Pertemuan Rahasia di Gedung Putih Berakhir, Tak Ada Keputusan Final soal Iran
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengadakan pertemuan dengan para pembantu utamanya pada Jumat (29/5/2026) untuk membuat keputusan akhir tentang gencatan senjata dengan Iran.
Akan tetapi, pertemuan tersebut berakhir tanpa kejelasan tentang langkah selanjutnya.
Pertemuan tersebut diadakan di Ruang Situasi Gedung Putih yang digunakan untuk menangani krisis besar.
Trump mengatakan, Iran harus setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir dan Selat Hormuz dibuka kembali untuk lalu lintas pelayaran tanpa batasan, di kedua arah.
Sementara, Iran sebelumnya mengatakan tidak negosiasi mengenai program nuklirnya yang mereka tegaskan untuk tujuan sipil.
Baca juga: Iran Buka Suara, Sebut Trump Berbohong soal Selat Hormuz
AS-Iran sudah sepakati kerangka kerja bersama
Pada Kamis (28/5/2026), kedua negara telah menyepakati kerangka kesepakatan sambil menunggu persetujuan dari Trump dan kepemimpinan Iran, menurut para pejabat AS.
Kesepakatan itu dilaporkan akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai pembicaraan tentang masa depan program nuklir Iran.
"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika dan memenuhi batasan-batasan yang telah ia tetapkan. Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata seorang pejabat Gedung Putih, dikutip dari BBC, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Megah untuk Ali Khamenei
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, Trump berulang kali menyatakan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan, tetapi sejauh ini belum ada hasil yang substansial.
Dalam unggahan media sosial pada Jumat pagi, Trump mengakusiap mencabut blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.
Dia juga bersikeras agar Iran mengizinkan AS untuk mengambil dan menghancurkan uranium yang telah diperkaya miliknya.
"Tidak akan ada transaksi uang sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal-hal lain, yang jauh kurang penting, telah disepakati," ujarnya.
Seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa pertemuan di Ruang Situasi telah berakhir, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga: Tak Gentar Ancaman AS, Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Bantahan Iran soal negosiasi nuklir
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
Kantor berita Fars Iran mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut melaporkan, komentar terbaru Trump merupakan campuran antara kebenaran dan kebohongan.
Iran menyatakan, tidak ada ketentuan untuk menghancurkan bahan nuklir dalam nota kesepahaman tersebut.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pihaknya fokus pada mengakhiri perang dan tidak ada negosiasi mengenai masalah nuklir.
AS telah lama menuntut agar Iran menghentikan produksi uranium yang diperkaya tinggi dan membuang persediaan yang ada, yang secara teori dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.
Baca juga: Trump Gelar Rapat Rahasia di Gedung Putih, Tentukan Nasib Perang Iran
Namun, Iran menyatakan program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Pada Kamis (28/5/2026), Wakil Presiden AS JD Vance menuturkan, para negosiator berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin bahasa, termasuk masalah pengayaan.
"Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya," ujarnya.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menjelaskan, pihaknya hanya percaya pada tindakan, bukan jaminan atau kata-kata.
Baca juga: Bukan Cuma AS dan Israel, UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan
"Tidak akan ada tindakan yang diambil sebelum pihak lain bertindak," katanya dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Pemenang dari setiap kesepakatan adalah pihak yang lebih siap menghadapi perang keesokan harinya," tambahnya.
Baik Iran maupun AS saling tuduh melanggar gencatan senjata dalam beberapa hari terakhir.
Pada hari Kamis, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait yang merupakan "sumber" serangan sebelumnya di Bandar Abbas.
Sementara, Komando Pusat AS mengatakan serangan terhadap Kuwait merupakan pelanggaran gencatan senjata yang sangat serius.
Tag: #pertemuan #rahasia #gedung #putih #berakhir #keputusan #final #soal #iran