiplin militer harus ditegakkan tanpa kompromi. 

Dia menyatakan bahwa segala bentuk penjarahan adalah tindakan yang memalukan bagi institusi.

"Fenomena penjarahan, jika memang ada, adalah hal yang memalukan dan berisiko mencoreng nama baik IDF (Pasukan Pertahanan Israel) secara keseluruhan. Jika insiden tersebut terjadi, kami akan menyelidikinya," ujar Zamir.

Baca juga: TNI Berduka Lagi, Prajurit Keempat Gugur di Lebanon akibat Serangan Israel

Selain masalah penjarahan, Zamir menyoroti perilaku prajurit di media sosial yang sering kali mengunggah konten kontroversial demi kepentingan pribadi.

"Personel wajib militer dan cadangan IDF tidak boleh menggunakan jejaring sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan kontroversial dan promosi diri. Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar," tegasnya.

Zamir menambahkan, pihak yang melanggar akan menghadapi tindakan disipliner. 

Menurutnya, normalisasi perilaku semacam itu bisa berdampak sama bahayanya dengan ancaman operasional di medan perang.

Baca juga: Israel-Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata 3 Minggu, tapi Konflik Masih Panas

Penjarahan di Lebanon Selatan

Sebelumnya, surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan adanya dugaan penjarahan properti sipil dalam jumlah besar oleh pasukan Israel di Lebanon selatan. 

Laporan tersebut mengutip berbagai kesaksian dari prajurit dan komandan yang bertugas di lapangan.

Tak hanya laporan media, sejumlah bukti visual juga beredar luas di media sosial. 

Cuplikan video menunjukkan tentara Israel saling merekam satu sama lain sambil bersenda gurau saat merusak barang-barang di dalam rumah warga di Lebanon selatan.

Salah satu insiden yang memicu kecaman adalah sebuah gambar yang memperlihatkan seorang tentara menggunakan palu godam untuk menghancurkan patung Yesus. 

Menanggapi kejadian tersebut, militer Israel pekan lalu mengonfirmasi bahwa dua tentara telah dijatuhi hukuman tahanan militer selama 30 hari dan dicopot dari tugas tempur.

Baca juga: Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang, AS Sebut Akan Bantu Lebanon Hadapi Hizbullah

Hukuman militer

Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).AFP/IBRAHIM AMRO Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).

Dalam pernyataan terpisah kepada AFP, pihak militer Israel menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pengrusakan properti sipil.

"Kami memandang setiap kerusakan pada properti sipil, serta tindakan penjarahan, dengan tingkat keseriusan yang paling tinggi dan melarang keras perilaku tersebut," tulis pernyataan militer Israel.

Pihak militer menyatakan bahwa setiap tuduhan akan diperiksa secara menyeluruh. 

Jika terbukti benar, tindakan disipliner dan hukum, termasuk penuntutan pidana, akan segera diambil.

Baca juga: AS Bakal Pimpin Negosiasi Damai Israel-Lebanon, Digelar Pekan Ini

Sebagai langkah antisipasi, polisi militer juga telah melakukan pemeriksaan di pintu perlintasan perbatasan utara saat pasukan keluar dari area operasi. 

Meski demikian, belum diumumkan apakah ditemukan bukti barang jarahan dalam inspeksi tersebut.

Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia Israel, Breaking the Silence, menyebutkan bahwa perilaku seperti penjarahan telah menjadi fenomena yang sering ditemui sejak invasi darat ke Gaza yang dimulai 2023.

Baca juga: Lebanon Ungkap Tujuan Negosiasi dengan Israel, Tuntut 3 Hal

Tag:  #tentara #israel #jarah #rumah #warga #sipil #lebanon #komandan #angkat #bicara

KOMENTAR