AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Bantah
Warga Iran memandangi kapal-kapal di Selat Hormuz, dari Pantai Suru di Bandar Abbas, 24 April 2026.(ISNA/RAZIEH POUDAT via AFP)
10:06
5 Mei 2026

AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Bantah

- Militer Amerika Serikat (AS) mengeklaim telah menenggelamkan enam kapal kecil milik Iran di Selat Hormuz, Senin (4/5/2026).

Selain menghancurkan kapal, pasukan Amerika juga menembak jatuh sejumlah rudal dan drone yang diarahkan ke kapal Angkatan Laut AS serta kapal komersial.

Namun, Iran langsung membantah enam kapalnya hancur di jalur perairan strategis tersebut.

Baca juga: AS Tuduh China Danai Iran, Minta Beijing Bantu Buka Selat Hormuz

Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, serangan itu melibatkan helikopter Apache dan Seahawk.

"Helikopter kami menghantam enam kapal kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial," ujar Cooper kepada awak media, dikutip dari AFP.

Di sisi lain, Teheran membantah klaim Washington. Stasiun televisi Pemerintah Iran mengutip pejabat militer senior menyatakan, informasi tersebut tidak berdasar.

"Klaim AS bahwa mereka menenggelamkan sejumlah kapal perang Iran adalah salah," ujar pejabat itu.

Baca juga: Gencatan Senjata Iran-AS di Ambang Keruntuhan, Saling Serang di Selat Hormuz

Misi AS kawal kapal Selat Hormuz

Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.Insiden ini terjadi di tengah misi pasukan AS untuk mengawal kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz.

Upaya yang diberi nama "Proyek Kebebasan" (Project Freedom) ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5/2026), untuk dimulai keesokan harinya.

Cooper menjelaskan, pasukan AS menangkal seluruh ancaman udara yang masuk selama operasi berlangsung.

"Kami secara efektif menghadapi semua rudal dan drone yang ditembakkan ke arah kami dan kapal-kapal komersial. Kami membela diri kami sendiri dan, sesuai dengan komitmen kami, kami melindungi semua kapal komersial," tegasnya.

Menurut Cooper, beberapa rudal jelajah memang diluncurkan ke arah kapal Angkatan Laut AS, tetapi mayoritas justru menargetkan kapal-kapal dagang.

Sementara itu, Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, memberikan detail tambahan.

Ia menyebut ada tujuh kapal Iran yang terkena serangan, seraya mengeklaim situasi di Selat Hormuz relatif terkendali.

"Saat ini, belum ada kerusakan yang terjadi di Selat Hormuz selain kapal Korea Selatan yang terkena serangan," tulis Trump, tanpa merinci lebih lanjut kondisi kapal Korsel itu.

Baca juga: Kapal Perang AS Masuki Teluk Usai Kawal Selat Hormuz, Iran Tembakkan Peringatan

Payung pertahanan di jalur vital

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine saat memperlihatkan peta Selat Hormuz dalam konferensi pers di Pentagon, Washington DC, 16 April 2026.AFP/SAUL LOEB Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine saat memperlihatkan peta Selat Hormuz dalam konferensi pers di Pentagon, Washington DC, 16 April 2026.Perang AS-Israel dan Iran pecah sejak 28 Februari 2026. Dampaknya, Teheran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital ekspor minyak dan gas dunia. Sebagai respons, AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam operasionalnya, Centcom mengerahkan dua kapal perusak dengan rudal berpemandu untuk melewati selat menuju Teluk, sebagai bagian dari "Proyek Kebebasan".

Pada saat bersamaan, dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintas dengan aman di Selat Hormuz.

Cooper menjelaskan, pihaknya tidak melakukan pengawalan langsung secara fisik di samping kapal, melainkan menggunakan sistem pertahanan berlapis.

"Kami memiliki beberapa lapisan yang mencakup kapal, helikopter, pesawat terbang, peringatan dini udara, hingga peperangan elektronik. Ini paket pertahanan yang jauh lebih luas daripada sekadar pengawalan biasa," jelas Cooper.

Ia menambahkan, teknologi canggih juga digunakan dalam beberapa minggu terakhir untuk mengamankan jalur tersebut.

"Hal terpenting dalam jangka pendek adalah mengeluarkan kapal-kapal (yang terjebak)," pungkasnya.

Berdasarkan data perusahaan intelijen maritim AXSMarine per 29 April, terdapat lebih dari 900 kapal komersial yang berada di kawasan Teluk dan bergantung pada akses Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Klaim 2 Rudal Hantam Kapal Perang AS, Paksa Putar Balik dari Selat Hormuz

Tag:  #klaim #tenggelamkan #kapal #iran #selat #hormuz #teheran #bantah

KOMENTAR