Pesawat Tanker KC-135 AS Nyalakan Sinyal Bahaya, Sempat Hilang dari Radar
Boeing KC-135 Stratotanker.(Aircraft)
13:54
6 Mei 2026

Pesawat Tanker KC-135 AS Nyalakan Sinyal Bahaya, Sempat Hilang dari Radar

- Sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan keadaan darurat saat terbang di dekat Qatar pada Selasa (6/5/2026), menurut data pelacakan penerbangan.

Insiden ini terjadi dalam upaya AS dan Iran untuk mempertahankan gencatan senjata, di tengah serangan-serangan baru dan usaha untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Meningkatnya aktivitas militer di kawasan tersebut telah membuat pasukan AS, kapal-kapal komersial, dan sekutu-sekutu regional waspada, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan dapat semakin memanas.

Baca juga: Pesawat United Airlines Tabrak Tiang lampu dan Truk Saat Mendarat


KC-135 Stratotanker adalah pesawat pengisian bahan bakar udara Angkatan Udara AS yang telah menjadi tulang punggung armada tanker Amerika sejak Perang Dingin.

Dilansir Newsweek, Selasa, KC-135 Stratotanker dikembangkan oleh Boeing pada tahun 1950-an dan berasal dari prototipe 367-80 perusahaan tersebut.

Pesawat ini mulai beroperasi pada tahun 1957 dan dirancang untuk memperluas jangkauan pesawat pembom dan pesawat tempur AS dengan mengisi bahan bakar mereka di udara.

Baca juga: Belajar dari Perang Iran, Israel Beli Pesawat Tempur Baru dari AS

Pesawat sempat hilang dari radar

Dari laporan data pelacakan penerbangan yang dikutip media Iran, Fars, sebuah pesawat KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS mengirimkan sinyal bahaya umum "7700" di atas Teluk Persia sebelum menghilang dari layar pelacakan di atas Qatar.

Pesawat tersebut, yang sering dijuluki sebagai “pom bensin terbang,” dilaporkan telah lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab.

Tujuan akhirnya tidak diungkapkan kepada publik, dan militer AS belum mengatakan apakah pesawat tanker itu sedang dalam perjalanan ke pangkalan tertentu atau melakukan misi pengisian bahan bakar pada saat itu.

Baca juga: Pesawat Pengintai Selandia Baru Pergoki Penyelundupan Barang ke Korea Utara

U.S. Air Force KC-135 Stratotanker lepas landas di Al Udeid Air Base, Qatar (1/11/202afcent.af.mil/Senior Airman Sarah Williams U.S. Air Force KC-135 Stratotanker lepas landas di Al Udeid Air Base, Qatar (1/11/202

Beruntung pesawat itu mendarat dengan selamat, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada Newsweek, tanpa memberikan detail tambahan.

Insiden ini terjadi di saat para pemimpin militer AS mengatakan pada Selasa bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku.

Ini sehari setelah Washington menyalahkan Teheran atas serangan baru di Selat Hormuz dan terhadap target di Uni Emirat Arab, namun dibantah Iran.

Baca juga: 3 Negara Hadang Pesawat Presiden Taiwan, Dipuji China

Penerbangan pesawat militer AS ke Timur Tengah meningkat

Sebelumnya, dilaporkan bahwa lalu lintas udara militer AS ke Timur Tengah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sebagian besar penerbangan tersebut terdiri dari pesawat angkut dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.

Menurut hasil pemantauan Anadolu menggunakan aplikasi pelacakan penerbangan Flightradar24, terlihat peningkatan jumlah pesawat militer AS yang melakukan perjalanan dari Eropa ke negara-negara Timur Tengah pada 2 Mei 2026.

Sebagian besar pesawat yang dikirim ke wilayah tersebut adalah pesawat kargo militer C-17A Globemaster III.

Baca juga: Penerbangan Pesawat Militer AS ke Timur Tengah Meningkat, Ada Apa?

Beberapa pesawat lainnya juga terlihat beroperasi di wilayah udara Eropa dan Timur Tengah, termasuk pesawat angkut angkatan udara AS, Lockheed C-5M Super Galaxy.

Kemudian Boeing KC-46 Pegasus, pesawat tanker buatan Boeing yang digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara dan transportasi strategis.

Dilaporkan setidaknya 12 pesawat angkut sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah, beberapa di antaranya berangkat dari Jerman.

Di antaranya ada empat pesawat pengisian bahan bakar terlihat beroperasi di sekitar Israel dan daerah sekitarnya.

Tag:  #pesawat #tanker #nyalakan #sinyal #bahaya #sempat #hilang #dari #radar

KOMENTAR