Iran Kirim Proposal Baru ke AS via Pakistan, Aktifkan Pertahanan Udara
- Iran baru saja mengirimkan proposal terbaru untuk negosasi dengan Amerika Serikat (AS), melalui mediator Pakistan pada Jumat (1/5/2026).
Laporan kantor berita negara IRNA menyebutkan, langkah ini dapat membuka peluang baru untuk mengatasi kebuntuan perundingan, tetapi tidak mengungkap isi proposalnya.
Sementara itu Reuters melaporkan, Iran turut mengaktifkan pertahanan udaranya untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu AS-Israel menyerang lagi.
Baca juga: AS Tiba-tiba Sebut Perang Iran Sudah Berakhir
Harga minyak dunia langsung turun setelah laporan proposal terbaru Iran muncul, usai melonjak tajam sejak Teheran memblokade Selat Hormuz.
Blokade jalur laut vital tersebut menekan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Pada saat bersamaan, Angkatan Laut AS memblokade ekspor minyak mentah Iran.
Kondisi ini mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi perlambatan ekonomi.
Meski demikian, belum diketahui apakah proposal terbaru Iran sudah diteruskan kepada Washington.
Adapun gencatan senjata AS-Iran saat ini masih berlaku sejak 8 April.
Walau begitu, dua sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters dengan syarat anonim, Teheran telah mengaktifkan pertahanan udara dan menyiapkan respons luas jika diserang.
Baca juga: Drone Pengintai Masuk Teheran, Iran Aktifkan Pertahanan Udara
Halaman depan koran Jam Jam di Teheran, Iran, menampilkan gambar kartun Presiden Amerika Serikat Donald Trump tenggelam di Selat Hormuz, dengan judul Jurang Laut pada 13 April 2026.Iran memperkirakan adanya serangan singkat dan intensif dari AS, yang dapat diikuti serangan Israel.
Sementara itu, Washington belum menyampaikan langkah berikutnya terkait kebuntuan negosiasi.
Trump pada Selasa (28/4/2026) mengatakan, ia tidak senang dengan proposal Iran sebelumnya.
Pakistan juga belum menetapkan tanggal pembicaraan baru untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang ini, terutama di Iran dan Lebanon.
Baca juga: Iran Kewalahan Hadapi Blokade AS, Strategi Lama Tak Lagi Efektif
Iran tidak berharap banyak
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Kamis (30/4/2026) memperingatkan, publik jangan berharap hasil cepat dari pembicaraan ini.
Sementara itu, pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan, setiap serangan baru AS terhadap Iran, meski hanya di titik-titik tertentu, akan memicu respons panjang dan menyakitkan terhadap pos-pos regional AS.
Komandan Angkatan Udara Iran Majid Mousavi juga menyampaikan peringatan keras kepada Washington.
"Kami sudah melihat apa yang terjadi pada pangkalan regional Anda, kami akan melihat hal yang sama terjadi pada kapal perang Anda," kata Mousavi, seperti dikutip media-media Iran.
Baca juga: Siaga Satu, Iran Bersumpah Balas Setiap Serangan AS
Tag: #iran #kirim #proposal #baru #pakistan #aktifkan #pertahanan #udara