Trump Tak Puas dengan Proposal Baru Iran, Kembali Tebar Ancaman
Presiden AS. Trump Akui Ingin Mengambil Minyak Iran, Akankah Bernasib Seperti Venezuela?(AFP/JIM WATSON)
07:18
2 Mei 2026

Trump Tak Puas dengan Proposal Baru Iran, Kembali Tebar Ancaman

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran.

Dia pun kembali mengancam akan menghancurkan Iran  jika mereka gagal mencapai kesepakatan.

"Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari AFP, Sabtu (2/5/2026).

"Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui," sambungnya.

Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal-hal yang disetujuinya.

Baca juga: AS Tarik Kapal Induk Terbesar Dunia dari Perang Iran, Pulang Usai 300 Hari

Masih ada perselisihan besar di tubuh Iran

Trump mengatakan, Iran telah membuat kemajuan dalam negosiasi, tetapi masih ada perselisihan besar dalam tubuh kepemimpinan Teheran.

"Saya tidak yakin apakah mereka akan pernah mencapai kesepakatan," ujarnya.

Trump ditanya apa yang akan dia lakukan jika tidak ada kesepakatan, tetapi menolak untuk mengatakan apakah dia akan melancarkan serangan lebih lanjut.

Baca juga: Pakar UI Sebut Rakyat AS Jenuh Perang Iran, Trump Dapat Tekanan

"Apakah kita ingin langsung menghancurkan mereka dan mengakhiri mereka selamanya atau kita ingin mencoba membuat kesepakatan? Maksud saya, itulah pilihannya," jelas dia.

Trump menambahkan, dia lebih memilih untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran tetapi tak punya pilihan lain. 

"Apakah kita ingin masuk ke sana secara besar-besaran dan menghancurkan mereka begitu saja atau kita ingin melakukan sesuatu?" tuturnya.

Baca juga: Iran Kirim Proposal Baru ke AS via Pakistan, Aktifkan Pertahanan Udara

Kembali klaim kemenangan besar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania saat menghadiri malam pembukaan Chicago di Kennedy Center, Washington DC, 31 Maret 2026.AFP/KEN CEDENO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania saat menghadiri malam pembukaan Chicago di Kennedy Center, Washington DC, 31 Maret 2026.

Tentang batas waktu perang 60 hari yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kekuatan Perang untuk mendapatkan persetujuan kongres, dia mengeklaim anggapan bahwa membutuhkan persetujuan adalah sama sekali tidak konstitusional.

"Selain itu, kita telah melakukan gencatan senjata sehingga memberi Anda waktu tambahan, tetapi tidak ada negara lain yang melakukannya," katanya. 

"Kita sedang berada di tengah kemenangan besar. Ini adalah kemenangan yang belum pernah kita raih sejak Venezuela," lanjutnya.

Baca juga: AS Tiba-tiba Sebut Perang Iran Sudah Berakhir

Pernyataan presiden tersebut disampaikan setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menyerahkan teks proposal pembicaraan kepada mediator Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam.

Perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel dengan pada 28 Februari telah terhenti sejak 8 April dengan gencatan senjata. 

Namun, hanya satu putaran pembicaraan yang telah berlangsung dan berakhir kegagalan.

Sementara itu, Iran terus mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz, memutus pasokan minyak, gas, dan pupuk dalam jumlah besar dari perekonomian dunia, sementara AS memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Tag:  #trump #puas #dengan #proposal #baru #iran #kembali #tebar #ancaman

KOMENTAR