Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
Ancaman patogen mematikan kini membayangi warga New York setelah kepulangan belasan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi hantavirus. Proses evakuasi medis ini memicu kewaspadaan tinggi mengingat jenis virus Andes yang dibawa mampu menular antarmanusia secara langsung.
Tiga dari 18 warga Amerika yang dievakuasi tercatat memiliki hubungan erat dengan wilayah negara bagian New York. Fakta ini memaksa otoritas kesehatan memperketat pengawasan demi memutus rantai penyebaran virus yang belum memiliki obat tersebut.
Jake Rosmarin, pemuda berusia 29 tahun asal Orange County, kini mengisolasi diri di Unit Karantina Nasional Omaha. Ia menceritakan kepanikannya saat pertama kali menyadari bahwa situasi di atas kapal pesiar jauh lebih berbahaya dari dugaan awal.
Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID. [Istimewa]"Penerbangan repatriasi berjalan lancar, dan saya sampai dengan selamat di Unit Karantina Nasional di Omaha. Ini adalah beberapa hari yang sangat panjang, namun mudah-mudahan saya bisa segera mulai memberikan pembaruan lagi. Terima kasih khusus juga kepada Pusat Medis Universitas Nebraska dan kota Omaha karena telah menyambut kami dan membantu memastikan kami aman serta dirawat," kata Rosmarin melalui Instagram, dikutip dari ABC7NY.
Rosmarin mengakui dirinya sempat meremehkan keadaan sebelum hasil laboratorium mengonfirmasi keberadaan hantavirus yang memiliki tingkat kematian tinggi.
"Bagi saya, itu hanya terasa seperti kebetulan yang aneh, dan sejujurnya, saya tidak mengira ada yang salah sampai kami mengetahui bahwa itu adalah hantavirus, dan saat itulah saya merasa takut," ujarnya.
"Karena, seperti yang Anda tahu, ketika Anda mendengar tentang virus yang tidak terlalu Anda ketahui, Anda mencarinya di Google, dan saat Anda mencari hantavirus di Google, itu pastinya virus yang menakutkan untuk dilihat," tambah Rosmarin.
hantavirus di Indonesia (dibuat menggunakan AI)Meskipun diliputi kecemasan, ia tetap menjalin komunikasi dengan sesama penumpang kapal untuk memastikan kondisi mental mereka tetap stabil.
"Saya telah berkirim pesan dengan orang-orang dan semua orang tampaknya dalam semangat yang baik," ungkapnya singkat mengenai kondisi rekan-rekannya.
Saat ini, Rosmarin tidak menunjukkan gejala fisik namun ia memilih patuh menjalani masa karantina ketat selama puluhan hari.
"Saya pikir itu adalah keputusan terbaik bagi saya dan keluarga saya, dan saya tahu bahwa di sini, saya berada dalam perawatan terbaik yang memungkinkan," tegas Rosmarin.
Fasilitas karantinanya dilengkapi peralatan olahraga dan kebutuhan pangan memadai untuk mendukung pemulihan kondisi fisiknya selama masa observasi berlangsung.
Krisis di atas MV Hondius mencapai puncaknya ketika dokter resmi kapal tersebut justru ikut tumbang akibat terinfeksi hantavirus.
Kondisi darurat ini memaksa Dr. Stephen Kornfeld, seorang ahli onkologi yang sedang berlibur, untuk mengambil alih seluruh kendali medis.
"Keadaan seolah meningkat dalam waktu 24 jam setelah saya turun tangan," tutur Dr. Kornfeld menjelaskan situasi kritis di tengah laut tersebut.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana virus tersebut melumpuhkan staf medis dan penumpang lainnya dalam waktu yang sangat singkat.
"Salah satu pasien meninggal dan dua lainnya, yaitu dokter dan salah satu staf lainnya, menjadi semakin sakit, lalu berita pertama tentang hantavirus muncul," jelasnya.
Kecepatan infeksi ini membuat otoritas pelabuhan dan pemerintah Amerika Serikat segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.
Selain Rosmarin dan Kornfeld, Mary Roefs yang telah berusia 76 tahun asal desa Sidney juga menjadi perhatian khusus pemerintah. Mayoritas penumpang kini dirawat di Pusat Medis Universitas Nebraska, sementara dua lainnya dilarikan ke rumah sakit khusus di Atlanta.
Gubernur Kathy Hochul menegaskan bahwa meskipun situasi terkendali, langkah antisipasi harus dilakukan secara masif dan terstruktur. Ia menekankan perbedaan mekanisme penularan hantavirus dengan Covid-19 guna meredam potensi kepanikan di tengah masyarakat luas.
"Ini New York, ini adalah negara bagian dan kota yang besar dan padat penduduk, dan saya hanya perlu melakukan hal yang bertanggung jawab serta bersiap," kata Hochul.
Pemerintah New York kini tengah menyusun rencana proaktif untuk melindungi jutaan warganya dari potensi penyebaran virus ini.
Ia menjamin bahwa pemantauan terhadap warga yang kembali akan dilakukan secara intensif tanpa menimbulkan gangguan aktivitas publik.
"Keadaan ini dipantau secara berbeda dari virus corona, tidak ada kepanikan, tidak ada kekhawatiran," pungkas Gubernur Hochul memberikan ketenangan.
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius ini telah merenggut tiga nyawa dan menjadi perhatian serius karena melibatkan strain virus Andes. Berbeda dengan hantavirus pada umumnya, strain ini dapat menyebar melalui kontak antarmanusia, sementara hingga saat ini dunia medis belum menemukan vaksin maupun metode penyembuhan yang efektif untuk infeksi tersebut.
Tag: #kesaksian #penumpang #kapal #hondius #karantina #massal #hari #karena #hantavirus