Kapal Rusia Tenggelam Misterius, Diduga Bawa Nuklir untuk Korut
Ilustrasi kapal Rusia.(Global Look Press/Twitter/Ministry of Defense of the Russian Federation)
07:32
14 Mei 2026

Kapal Rusia Tenggelam Misterius, Diduga Bawa Nuklir untuk Korut

Sebuah kapal kargo Rusia bernama Ursa Major tenggelam secara misterius di Laut Mediterania dekat perairan Spanyol pada 23 Desember 2024. 

Investigasi CNN mengungkap kapal tersebut diduga membawa dua reaktor nuklir untuk kapal selam yang kemungkinan akan dikirim ke Korea Utara.

Pemerintah Spanyol mengonfirmasi kapten kapal Rusia memberi tahu penyelidik bahwa Ursa Major membawa “komponen untuk dua reaktor nuklir serupa dengan yang digunakan kapal selam”, meski ia mengaku tidak mengetahui apakah reaktor itu berisi bahan bakar nuklir atau tidak.

Baca juga: Jembatan Baru Korut-Rusia Hampir Rampung, Diduga untuk Kirim Pasukan dan Senjata

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Ust-Luga di Teluk Finlandia pada 11 Desember 2024 dengan tujuan resmi Vladivostok di Timur Jauh Rusia. Manifest publik kapal hanya mencantumkan dua “penutup lubang besar”, 129 kontainer kosong, dan dua crane besar Liebherr.

Namun penyelidikan Spanyol menilai rute pelayaran tersebut tidak masuk akal bila hanya untuk mengirim crane dan kontainer dari satu pelabuhan Rusia ke pelabuhan Rusia lainnya, mengingat Rusia memiliki jaringan kereta api yang luas.

Menurut sumber yang mengetahui isi investigasi Spanyol, kapten kapal Igor Anisimov meyakini kapal akhirnya akan dialihkan menuju pelabuhan Rason di Korea Utara untuk mengirim dua reaktor tersebut.

Dugaan itu muncul setelah Korea Utara pada Desember 2025 merilis foto kapal selam nuklir pertamanya yang menampilkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berdiri di depan lambung kapal selam.

Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.KCNA via AFP Foto tanpa tanggal yang dirilis oleh KCNA pada Kamis (25/12/2025) ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi lokasi pembuatan kapal selam rudal strategis bertenaga nuklir berbobot 8.700 ton di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara.

Ledakan misterius di Laut Mediterania

Ursa Major dikawal dua kapal militer Rusia, Ivan Gren dan Aleksandr Otrakovsky, ketika melintasi pantai Portugal menuju Laut Mediterania.

Pada 22 Desember 2024, kapal mendadak melambat di perairan Spanyol. Tim penyelamat Spanyol sempat menghubungi kapal untuk memastikan kondisinya, tetapi awak menjawab semuanya baik-baik saja.

Sekitar 24 jam kemudian, Ursa Major tiba-tiba mengubah jalur dan mengirim sinyal darurat. 

Penyelidikan menyebut adanya tiga ledakan di sisi kanan kapal dekat ruang mesin yang menewaskan dua awak.

Sebanyak 14 awak selamat dievakuasi menggunakan sekoci sebelum dijemput kapal penyelamat Spanyol Salvamar Draco. 

Penyelidik Spanyol menemukan lubang berukuran sekitar 50 x 50 sentimeter pada lambung kapal dengan arah logam menghadap ke dalam. 

Pemilik kapal, perusahaan Oboronlogistics, menyebut insiden itu sebagai “serangan teroris yang disengaja”.

“Dek kapal dipenuhi serpihan logam,” demikian pernyataan perusahaan tersebut.

Dugaan serangan torpedo rahasia

Investigasi Spanyol menduga lubang di lambung kapal mungkin disebabkan torpedo superkavitasi jenis Barracuda, senjata berkecepatan tinggi yang diyakini hanya dimiliki Amerika Serikat, sejumlah negara NATO, Rusia, dan Iran.

Torpedo jenis ini menggunakan gelembung udara untuk mengurangi hambatan air sehingga mampu melaju sangat cepat dan menembus lambung kapal tanpa harus menghasilkan ledakan besar.

Sumber yang mengetahui investigasi mengatakan, teori tersebut cocok dengan ukuran lubang pada kapal dan bisa menjelaskan mengapa kapal melambat mendadak tanpa suara ledakan besar pada 22 Desember.

Baca juga: Kisah Gagalnya Jet Siluman MiG 1.44 Rusia, Cuma Sanggup Terbang 18 Menit

Namun analis pertahanan senior Janes, Mike Plunkett, memiliki pandangan berbeda. Ia menduga kerusakan lebih mungkin disebabkan ranjau tempel.

“Kedengarannya seperti bahan peledak berbentuk khusus yang ditempelkan ke lambung kapal oleh seseorang atau sesuatu,” ujarnya.

Empat ledakan baru setelah evakuasi

Menurut penyelidikan, setelah awak dievakuasi, kapal tampak stabil dan diperkirakan tidak akan segera tenggelam.

Namun pada pukul 21.50 malam waktu setempat, kapal militer Rusia Ivan Gren menembakkan suar merah di lokasi kejadian. Tak lama kemudian terjadi empat ledakan tambahan.

Jaringan Seismik Nasional Spanyol mencatat empat sinyal seismik pada waktu dan lokasi yang sama. Polanya disebut mirip ledakan ranjau bawah laut atau ledakan tambang.

Pada pukul 23.10 malam, Ursa Major dilaporkan tenggelam ke dasar Laut Mediterania.

Seminggu kemudian, kapal riset Rusia Yantar — yang oleh negara-negara NATO dituduh kerap melakukan operasi mata-mata — datang ke lokasi bangkai kapal selama lima hari. Setelah itu, empat ledakan lain kembali terdeteksi di area tersebut.

Pesawat “pemburu nuklir” AS terbang di lokasi

Amerika Serikat juga menunjukkan perhatian besar terhadap lokasi tenggelamnya kapal.

Data penerbangan publik menunjukkan bahwa pesawat khusus pendeteksi radiasi nuklir milik AS, WC135-R atau dikenal sebagai “nuke sniffer”, terbang dua kali di atas area bangkai kapal sejak insiden terjadi.

Juru bicara Pangkalan Udara Offutt di Nebraska, Kris Pierce, mengatakan,pesawat itu biasanya digunakan untuk “mendukung pengumpulan dan analisis puing-puing nuklir."

Namun ia menolak memberi rincian lebih lanjut terkait misi tersebut.

Hingga kini belum ada bukti adanya kontaminasi radiasi di pantai selatan Spanyol yang merupakan kawasan wisata populer.

Kekhawatiran transfer teknologi nuklir

Analis Janes, Mike Plunkett, mengatakan, jika benar Rusia hendak mengirim teknologi reaktor kapal selam ke Korea Utara, langkah itu merupakan perkembangan besar.

“Ini bukan sesuatu yang dilakukan dengan sembarangan dan hanya dilakukan antara sekutu yang sangat dekat,” katanya.

Menurut investigasi Spanyol, Korea Utara selama ini secara terbuka meminta Rusia membagikan keahlian teknologi nuklirnya. Hubungan kedua negara juga semakin erat setelah sekitar 10 ribu tentara Korea Utara dikirim membantu Rusia dalam perang Ukraina pada Oktober 2024.

Sampai saat ini, penyebab pasti tenggelamnya Ursa Major maupun isi sebenarnya dari muatan kapal masih menjadi misteri yang terkubur di dasar Laut Mediterania.

Baca juga: Rusia Perbesar Pabrik Drone Bergaya Shahed, Pasok Senjata ke Iran

Tag:  #kapal #rusia #tenggelam #misterius #diduga #bawa #nuklir #untuk #korut

KOMENTAR