AS Minta China Rayu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Mulai ''Angkat Tangan''?
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio saat berbicara kepada awak media setelah pertemuan para Menlu G7, sebelum kepulangannya ke AS melalui Bandara Le Bourget, luar Paris, Perancis, 27 Maret 2026(AFP/POOL/BRENDAN SMIALOWSKI)
15:54
6 Mei 2026

AS Minta China Rayu Iran untuk Membuka Selat Hormuz, Mulai ''Angkat Tangan''?

- Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara terbuka mendesak China untuk menggunakan pengaruh diplomatiknya demi merayu Iran agar segera membuka kembali Selat Hormuz. 

Desakan ini keluar beberapa hari sebelum Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Beijing tengah bulan ini.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta para pejabat China agar menggunakan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk mendesak Teheran melepaskan cengkeramannya pada jalur perairan penting tersebut.

“Saya harap pihak China memberitahunya apa yang perlu dia dengar,” kata Rubio dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5/2026), dikutip dari Euronews. 

Baca juga: AS Resmi Akhiri Operasi Epic Fury, Apa Langkah Selanjutnya Hadapi Iran?

Sebut China terkena dampak lebih parah

Diplomat senior AS itu menilai, Beijing telah terkena dampak lebih parah daripada Washington akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

Ekonomi Beijing yang bertumpu pada ekspor sangat bergantung pada pengiriman barang yang melewati selat tersebut. 

China juga mengimpor sekitar setengah dari minyak mentahnya dan hampir sepertiga dari gas alam cairnya dari Timur Tengah.

Baca juga: Proyek Kebebasan AS Tak Mempan, Iran Masih Pegang Kendali Selat Hormuz

“Adalah kepentingan China agar Iran berhenti menutup selat tersebut,” ujar Rubio.

Seorang diplomat yang mengetahui masalah ini juga mengatakan kepada AP News bahwa AS telah melakukan upaya serius untuk membujuk China agar abstain dari memveto resolusi terbaru yang didukung AS di Dewan Keamanan PBB.

Resolusi itu bertujuan untuk membuka selat dan mengutuk tindakan Iran.

China dan Rusia bulan lalu memveto resolusi sebelumnya tentang Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa resolusi itu terlalu berlebihan dan tidak mengutuk AS-Israel atas serangan yang memicu perang.

Baca juga: Pesawat Tanker KC-135 AS Nyalakan Sinyal Bahaya, Sempat Hilang dari Radar

Iran jadi agenda penting pertemuan Trump dan Xi

Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Hanoi, 14 April 2025.AFP/POOL/NHAC NGUYEN Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan saat bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam di Hanoi, 14 April 2025.

Dorongan Rubio agar China lebih terlibat muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, Iran akan menjadi agenda utama ketika Trump bertemu dengan Xi Jinping.

Penutupan selat secara efektif berdampak sangat besar pada Asia secara luas.

Ini dianggap sebagai faktor yang tampaknya telah memengaruhi upaya pemerintah Chin untuk berkonsultasi dengan Pakistan guna membantu menengahi gencatan senjata selama dua minggu.

Baca juga: UEA Diserang Rudal-Drone 2 Hari Berturut-turut, Iran Bantah Tuduhan

Trump mengatakan, dia yakin China berperan dalam mendorong Iran untuk menyetujui gencatan senjata rapuh yang disepakati bulan lalu.

Tiga diplomat yang mengetahui upaya China di balik layar juga mengkonfirmasi bahwa Beijing menggunakan pengaruhnya untuk membawa mereka kembali ke meja perundingan ketika pembicaraan tampaknya berada di ambang kegagalan.

Trump percaya bahwa China masih dapat berbuat lebih banyak untuk terlibat dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Tag:  #minta #china #rayu #iran #untuk #membuka #selat #hormuz #mulai #angkat #tangan

KOMENTAR