Qatar Mulai Turun Tangan Hentikan Perang, Batalkan Serangan AS ke Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, berbicara pada konferensi pers selama KTT darurat Arab-Islam 2025 di Doha pada 15 September 2025.(AFP/MAHMUD HAMS)
19:06
19 Mei 2026

Qatar Mulai Turun Tangan Hentikan Perang, Batalkan Serangan AS ke Iran

- Pejabat Qatar mengatakan Doha sedang menjalin kontak dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran, menurut laporan Al Jazeera, Selasa (19/5/2026).

Ketika ditanya tentang komunikasi dengan Presiden AS Donald Trump, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan, “kontak akan terus berlanjut”.

Komunikasi sedang berlangsung antara para pemimpin regional Teluk dan pihak-pihak yang terlibat dalam perang.

Baca juga: UEA Diam-diam Ajak Arab Saudi dan Qatar Serang Iran, tapi Ditolak


Menanggapi pengumuman Trump yang menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran atas permintaan Qatar, Arab Saudi, dan UEA, ia berkata: “Ya, itu berarti respons yang baik”.

Kemudian terkait hubungan dengan Teheran, al-Ansari mengatakan Qatar terus menjalin kontak, dan kedua negara memiliki hubungan positif.

Seraya mengakui bahwa "Iran telah memilih untuk menyerang Qatar, dan ini merupakan ancaman bagi hubungan antara kedua negara".

Baca juga: Wapres AS Bertemu PM Qatar, Minta Bantu Urusi Mediasi AS dan Iran

Negosiasi AS-Iran butuh banyak waktu

Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?Chat GPT Ilustrasi bendera Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat. Kapan perundingan AS dan Iran di Pakistan?

Majed al-Ansari mengatakan, negosiasi AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan.

"Kami mendukung upaya diplomatik Pakistan yang telah menunjukkan keseriusan dalam mempertemukan pihak-pihak terkait dan menemukan solusi, dan kami percaya bahwa hal itu membutuhkan lebih banyak waktu," kata al-Ansari, dalam konferensi pers, dilansir AFP, Selasa.

Menurutnya, penting untuk mencapai perdamaian karena negara-negara teluk menjadi kawasan paling terancam dalam konflik tersebut.

Baca juga: Warga Iran Mulai Belajar Cara Menembak, Jaga-jaga Lawan AS

"Kami ingin melindungi masyarakat di wilayah ini agar tidak menjadi pihak yang paling dirugikan jika terjadi eskalasi di wilayah tersebut," ujarnya

Dia tidak mengatakan apakah Qatar optimis atau tidak tentang kesepakatan tersebut dan tidak berkomentar lebih lanjut tentang unggahan media sosial Trump.

Trump telah memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu dan memperjelas bahwa ia ingin keluar dari perang yang terbukti merugikan secara politik.

Baca juga: Netanyahu Adakan Rapat Membahas Kemungkinan Perang Lagi dengan Iran

Pada Senin (18/5/2026), dia mengatakan telah menyiapkan opsi serangan militer baru untuk hari berikutnya setelah Iran menolak kesepakatan yang diajukannya.

Namun di hari yang sama, Trump mengatakan di media sosial menangguhkan serangan itu setelah para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memintanya untuk memberi kesempatan pada negosiasi.

Tag:  #qatar #mulai #turun #tangan #hentikan #perang #batalkan #serangan #iran

KOMENTAR