Kim Jong Un Perintahkan Pasukan Korut di Ukraina Bunuh Diri daripada Ditangkap
- Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un secara terbuka mengonfirmasi bahwa pasukannya yang berperang di Ukraina diperintahkan untuk mengakhiri hidup daripada harus menyerah atau ditangkap oleh musuh.
Melansir laporan Bloomberg, Kim memberikan pujian kepada para prajurit yang memilih melakukan aksi "meledakkan diri".
Hal tersebut disampaikan Kim dalam sebuah acara peringatan bagi tentara Korea Utara yang gugur di medan perang.
Baca juga: Bermusuhan Puluhan Tahun, Kim Jong Un Mendadak Puji Korsel Imbas Aksi Presiden
Dalam pidatonya di Pyongyang, Kim menyebut mereka sebagai pahlawan yang membela kehormatan negara, sebagaimana dilansir Kyiv Post, Rabu (29/4/2026)
Pernyataan Kim ini sekaligus memperkuat laporan yang telah lama beredar dari pihak Ukraina, Korea Selatan, dan pejabat Barat.
Sebelumnya, hasil informasi intelijen melaporkan bahwa pasukan Pyongyang di Rusia mendapatkan instruksi ketat untuk menghindari penangkapan dengan segala cara, termasuk melalui tindakan bunuh diri.
Sebagai bentuk penghormatan bagi para tentara yang tewas, Korea Utara meresmikan sebuah monumen peringatan baru di Pyongyang pada 26 April.
Baca juga: Presiden Korsel Ungkap Penyesalan ke Korut, Tuai Respons Adik Kim Jong Un
Berdasarkan laporan Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), situs tersebut memuat sekitar 280 makam prajurit.
Namun, angka tersebut jauh di bawah estimasi intelijen Korea Selatan.
Seoul memperkirakan sekitar 2.000 tentara Korea Utara tewas dalam operasi militer untuk memukul mundur pasukan Ukraina dari wilayah Kursk, Rusia.
Sejauh ini, baik Pyongyang maupun Moskwa belum merilis angka resmi mengenai jumlah total korban jiwa dalam konflik tersebut.
Baca juga: Lawan Dominasi Barat, Kim Jong Un dan Lukashenko Teken Perjanjian Persahabatan
Pengerahan masif
Keterlibatan militer Korea Utara di Ukraina mencatat pengerahan pasukan yang masif.
Antara akhir 2024 hingga Juni 2025, diperkirakan terdapat 14.000 hingga 15.000 tentara Korea Utara yang dikirim ke Rusia.
Meskipun pada awalnya kedua negara membantah keberadaan tentara tersebut, mereka akhirnya mengakui kehadiran pasukan Pyongyang di medan tempur pada April 2025.
Kim pun menggambarkan kerja sama militer ini sebagai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara.
"Sebuah sejarah baru persahabatan antara Korea dan Rusia yang ditulis dengan darah," ujar Kim saat meresmikan monumen peringatan tersebut.
Baca juga: Iran Diserang, Kim Jong Un Ambil Pelajaran soal Nuklir
Presiden Rusia Vladimir Putin turut memberikan tanggapan melalui suratnya.
Dia menyatakan bahwa situs peringatan tersebut merupakan simbol persatuan yang kuat antara Rusia dan Korea Utara.
Sebagai imbalan atas pengiriman ribuan personel militer tersebut, Pyongyang diyakini menerima kompensasi berupa uang tunai, pasokan pangan, serta bantuan teknis dari Rusia.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa hingga Februari, ribuan tentara Korea Utara masih terpantau berada di wilayah Rusia.
Meski jumlah pasukan yang dikirim sangat besar, Ukraina sejauh ini baru menangkap dua tentara Korea Utara dalam keadaan hidup, yang saat ini masih dalam penahanan pihak Kyiv.
Baca juga: Kim Jong Un Kukuhkan Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Tag: #jong #perintahkan #pasukan #korut #ukraina #bunuh #diri #daripada #ditangkap