Jerman Coba Redakan Tensi Trump-Merz, Ajak Bahas Penarikan 5.000 Tentara
Kanselir Jerman Friedrich Merz (kanan) saat berbicara dengan salah satu tentara dalam kunjungan ke barak militer di Munster, Jerman utara, 30 April 2026.(AFP/DANIEL REINHARDT)
20:36
4 Mei 2026

Jerman Coba Redakan Tensi Trump-Merz, Ajak Bahas Penarikan 5.000 Tentara

- Jerman terus berupaya menurunkan tensi ketegangan antara Kanselir Friedrich Merz dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Terbaru, Menteri Pertahanan Jerman Johann Wadephul pada Senin (4/5/2026) mengatakan, pemerintah ingin menjalin dialog erat dengan AS terkait penarikan 5.000 tentara Amerika.

Wadephul menegaskan, komunikasi antara kedua negara penting dilakukan untuk memastikan kejelasan langkah Trump.

Baca juga: Resmi, AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Perseteruan Memuncak?

"Kita perlu berdialog erat dengan Amerika Serikat untuk mengklarifikasi keputusan apa yang sebenarnya telah diambil, dan kemungkinan apa yang kita miliki untuk memberikan dampak," ujar Wadephul dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis, dikutip dari AFP.

Penguatan kemandirian militer

Rencana penarikan pasukan ini dipandang Berlin sebagai momentum bagi Eropa, khususnya Jerman, untuk memperkuat kedaulatan pertahanannya sendiri.

Wadephul menilai langkah AS tersebut harus menjadi pengingat bagi negaranya.

"Kita harus melihat ini sebagai seruan baru untuk mengembangkan kemampuan kita sendiri lebih cepat dan melaksanakannya," tambah Wadephul.

Menurutnya, dalam situasi saat ini, Jerman tidak memiliki pilihan lain.

"Konteks keseluruhan menunjukkan kepada saya bahwa kita tidak boleh melebih-lebihkan langkah-langkah tertentu," katanya.

Baca juga: Reaksi Jerman Setelah AS Tarik 5.000 Tentaranya dari Berlin

Ketegangan Trump dan Merz

Kanselir Jerman Friedrich Merz.AFP/JOHN MACDOUGALL Kanselir Jerman Friedrich Merz.Langkah Pentagon untuk menarik 5.000 tentara dari pangkalan di Jerman telah diumumkan.

Namun, Trump pada Sabtu (2/5/2026) memperingatkan adanya pengurangan lebih lanjut di luar angka tersebut.

Kondisi ini memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara yang belakangan sedang merenggang.

Sebelumnya, Merz melontarkan kritik tajam dengan menyebut Washington tidak memiliki strategi jelas di Iran, serta menilai Teheran telah mempermalukan posisi AS sebagai kekuatan dunia.

Baca juga: Kanselir Jerman Akhirnya Buka Suara Usai AS Putuskan Tarik 5.000 Tentara

Wadephul dan sejumlah pejabat Jerman lainnya terus berupaya meredakan ketegangan antara Trump dan Merz.

Di sisi lain, isu pertahanan ini juga dibarengi ketidakpastian rencana penempatan rudal jelajah jarak menengah Tomahawk di Jerman yang, menurut Merz pada Minggu (3/5/2026), tak lagi menjadi pertimbangan untuk saat ini.

Selain isu militer, Trump juga menyasar Jerman lewat sektor ekonomi. Ia mengancam akan menaikkan tarif impor kendaraan dari Uni Eropa ke "Negeri Paman Sam" menjadi 25 persen pada pekan depan.

Trump menuduh Uni Eropa tidak mematuhi perjanjian perdagangan yang disepakati musim panas lalu.

Meski demikian, proses ratifikasi perjanjian tersebut sebenarnya masih berjalan di internal blok 27 negara itu.

Terkait ancaman tarif kendaraan ini, Wadephul memilih untuk tidak memberikan komentar langsung.

Baca juga: Tanggapi Santai Penarikan 5.000 Tentara AS, Jerman: Agak Dilebih-lebihkan

Tag:  #jerman #coba #redakan #tensi #trump #merz #ajak #bahas #penarikan #5000 #tentara

KOMENTAR