Swiss Berpacu dengan Waktu Lacak Kontak Pasien Hantavirus, Apa Bahayanya?
- Otoritas kesehatan Swiss berpacu dengan waktu untuk melacak kontak erat dari seorang pria yang dirawat di Zurich akibat terinfeksi hantavirus.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena galur virus tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia.
Pasien tersebut mulai jatuh sakit sekembalinya ke Swiss setelah menjalani pelayaran di kapal pesiar MV Hondius selama tiga minggu pada bulan April.
Baca juga: Tak Diterima, Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Dilarang Bersandar di Pulau Canary
Perjalanan tersebut membawanya beserta sang istri dari ujung Amerika Selatan menuju Pulau St. Helena di Samudra Atlantik Selatan.
Kementerian Kesehatan Swiss menjelaskan, pria tersebut bepergian menggunakan kapal pesiar yang sama dengan beberapa penumpang lain yang terinfeksi hantavirus.
Hingga saat ini, wabah tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya tiga orang, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Rabu (6/5/2026).
Temuan kasus baru ini meningkatkan kekhawatiran akan adanya potensi penularan antarmanusia di luar kapal pesiar MV Hondius yang berbendera Belanda.
Baca juga: Hantavirus Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi Berikutnya, Ini Sebabnya
Saat ini, kapal tersebut dilaporkan tengah berlabuh di dekat Tanjung Verde.
Pihak berwenang Swiss kini sedang menyelidiki apakah pasien asal Zurich tersebut sempat melakukan kontak dengan orang lain selama masa infeksinya.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), gejala infeksi hantavirus biasanya muncul dalam satu hingga dua minggu.
Namun, dalam beberapa kasus, infeksi hantavirus dapat memakan waktu hingga delapan minggu.
Baca juga: Pengakuan Penumpang Kapal Wabah Hantavirus, Kru Tak Anggap Situasi Serius
Virus Andes
Secara umum, keluarga hantavirus menyebar ke manusia melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Namun, terdapat satu galur khusus yang ditemukan di keluarga hantavirus terutama di Chile dan Argentina, yang dikenal sebagai virus Andes.
Virus Andes menunjukkan bukti terbatas terkait kemampuan penularan antarmanusia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada kemungkinan bahwa penularan antarmanusia memang telah terjadi di dalam kapal MV Hondius.
Baca juga: Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Bergerak ke Spanyol, Penumpang Akan Dikarantina
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) menyebutkan teori saat ini adalah beberapa penumpang terpapar virus Andes saat berada di Argentina, yang kemudian menyebarkannya ke orang lain di dalam kapal.
Munculnya kasus baru ini bermula ketika pasien di Zurich merasa sakit setelah perjalanannya ke Amerika Selatan dan segera menghubungi dokter pribadinya.
Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, dia dinyatakan positif terinfeksi virus Andes.
Meskipun istri pasien belum menunjukkan gejala, dia tetap mengambil langkah antisipasi.
Baca juga: Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah Jadi 2, 3 Penumpang Tewas
"Istri pasien melakukan isolasi mandiri sebagai tindakan pencegahan," ungkap Kementerian Kesehatan Swiss dalam pernyataannya.
Di sisi lain, operator kapal Oceanwide Expeditions melaporkan bahwa tiga orang telah dievakuasi dari kapal pada Rabu lalu.
Dua di antaranya menunjukkan gejala akut, sementara satu orang lainnya memiliki hubungan dekat dengan seorang penumpang asal Jerman yang meninggal di atas kapal pada 2 Mei.
Meski ada temuan kasus baru, pejabat kesehatan di Eropa memperkirakan risiko infeksi yang lebih luas masih tergolong rendah.
Baca juga: Dugaan Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, 3 Orang Meninggal
Para pasien hantavirus dinaikkan dua penerbangan dan sedang dibawa ke Belanda pada Rabu (6/5/2026).
Hal ini dikarenakan penularan antarmanusia hanya terjadi melalui kontak yang sangat dekat.
Selain itu, upaya identifikasi dan isolasi terhadap kontak erat terus dilakukan secara masif.
Kementerian Kesehatan Swiss pun memberikan pernyataan yang menenangkan publik terkait situasi di dalam negeri.
"Kementerian mempertimbangkan bahwa kemungkinan munculnya kasus lebih lanjut di Swiss sangatlah kecil," ujar Kementerian Kesehatan Swiss.
Baca juga: Belum Selesai Virus Corona, Seorang Pria Tewas akibat Hantavirus di China
Tag: #swiss #berpacu #dengan #waktu #lacak #kontak #pasien #hantavirus #bahayanya