20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap
Misteri panjang mengenai sosok perempuan yang ditemukan tewas di dalam penampung air hujan akhirnya terpecahkan setelah dua dekade berlalu.
Otoritas Prancis secara resmi mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Hakima Boukerouis yang diperkirakan berusia 35 hingga 47 tahun.
Dikutip dari Skynews, keberhasilan ini merupakan terobosan perdana dari inisiatif global Interpol yang bertujuan memberikan nama bagi jenazah tanpa identitas.
Ilustrasi pembunuhan (unsplash)Langkah maju ini sekaligus mematahkan kebuntuan penyelidikan yang telah membeku sejak penemuan tragis pada awal tahun 2005.
Melalui metode pencarian DNA kekeluargaan, tim investigasi berhasil menghubungkan data biologis korban dengan kerabatnya yang masih hidup.
Interpol melalui unit investigasi kriminal Gendarmerie di Metz juga telah mengamankan seorang tersangka yang diduga kuat terlibat.
Penangkapan ini menandai momen bersejarah karena menjadi kasus pertama yang berhasil membuahkan hasil hukum dari kampanye Identify Me.
Ilustrasi Pembunuhan (freepik)Sekretaris Jenderal Interpol, Valdecy Urquiza, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menggali kembali kasus-kasus lama yang belum tuntas.
"Kemajuan seperti ini juga menunjukkan dampak nyata dari pemanfaatan penuh alat identifikasi yang tersedia," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Beliau juga menambahkan komitmen organisasi internasional tersebut untuk terus membantu negara-negara anggota dalam proses identifikasi jenazah.
"Interpol tetap berkomitmen untuk mendukung negara-negara anggotanya dalam mengidentifikasi orang meninggal yang tidak dikenal dan memperkuat investigasi melalui kerja sama yang berkelanjutan," tambah Urquiza.
Awal mula kasus ini bermula ketika jasad Hakima ditemukan secara tidak sengaja oleh warga di pinggir jalan desa Saint-Quirin.
Tepat pada 7 Januari 2005, tubuh korban ditemukan tersembunyi di dalam sebuah tong air hujan merek Harcostar yang berbentuk barel.
Kondisi jenazah saat itu terbungkus rapat dalam kantong sampah hitam yang diikat kuat menggunakan tali-tali pengaman.
Saksi mata sempat melihat tong yang sama mengapung di Sungai Red Saar pada pertengahan Oktober 2004 sebelum berpindah lokasi.
Pada masa awal penyelidikan, para detektif sempat menduga bahwa perempuan tersebut berasal dari kawasan Eropa Timur atau Rusia.
Dugaan itu muncul berdasarkan pengamatan fisik awal yang dilakukan oleh tim forensik Prancis di lokasi kejadian perkara.
Namun, fokus penyelidikan kemudian beralih pada detail medis yang sangat spesifik yakni sebuah mahkota gigi tipe Richmond.
Mahkota gigi tersebut merupakan kategori perawatan mahal pada masa itu dan diperkirakan dipasang di fasilitas medis Jerman.
Detail mahkota gigi mewah inilah yang membuat korban sempat dijuluki sebagai "wanita dengan mahkota gigi Richmond" oleh tim pencari.
Kini, spekulasi mengenai kewarganegaraan dan asal-usul korban telah berakhir seiring keluarnya hasil tes DNA yang valid dan akurat.
Penyelidik memastikan bahwa kematian Hakima Boukerouis kemungkinan besar terjadi antara bulan September hingga Oktober pada tahun 2004.
"Kemajuan seperti ini menunjukkan betapa pentingnya untuk terus menyelidiki kasus-kasus lama yang belum terpecahkan," kata Valdecy Urquiza menekankan signifikansi kasus ini.
Penangkapan tersangka yang dilakukan baru-baru ini diharapkan mampu mengungkap motif di balik tindakan keji yang menimpa Hakima.
Pihak kepolisian Metz kini sedang mendalami keterkaitan tersangka dengan aktivitas korban sesaat sebelum dilaporkan menghilang atau meninggal dunia.
Kasus Hakima Boukerouis bermula pada Januari 2005 di Saint-Quirin, Prancis, saat jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam tong plastik.
Selama bertahun-tahun, identitasnya tidak diketahui dan hanya dikenali lewat mahkota gigi Richmond yang mahal, hingga Interpol memasukkannya dalam kampanye "Identify Me".
Kampanye ini bertujuan mengidentifikasi puluhan jenazah perempuan di Eropa melalui bantuan publik dan teknologi forensik terbaru.
Setelah 20 tahun, penggunaan DNA kekeluargaan akhirnya berhasil mengungkap nama aslinya dan berujung pada penangkapan tersangka pertama dalam sejarah kampanye tersebut.
Tag: #tahun #tewas #misterius #pembunuh #sadis #mayat #perempuan #prancis #dalam #tong #ditangkap