Komandan Militer Akui Tentara Israel Sedang Kolaps dari dalam
Kepala badan keamanan domestik Shin Bet, Mayjen David Zini (kiri), berbicara dengan kepala angkatan darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, saat mereka tiba di parlemen Israel, Knesset, menjelang pidato presiden AS di Yerusalem pada 13 Oktober 2025. (AFP/CHIP SOMODEVILLA)
15:42
11 Mei 2026

Komandan Militer Akui Tentara Israel Sedang Kolaps dari dalam

– Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menyebut bahwa saat ini militer Israel tengah mengalami kolaps dari dalam.

Hal tersebut disampaikan Zamir di tengah kondisi militer Israel yang membutuhkan lebih banyak pasukan, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul terkait kebijakan wajib militer, terutama yang melibatkan kaum Yahudi ultra-ortodoks atau Haredim, di tengah situasi perang yang masih berkecamuk di berbagai front.

Baca juga: Tanpa Hizbullah, Negosiasi Israel-Lebanon Disebut Kehilangan Aktor Utama

"Tentara Israel sedang kolaps dari dalam," tegas Zamir, merujuk pada kegagalan pemerintah dalam mengesahkan undang-undang yang mengatur wajib militer bagi kelompok Haredim dan komponen cadangan.

Selain itu, dia menyoroti kegagalan pemerintah dalam memperpanjang masa dinas wajib militer hingga 36 bulan sebagai faktor utama yang memperlemah struktur militer.

Dalam pertemuan dengan Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Parlemen Israel atau Knesset, Minggu (11/5/2026), Zamir menegaskan bahwa kebutuhan akan tambahan pasukan sudah pada tahap kritis.

Meski dibayangi polemik politik, dia menyatakan bahwa fokus utamanya tetap pada memenangi pertempuran di beberapa front seperti termasuk Gaza, Lebanon (Hizbullah), hingga Iran.

"Untuk terus melakukan hal ini, tentara Israel membutuhkan lebih banyak tentara segera," tambahnya.

Baca juga: Iran Ubah Strategi Propaganda, Andalkan Meme dan AI untuk Serang AS-Israel

Data dari internal militer menunjukkan betapa mendesaknya situasi di lapangan. 

Juru bicara militer, Efi Defrin, memaparkan bahwa militer Israel saat ini kekurangan sekitar 15.000 personel tambahan.

Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 7.000 hingga 8.000 di antaranya dialokasikan untuk posisi tentara tempur. 

Defrin menegaskan bahwa satu-satunya solusi praktis untuk menutup celah ini adalah melalui jalur hukum.

"Sangat penting untuk segera mengesahkan undang-undang wajib militer," kata Defrin.

Baca juga: Drone Serat Optik Hizbullah Bikin Israel Kelabakan di Lebanon

Polemik pengecualian Haredim

Krisis ini berakar pada pengecualian wajib militer bagi komunitas Haredim yang telah berlangsung selama beberapa dekade. 

Saat ini, kaum Haredim mencakup sekitar 13 persen dari total populasi Israel yang berjumlah 9,9 juta jiwa.

Berbeda dengan warga Israel lainnya yang wajib masuk militer setelah usia 18 tahun, kelompok Haredim umumnya tidak bertugas dan lebih memilih hidup untuk mempelajari Taurat.

Kesenjangan beban tugas ini terus menjadi isu sensitif yang memicu ketegangan sosial dan politik, terutama saat militer dituntut untuk terus beroperasi di banyak front secara bersamaan.

Baca juga: Demi Lawan Iran, Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Irak

Tag:  #komandan #militer #akui #tentara #israel #sedang #kolaps #dari #dalam

KOMENTAR