Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Berdamai Akhiri Perang
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (IG Masoud Pezeshkian)
17:04
27 Mei 2026

Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Berdamai Akhiri Perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya untuk segera menghentikan segala bentuk pertempuran di kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini diambil guna mewujudkan stabilitas keamanan yang bermartabat bagi seluruh negara terkait.

Melalui pembicaraan intensif dengan Qatar, Teheran kini mulai menyusun cetak biru perdamaian yang lebih konkret. Fokus utama diplomasi tersebut diarahkan pada penyelesaian dokumen kesepakatan di tingkat ahli.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran ingin beralih dari konfrontasi militer menuju resolusi meja perundingan. Proses ini juga menjadi ujian besar bagi komitmen perdamaian yang selama ini disuarakan global.

Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)Masoud Pezeshkian (Iranian Presidency/dpa)

"Presiden Iran berterima kasih kepada Pemerintah Qatar atas dukungan dan upaya konstruktif yang berkelanjutan dalam upaya perdamaian, menyatakan kesiapan Iran untuk bergerak menuju kerangka kerja bermartabat guna mengakhiri perang dan ketegangan regional saat ini," menurut pernyataan resmi Pemerintah Iran.

Pihak Teheran kini menuntut pembuktian nyata dari Amerika Serikat untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam menciptakan perdamaian. Hubungan bilateral kedua negara tersebut memang kerap memanas akibat berbagai ketegangan politik.

"Upaya serius sedang dilakukan, termasuk di tingkat ahli, untuk menyelesaikan dokumen dan teks guna mempersiapkan jalan yang jelas menuju stabilitas," kata Pezeshkian dikutip dari RIA.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada "hak pembelaan diri yang sah" negara tersebut, seraya menekankan bahwa Iran memberikan "tanggapan tegas" terhadap "agresi" Israel. /ANTARA/Anadolu/py

Guna memuluskan rencana tersebut, delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf telah diutus ke Qatar. Misi diplomatik ini membawa agenda krusial mengenai pemulihan hak ekonomi negara.

Negosiasi damai yang dimediasi oleh Qatar ini berpusat pada pembebasan dana finansial Iran yang dibekukan oleh Washington. Pencairan dana tersebut dinilai menjadi kunci utama normalisasi hubungan kedua belah pihak.

Iran telah menyodorkan proposal penyelesaian yang berisi 14 poin usulan sebagai syarat utama rekonsiliasi. Dokumen tersebut memuat tuntutan pengembalian aset luar negeri senilai 24 miliar dolar AS atau berkisar Rp427,2 miliar.

Skema pengembalian dana tersebut rencananya akan dibagi ke dalam dua tahapan pengerjaan utama. Separuh dari total aset wajib dilepaskan pada fase awal, sedangkan sisanya menyusul kemudian.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah berlangsung lama dan melibatkan banyak aktor internasional, termasuk Amerika Serikat. Sanksi ekonomi dan pembekuan aset asing menjadi instrumen tekanan yang kerap dihadapi oleh pihak Teheran.

Hubungan diplomatik yang beralih ke Qatar ini menandai babak baru pencarian solusi perdamaian di tengah krisis. Keberhasilan implementasi 14 poin usulan Iran akan menjadi penentu masa depan stabilitas regional tersebut.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #presiden #masoud #pezeshkian #iran #siap #berdamai #akhiri #perang

KOMENTAR