Bentrok Lagi di Selat Hormuz, AS Hantam Tanker Iran Usai 3 Kapal Perangnya Diserang
Amerika Serikat dan Iran kembali saling serang di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026), memicu ancaman runtuhnya gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April.
Washington mengeklaim serangannya dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal perang AS, sementara Teheran menuduh militer Amerika lebih dulu menyerang kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil.
Dikutip dari AFP, bentrokan terbaru ini terjadi di tengah negosiasi yang masih berlangsung untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.
Baca juga: Di Balik Drone Shahed Iran, Peran Rahasia China Mulai Terungkap
AS klaim diserang lebih dulu
Militer AS menyebut tiga kapal penghancur mereka di Selat Hormuz menjadi sasaran serangan rudal, drone, dan kapal kecil Iran.
“Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil ke arah tiga kapal perang AS,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM).
Militer AS kemudian mengaku menghancurkan ancaman yang datang dan menyerang fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“CENTCOM tidak menginginkan eskalasi, tetapi tetap siap melindungi pasukan Amerika,” bunyi pernyataan itu lagi.
Menurut laporan Washington Post, target serangan AS mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando, serta posisi pengawasan militer Iran di Pulau Qeshm dan Bandar Abbas.
Iran sebut AS langgar gencatan senjata
Di sisi lain, Iran menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil.
Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan, pasukan Teheran “segera dan sebagai balasan menyerang kapal militer Amerika”.
“Agresor Amerika melanggar gencatan senjata, menargetkan kapal tanker minyak Iran,”demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip Al Jazeera.
Iran juga mengeklaim serangan balasannya menyebabkan “kerusakan signifikan” pada kapal-kapal AS, meski CENTCOM membantah ada aset Amerika yang terkena serangan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, pihaknya menggunakan rudal balistik, rudal antikapal, dan drone peledak dalam operasi tersebut.
Baca juga: Tak Biasa, Iran Dilaporkan Mau Pakai Lumba-lumba Pembawa Ranjau demi Terobos Blokade AS
Negosiasi damai terancam
Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?
Bentrokan terbaru ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran masih terbuka. Namun Trump juga memperingatkan bahwa Washington akan kembali melakukan pemboman dalam skala lebih besar jika negosiasi gagal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Teheran akan menyampaikan posisinya kepada Pakistan sebagai mediator setelah “memfinalisasi pandangan mereka”.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya menyatakan optimisme terhadap proses damai tersebut.
“Saya sangat yakin bahwa gencatan senjata ini akan berubah menjadi gencatan senjata jangka panjang,” kata Sharif dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Meski demikian, warga Iran disebut mulai skeptis terhadap peluang perdamaian.
“Tidak ada pihak dalam negosiasi ini yang benar-benar mampu mencapai kesepakatan,” kata seorang fotografer bernama Shervin kepada AFP dari Teheran.
“Ini hanya permainan Trump lainnya; kalau tidak, mengapa begitu banyak kapal perang dan kekuatan militer dikirim menuju Iran?” lanjutnya.
Adapun Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia. Setelah perang pecah pada akhir Februari lalu, Iran disebut sempat menutup sebagian besar jalur tersebut.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional PBB, Arsenio Dominguez, mengatakan, sekitar 1.500 kapal dan 20.000 awak internasional kini terjebak di kawasan Teluk akibat konflik tersebut.
Baca juga: Trump Melunak, AS-Iran Makin Dekati Akhir Perang
Tag: #bentrok #lagi #selat #hormuz #hantam #tanker #iran #usai #kapal #perangnya #diserang