Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun Lebih dari 2 Persen
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026.(AFP/KENT NISHIMURA)
15:24
19 Mei 2026

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun Lebih dari 2 Persen

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan ke Iran demi negosiasi pengakhiran konflik di Timur Tengah.

Penundaan serangan membuat harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen.

Minyak mentah (crude oil) jenis Brent untuk pengiriman Juli turun 3,01 dollar AS (sekitar Rp 53.286 kurs Rp 17.704) atau 2,7 persen menjadi 109,09 dollar AS (Rp 1,9 juta) per barrel.

Baca juga: Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi 117 Dollar AS Per Barrel Imbas Konflik Timur Tengah

Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni juga turun sebesar 1,38 dollar AS (Rp 24.427) atau 1,3 persen menjadi 107,28 dollar AS (Rp 1,89 juta) per barrel. 

Turunnya harga minyak menjadi pertanda baik bagi keberlangsungan ketahanan energi dunia.

"Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk menghentikan Teheran memperoleh senjata nuklir," lapor Times of India, Selasa (19/5/2026) mengutip pernyataan Trump.

Baca juga: Harga Minyak Tinggi, Rupiah Tertekan, Obligasi Tenor Pendek Jadi Pilihan Menarik

Meski demikian, analis pasar KCM Trade, Tim Waterer masih sangsi konflik berakhir sepenuhnya.

Pasar selalu mengamati seperti apa selanjutnya karena bisa saja kembali bergejolak.

"Meskipun sinyal Trump telah meredakan beberapa tekanan langsung, risiko fundamental tetap ada, pasar sekarang mengamati apakah komentar Trump mewakili pergeseran nyata menuju de-eskalasi atau hanya jeda taktis," katanya.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak ke Tertinggi 2 Pekan di Tengah Konflik AS-Iran

Tidak ada senjata nuklir bagi Iran

Di sisi lain, Trump mementingkan untuk melucuti persenjataan nuklir Iran meski belum diketahui apakah ada atau tidak.

"Tidak ada senjata nuklir untuk Iran," tegas Trump dikutip dari BBC, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Melemah Imbas Lonjakan Harga Minyak dan Yield Obligasi AS

Trump memperingatkan agar Iran mematuhi segala kesepakatan supaya tak ada serangan lagi.

"Ia memperingatkan bahwa militer AS akan siap untuk "melanjutkan serangan besar-besaran ke Iran, kapan saja" jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima tercapai," lapor BBC.

Iran belum menanggapi seruan Trump yang menunda serangan.

Baca juga: Pangkas Biaya Pengeboran, PHE ONWJ Catat Produksi Minyak 1.321 BOPD di Perairan Jabar

Tag:  #trump #tunda #serangan #iran #harga #minyak #turun #lebih #dari #persen

KOMENTAR