Militer Iran Sebut AS Kemungkinan Besar Akan Menyerang Lagi
Tentara Iran berdiri di depan potret Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam kampanye untuk menggalang solidaritas dan dukungan untuknya, di Teheran pada 29 April 2026.(AFP)
16:24
2 Mei 2026

Militer Iran Sebut AS Kemungkinan Besar Akan Menyerang Lagi

- Perwira militer senior Iran pada Sabtu (2/5/2026) mengatakan, serangan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan terjadi lagi.

Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kedua pihak saling melempar pernyataan keras, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian.

Pernyataan militer itu keluar hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengaku tidak puas terhadap proposal negosiasi terbaru dari Teheran.

Baca juga: Trump Tak Puas dengan Proposal Baru Iran, Kembali Tebar Ancaman

Iran sebelumnya menyerahkan draf proposal tersebut kepada mediator Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam, tetapi media pemerintah tidak mengungkap isi dari usulan yang diajukan.

Adapun perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Konflik itu kemudian terhenti sejak 8 April setelah diberlakukannya gencatan senjata.

Upaya damai sempat dilakukan melalui satu putaran pembicaraan di Pakistan, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.

Baca juga: AS Tolak Proposal Iran, Rencanakan Serangan Dahsyat ke Teheran

Trump kritik proposal Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026.AFP/KENT NISHIMURA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menirukan gerakan menembakkan senjata saat berbicara tentang perang Iran, di Ruang Konferensi Pers James S Brady, Gedung Putih, Washington DC, 6 April 2026.Donald Trump secara terbuka mengkritik isi proposal Iran saat berbicara kepada wartawan.

“Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” kata Trump, dikutip dari AFP.

Ia mengeklaim kebuntuan negosiasi dipicu oleh “perselisihan luar biasa” di dalam kepemimpinan Iran.

Trump juga menyinggung opsi militer dalam menghadapi situasi tersebut.

“Apakah kita ingin langsung menghancurkan mereka dan mengakhiri mereka selamanya, atau apakah kita ingin mencoba dan membuat kesepakatan?” ujarnya.

Presiden ke-45 dan 47 AS itu menambahkan, dirinya sebenarnya tidak suka memilih opsi penghancuran atas dasar kemanusiaan.

Baca juga: Proposal Baru Iran: Tawarkan Buka Selat Hormuz, Syaratkan AS Cabut Blokade

Dari pihak Iran, pernyataan tegas disampaikan oleh tokoh senior di komando pusat militer, Mohammad Jafar Asadi. Dia menilai konflik baru hampir tidak terhindarkan.

“Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi,” kata Asadi seperti dikutip kantor berita Fars, seraya meragukan komitmen Amerika dalam setiap kesepakatan.

“Bukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,” lanjutnya.

Sikap Iran terhadap negosiasi juga ditegaskan oleh Kepala Peradilan Gholamhossein Mohseni Ejei, yang menyebut negaranya tidak menepis dialog, tetapi menolak tekanan dalam proses tersebut.

Utusan khusus Amerika Serikat untuk perang Rusia-Ukraina, Steve Witkoff (kanan), dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri), bersama utusan perekonomian Kremlin Kirill Dmitriev (belakang), menjelang pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, 2 Desember 2025.SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP Utusan khusus Amerika Serikat untuk perang Rusia-Ukraina, Steve Witkoff (kanan), dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri), bersama utusan perekonomian Kremlin Kirill Dmitriev (belakang), menjelang pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, 2 Desember 2025.Di sisi lain, Gedung Putih belum mengungkap rincian proposal terbaru Iran.

Laporan dari Axios menyebut utusan AS Steve Witkoff mengajukan amendemen baru dalam pembahasan tersebut, yang memasukkan kembali isu program nuklir Iran ke dalam meja perundingan.

Salah satu tuntutan yang diajukan mencakup larangan bagi Iran untuk memindahkan uranium yang diperkaya dari lokasi pengeboman sebelumnya.

Teheran juga diminta tidak melanjutkan aktivitas di lokasi tersebut selama proses negosiasi berlangsung.

Baca juga: AS Kirim Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Perang, Ini Isinya

Tag:  #militer #iran #sebut #kemungkinan #besar #akan #menyerang #lagi

KOMENTAR