Drone dari Wilayah Rusia Jatuh di Latvia, NATO Langsung Terbangkan Jet Temnpur
– Militer Latvia mengonfirmasi, dua drone masuk dari wilayah Rusia dan jatuh di wilayah anggota NATO tersebut pada Kamis (7/5/2026) pagi waktu setempat.
Insiden ini memicu pengerahan jet tempur NATO untuk melakukan patroli udara di kawasan Baltik.
Menteri Pertahanan Latvia Andris Spruds menyatakan kepada penyiar nasional LSM, drone tersebut kemungkinan besar bukan ditujukan untuk menyerang negaranya secara sengaja.
Baca juga: Di Balik Drone Shahed Iran, Peran Rahasia China Mulai Terungkap
"(Drone tersebut) kemungkinan diluncurkan oleh Ukraina terhadap target-target di Rusia," ujar Spruds, sebagaimana dilansir The Independent.
Jatuhnya drone tersebut menyebabkan kerusakan pada empat tangki minyak kosong di sebuah fasilitas penyimpanan di Rezekne, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Rusia.
Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan area yang membara seluas sekitar 30 meter persegi di salah satu tangki.
Pihak kepolisian melaporkan adanya temuan puing-puing yang diduga berasal dari drone yang jatuh.
Baca juga: UEA Diserang Rudal-Drone 2 Hari Berturut-turut, Iran Bantah Tuduhan
Menanggapi situasi ini, otoritas Latvia sempat mengeluarkan peringatan dini kepada warga di sepanjang perbatasan Rusia pada pukul 04.09 pagi waktu setempat.
Otoritas juga menginstruksikan mereka untuk tetap berada di dalam rumah.
Pemerintah kota Rezekne turut memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah pada hari Kamis.
Perdana Menteri Latvia Evika Silina, melalui akun media sosial X miliknya, menegaskan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk negara tetangga, Estonia dan Lithuania.
Baca juga: Gabungkan Taktik Perang Era 1980-an dan Drone, Iran Cekik Jalur Minyak Dunia
"Saya menjalin komunikasi erat dengan Menteri Pertahanan, Angkatan Bersenjata Nasional, dan layanan terkait, serta para pemimpin Estonia dan Lithuania," tulis Silina.
Dia menambahkan bahwa investigasi mendalam sedang berlangsung.
"Informasi awal menunjukkan bahwa drone Ukraina mungkin telah memasuki dan jatuh di wilayah Latvia. Tidak ada korban jiwa," lanjutnya.
Insiden serupa pernah terjadi pada akhir Maret, di mana drone Ukraina nyasar dan menghantam fasilitas listrik serta danau yang membeku.
Kendati demikian, para menteri luar negeri dari tiga negara Baltik menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengizinkan wilayah atau ruang udara mereka digunakan untuk menyerang target di Rusia.
Baca juga: Asal Mula Iran Mengembangkan Drone, Berawal dari Bengkel Kampus
Insiden jatuhnya drone ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Ukraina dan Rusia terkait usulan gencatan senjata.
Ukraina menuduh Rusia mengabaikan usulan penghentian permusuhan yang seharusnya dimulai pada 6 Mei.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa Rusia justru melakukan ribuan pelanggaran.
Dalam pernyataannya, Zelensky menyebut Rusia telah melakukan 1.820 pelanggaran hingga Rabu (6/5/2026) siang.
"Pilihan Rusia adalah penolakan nyata terhadap gencatan senjata dan penyelamatan nyawa," tegas Zelensky.
Lebih lanjut, Zelensky menyindir prioritas Presiden Rusia Vladimir Putin yang dianggapnya lebih mementingkan seremoni militer daripada perdamaian.
Baca juga: Berkaca dari Perang Iran, Uni Eropa Tingkatkan Produksi Drone
Tag: #drone #dari #wilayah #rusia #jatuh #latvia #nato #langsung #terbangkan #temnpur