Sultan Brunei Rombak Kabinet Besar-besaran, Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu
Pangeran Abdul Mateen dari Brunei berpose saat tiba di KTT Uni Eropa-ASEAN di markas Dewan Eropa di Brussels pada 14 Desember 2022. (AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
15:06
5 Juni 2026

Sultan Brunei Rombak Kabinet Besar-besaran, Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu

- Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran di negaranya. 

Langkah strategis ini dinilai luas sebagai upaya mempersiapkan generasi pemimpin masa depan untuk memegang kendali di kerajaan yang kaya akan minyak dan gas tersebut.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam perombakan kali ini adalah penunjukan salah satu putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam yang baru. 

Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina

Meskipun berada di posisi bawah dalam garis suksesi takhta sebagai anak kesepuluh dan putra keempat Sultan, daya tarik Pangeran Abdul Mateen dinilai mampu memberikan wajah modern bagi keluarga kesultanan.

Di satu sisi, sang pangeran memiliki lebih dari tiga juta pengikut di platform media sosial Instagram, sebagaimana dilansir AFP, Jumat (5/6/2026). 

Pangeran Abdul Mateen dikenal sebagai perwira militer lulusan Inggris di angkatan bersenjata Brunei, seorang pilot helikopter, serta pencinta olahraga polo. 

Di samping tugas barunya sebagai menteri luar negeri, dia akan tetap melanjutkan karier militernya di angkatan bersenjata. 

Pangeran yang baru saja melangsungkan pernikahan megah pada Januari 2024 di Bandar Seri Begawan ini, kerap mendampingi sang ayah dalam berbagai kunjungan resmi ke luar negeri dan KTT diplomatik.

Baca juga: Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei

Selain Pangeran Abdul Mateen, putra Sultan lainnya yang turut ditarik ke dalam pemerintahan adalah Pangeran Abdul Malik (42). 

Putra tertua kedua Sultan yang berada di urutan keempat dalam garis suksesi ini mendapatkan peran kabinet pertamanya sebagai menteri di Kantor Perdana Menteri (PMO).

Pangeran Abdul Malik sendiri merupakan lulusan sarjana pendidikan dari universitas lokal.

Dalam pidato pengumuman yang disiarkan melalui televisi serta diunggah di situs resmi pemerintah, Sultan Hassanal Bolkiah memaparkan alasan di balik keputusan penunjukan para putranya tersebut.

Sultan menyatakan, dia mengambil keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kecenderungan mereka dan paparan awal dalam sistem administrasi pemerintah.

Baca juga: Kondisi Sultan Brunei Stabil Usai Kelelahan Saat KTT ASEAN di Malaysia

Penunjukan kedua pangeran muda ini menggenapkan jumlah anggota keluarga kerajaan di dalam kabinet monarki absolut Asia Tenggara tersebut menjadi empat orang.

Sementara itu, posisi menteri senior di Kantor Perdana Menteri (PMO) tetap dijabat oleh putra sulung Sultan sekaligus Putra Mahkota, Pangeran Al-Muhtadee Billah (52). 

Pangeran Al-Muhtadee Billah, yang telah memiliki dua putra dalam garis suksesi, merupakan calon penerus takhta berikutnya untuk menggantikan sang ayah. 

Sultan Hassanal Bolkiah sendiri saat ini tercatat sebagai monarki yang paling lama berkuasa di dunia yang masih hidup.

Dia bahkan pernah menjadi orang terkaya di planet ini berkat kelimpahan minyak dan gas di negaranya.

Baca juga: Kondisi Sultan Brunei Stabil Usai Kelelahan Saat KTT ASEAN di Malaysia

Kendati melakukan regenerasi di beberapa pos kementerian, Sultan yang kini berusia 79 tahun menegaskan bahwa dirinya akan terus memegang peran-peran kunci di pemerintahan, yakni sebagai perdana menteri, menteri pertahanan, serta menteri keuangan.

Perombakan kabinet ini dilakukan di tengah perhatian publik terhadap kondisi kesehatan sang Sultan. 

Belakangan ini, Sultan mengalami beberapa masalah kesehatan, termasuk harus menjalani operasi lutut pada Januari yang membuatnya lebih jarang tampil di depan umum sepanjang tahun ini. 

Pada tahun lalu, dia juga sempat dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan parah saat menghadiri KTT ASEAN di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Baca juga: Sultan Brunei Kelelahan Saat KTT ASEAN, Dirawat di RS Malaysia

Tag:  #sultan #brunei #rombak #kabinet #besar #besaran #pangeran #abdul #mateen #jadi #menlu

KOMENTAR