Dulu Gencar Serang Beijing, Trump Kini Ingin Lebih Banyak Mahasiswa China di AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, dirinya ingin mahasiswa China tetap belajar di Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News Sean Hannity saat kunjungannya ke Beijing, Trump mengakui pandangannya tersebut tidak sejalan dengan sebagian kelompok konservatif pendukungnya.
Trump menambahkan, Amerika Serikat tidak seharusnya menolak mahasiswa China untuk belajar di kampus-kampus AS.
Baca juga: Xi Jinping Anggap AS Melemah, Trump Lempar Kesalahan ke Biden
“Merupakan hal yang sangat menghina ketika mengatakan kepada suatu negara bahwa kami tidak menginginkan rakyat Anda di sekolah-sekolah kami,” kata Trump pada Kamis (14/5/2026), seperti dikutip AFP.
Ia menilai universitas-universitas Amerika, terutama kampus tingkat menengah dan bawah, akan terkena dampak besar jika mahasiswa China tidak lagi datang ke AS.
“Mereka kemudian akan langsung pergi dan mulai membangun universitas di seluruh China,” ujar Trump.
Berbeda dengan retorika Trump sebelumnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya kerap menuduh China meraih kekuatan ekonominya dengan cara mencurangi AS.
Sikap Trump tersebut menjadi sorotan karena berbeda dengan citranya selama ini yang dikenal keras terhadap China dan imigran non-kulit putih.
Trump sebelumnya kerap menuduh China meraih kekuatan ekonominya dengan cara curang.
Namun dalam wawancara itu, ketika ditanya apakah mahasiswa China terlibat dalam aktivitas mencurigakan, Trump menjawab, “Sejujurnya, mereka melakukan sesuatu terhadap kita dan kita juga melakukan sesuatu terhadap mereka.”
Ia juga mengakui bahwa pandangannya soal mahasiswa China tidak dianggap sebagai posisi konservatif.
“Tidak semua orang setuju dengan saya, dan ini memang tidak terdengar seperti posisi yang sangat konservatif,” kata Trump.
“Saya sebenarnya lebih merupakan orang yang memakai akal sehat daripada orang yang sangat konservatif.”
Baca juga: Tak Ingin Pulang Tangan Kosong, Trump Kejar Deal Perdagangan dengan Xi Jinping
Bertolak belakang dengan kebijakan pejabatnya
Trump sebelumnya juga pernah mengatakan ingin meningkatkan jumlah mahasiswa China di Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan sikap Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Rubio sebelumnya berjanji akan “secara agresif” mencabut visa mahasiswa China.
Pemerintahan Trump juga sempat mengambil sejumlah kebijakan yang membuat mahasiswa internasional enggan datang ke AS, termasuk penghentian sementara visa sambil memperketat pemeriksaan media sosial pelamar.
Rubio juga pernah membanggakan pencabutan visa mahasiswa internasional yang terlibat dalam demonstrasi menentang Israel.
Mahasiswa internasional jadi penopang universitas AS
Menurut studi yang didukung Departemen Luar Negeri AS, lebih dari 265.000 mahasiswa China belajar di Amerika Serikat pada tahun akademik terakhir. Namun India kini telah melampaui China sebagai negara asal mahasiswa internasional terbesar di AS.
Mahasiswa internasional diketahui lebih sering membayar biaya kuliah penuh, sehingga menjadi sumber pendapatan penting bagi banyak universitas Amerika.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance sebelum menjabat pernah menyerukan agar kelompok konservatif mencari cara untuk melemahkan universitas-universitas AS yang dianggap sebagai pusat dukungan bagi kelompok kiri.
Baca juga: Xi Jinping Peringatkan Trump: Jangan Rusak Hubungan AS dan China
Tag: #dulu #gencar #serang #beijing #trump #kini #ingin #lebih #banyak #mahasiswa #china