Gagal Dibendung, Trump Punya Lampu Hijau untuk Aksi Militer di Kuba
- Senat Amerika Serikat (AS) memblokade resolusi untuk membatasi wewenang Presiden AS Donald Trump dalam melakukan aksi militer terhadap Kuba tanpa persetujuan Kongres.
Senat, yang dikuasai Partai Republik, memblokade resolusi yang diajukan Partai Demokrat tersebut dalam pemungutan suara.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026), Senat menolak resolusi tersebut dengan hasil 51 berbanding 47 suara.
Baca juga: Setelah Iran, Kuba Jadi Target Trump Selanjutnya
Dengan diblodakadenya resolusi tersebut, Trump punya semacam "lampu hijau" untuk melakukan aksi militer di Kuba tanpa persetujuan Kongres AS.
Keputusan ini diambil hampir sepenuhnya berdasarkan garis kekuatan partai, di mana kubu Republik berargumen bahwa saat ini tidak ada permusuhan aktif antara AS dan Kuba.
Senator Republik dari Florida Rick Scott, yang mengajukan poin prosedural untuk menghentikan resolusi tersebut, menilai bahwa pemungutan suara mengenai kekuasaan perang tidaklah tepat.
Menurutnya, hal itu dikarenakan Trump belum mengerahkan pasukan ke negara tersebut, sebagaimana dilansir Reuters.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Senator Demokrat asal Virginia, Tim Kaine.
Kaine berpendapat bahwa upaya AS untuk menghentikan pengiriman bahan bakar ke pulau yang dikuasai komunis itu sebenarnya sudah merupakan bentuk aksi militer.
"Jika ada pihak yang melakukan hal serupa terhadap AS seperti apa yang kita lakukan terhadap Kuba, kita pasti akan menganggapnya sebagai tindakan perang," ujar Kaine dalam pidatonya di Senat sebelum pemungutan suara dilakukan.
Baca juga: Sedang Krisis, Kuba Bersiap Hadapi Serangan AS, tapi Tak Tutup Pintu Dialog
Operasi militer Trump
Sejauh ini, di bawah pemerintahan Trump, pasukan AS tercatat telah melancarkan sejumlah operasi tanpa persetujuan dari Kongres.
Operasi tersebut meliputi serangan terhadap kapal-kapal di lepas pantai Venezuela, upaya penangkapan Presiden Nicolas Maduro di Caracas, serta keterlibatan dalam perang melawan Iran bersama Israel sejak 28 Februari lalu.
Terkait Kuba, Trump sempat memberikan pernyataan singkat bahwa Havana adalah yang berikutnya.
Meski tidak merinci rencana spesifiknya terhadap negara kepulauan tersebut, dia kerap menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Kuba saat ini sedang berada di ambang keruntuhan.
Baca juga: Krisis Energi Parah Sampai Blackout, Kuba Tetap Ogah Gadai Kedaulatan ke AS
Perdebatan konstitusional
Kegagalan resolusi ini menambah daftar panjang upaya Partai Demokrat di Senat maupun DPR yang selalu kandas dalam memaksa Trump mendapatkan izin Kongres untuk operasi militer.
Partai Republik, yang memegang mayoritas tipis di parlemen, hampir seluruhnya menolak resolusi semacam itu.
Mereka balik menuduh Partai Demokrat menggunakan undang-undang kekuasaan perang hanya sebagai alat untuk mencoba melemahkan posisi Trump.
Secara hukum, Konstitusi AS memang menyatakan bahwa Kongres yang memiliki wewenang untuk mendeklarasikan perang.
Akan tetapi, pembatasan tersebut sering kali tidak berlaku untuk operasi militer jangka pendek dan tindakan untuk menangkal ancaman mendesak.
Pihak Gedung Putih sendiri menegaskan bahwa segala tindakan yang diambil oleh Trump berada dalam koridor hak dan kewajibannya sebagai panglima tertinggi untuk melindungi AS.
Baca juga: Presiden Kuba Bersumpah Lawan Trump jika Ambil Alih Negaranya
Tag: #gagal #dibendung #trump #punya #lampu #hijau #untuk #aksi #militer #kuba