AS Tunda Kirim Rudal Tomahawk, Rencana Serangan Jarak Jauh Jepang Terancam
peluncuran misil Tomahawk()
13:00
26 Mei 2026

AS Tunda Kirim Rudal Tomahawk, Rencana Serangan Jarak Jauh Jepang Terancam

Amerika Serikat dilaporkan menunda pengiriman ratusan rudal jelajah Tomahawk ke Jepang.

Penundaan itu dinilai dapat memperlambat rencana Tokyo untuk memberi militernya kemampuan menyerang pangkalan musuh jika negara tersebut menghadapi ancaman keamanan.

Financial Times melaporkan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberi tahu mitranya dari Jepang, Shinjiro Koizumi, dalam percakapan telepon awal bulan ini bahwa pengiriman hingga 400 rudal Tomahawk berpotensi mengalami penundaan hingga dua tahun.

Baca juga: Eropa Kalang Kabut Kehilangan Tomahawk AS, Siapkan 3 Opsi

Laporan tersebut menyebut keterlambatan berkaitan dengan upaya AS membangun kembali persediaan rudal setelah penggunaan besar-besaran Tomahawk dalam operasi militer terhadap Iran.

Sebelumnya, surat kabar Asahi pada 16 April juga memberitakan adanya “kemungkinan keterlambatan pengiriman” dengan mengutip pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.

Menurut para pejabat itu, keterlambatan tersebut “akan menjadi kemunduran bagi pembangunan pertahanan Jepang”, terutama dalam kemampuan militer untuk melakukan serangan balasan terhadap instalasi musuh.

Koizumi dilaporkan mengatakan kepada Hegseth bahwa ia “memahami” posisi AS, tetapi tetap meminta Washington melakukan upaya yang layak untuk memenuhi komitmen pengiriman rudal yang telah dijanjikan sebelumnya.

Jepang dinilai sudah berkorban secara politik

Dilansir South China Morning Post, James Brown, profesor hubungan internasional di kampus Tokyo milik Temple University, mengatakan, situasi tersebut sangat mengecewakan bagi Tokyo.

“Ini sangat membuat frustrasi bagi Tokyo karena dibutuhkan banyak kerja politik untuk mempersiapkan perubahan kebijakan pertahanan negara agar memungkinkan kemampuan serangan balasan itu,” katanya.

“Dan sekarang mereka memiliki kerangka politiknya tetapi belum memiliki kemampuan nyata karena AS menempatkan dirinya pada posisi tidak mampu memenuhi pesanan untuk Jepang dan sejumlah negara lain,” lanjut Brown.

Ia mengatakan, Tokyo sebelumnya melihat Tomahawk sebagai “solusi sementara yang dapat diandalkan” sampai generasi baru senjata serupa berhasil dikembangkan. Namun kini, menurutnya, muncul pertanyaan apakah AS masih bisa dianggap sebagai mitra yang benar-benar dapat diandalkan dalam sejumlah kerja sama pertahanan.

“Mengingat eratnya hubungan keamanan dengan AS, Jepang kemungkinan tidak akan membatalkan perjanjian itu sepenuhnya dan beralih ke opsi lain,” ujarnya. “Tetapi tidak diragukan lagi ini memalukan dan membuat AS terlihat tidak dapat diandalkan.”

Di sisi lain, Stephen Nagy, profesor hubungan internasional di International Christian University Tokyo, mengatakan, penundaan pengiriman Tomahawk kemungkinan tidak akan banyak memengaruhi keamanan Jepang dalam jangka pendek.

“Secara strategis, senjata ini akan digunakan sebagai alat penangkal terhadap China dan Korea Utara,” katanya.

Menurut Nagy, rudal tersebut mungkin memiliki efek pencegah terhadap Korea Utara yang memiliki kapasitas militer lebih terbatas meski mempunyai senjata nuklir. Namun, ia menilai kemampuan Jepang untuk menghalangi kekuatan militer China tetap akan terbatas.

“Tidak dikirimkannya senjata ini menghadirkan banyak kontradiksi,” katanya.

“AS selama ini mendorong Jepang dan sekutu lainnya untuk meningkatkan belanja pertahanan dan membeli senjata buatan AS, tetapi setelah itu terjadi AS justru tidak mampu mengirimkannya. Itu menunjukkan kontradiksi serius dalam hubungan tersebut.”

Peluang Jepang perkuat industri pertahanan

Helikopter AH-64 Apache milik Pasukan Bela Diri Jepang.Kazuhiro Nogi / AFP Helikopter AH-64 Apache milik Pasukan Bela Diri Jepang.

Nagy mengatakan, Jepang sebenarnya sudah menunjukkan kesediaan untuk melihat alternatif di luar AS dalam proyek pertahanan besar, termasuk kerja sama dengan Inggris dan Italia dalam Global Combat Air Programme untuk mengembangkan jet tempur generasi berikutnya pada 2035.

“Menariknya, saya pikir Jepang bisa membalikkan situasi ini,” ujarnya.

Baca juga: Tegang dengan China, AS Tembakkan Rudal Tomahawk

“Tokyo bisa menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak mampu memenuhi pesanan yang sudah dijanjikan perusahaan pertahanannya sambil tetap memasok kebutuhan militer AS, sehingga perusahaan Jepang dapat bergerak cepat memproduksi peralatan yang sama melalui perjanjian lisensi.”

Jepang sebelumnya telah memiliki pengaturan serupa dengan perusahaan pertahanan AS. Mitsubishi Heavy Industries memproduksi pencegat PAC-3 untuk sistem pertahanan udara Patriot di Jepang berdasarkan lisensi dari Lockheed Martin.

Menurut Nagy, kesepakatan semacam itu dapat membantu Washington mengisi kembali stok persenjataannya sekaligus memberi perusahaan pertahanan Jepang akses terhadap kontrak baru dan teknologi baru.

“Dalam beberapa hal, ini bisa membuka jalan bagi Jepang untuk mendiversifikasi mitra sektor pertahanannya, memperoleh akses teknologi baru dan membangun kemampuan militernya sendiri,” katanya.

Jepang sudah siapkan kapal pengangkut Tomahawk

Kementerian Pertahanan Jepang pada Maret mengatakan, kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang telah menyelesaikan modifikasi dan pelatihan awak di AS untuk mengoperasikan rudal Tomahawk.

Kapal itu dijadwalkan melakukan uji peluncuran di area latihan senjata angkatan laut AS pada musim panas sebelum kembali ke pangkalan utamanya di Sasebo, Prefektur Nagasaki, pada musim gugur dan mulai dikerahkan.

AS sendiri menggunakan Tomahawk di sejumlah kapal selamnya, dan Jepang juga dilaporkan mempertimbangkan langkah serupa.

Sejumlah kapal perang tambahan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang juga akan dimodifikasi agar dapat meluncurkan Tomahawk. Rudal Tomahawk versi terbaru Block V disebut memiliki harga sekitar 2,5 juta dollar AS (sekitar Rp 44 miliar) per unit.

Rudal tersebut memiliki sejumlah varian, termasuk rudal anti-kapal dengan jangkauan hingga 700 kilometer dan versi lain dengan hulu ledak multi-efek untuk menghancurkan berbagai target darat melalui efek ledakan, fragmentasi, dan penetrasi.

Baca juga: Gegara Tomahawk AS Batal Ditempatkan di Jerman, Berlin Gandeng Ukraina

Tag:  #tunda #kirim #rudal #tomahawk #rencana #serangan #jarak #jauh #jepang #terancam

KOMENTAR