Intel Five Eyes Bongkar Operasi Rahasia China: Rekrut Mata-mata lewat LinkedIn
Ilustrasi media jejaring profesional LinkedIn.(SHUTTERSTOCK/NATEE MEEPIAN)
17:18
5 Juni 2026

Intel Five Eyes Bongkar Operasi Rahasia China: Rekrut Mata-mata lewat LinkedIn

China disebut merekrut personel militer serta pejabat pemerintah negara-negara Barat demi mendapatkan informasi sensitif melalui LinkedIn dan platform jaringan profesional lainnya

Jaringan berbagi intelijen Five Eyes yang beranggotakan AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru menyebut operasi tersebut melibatkan agen intelijen militer China yang berpura-pura sebagai pegawai perusahaan konsultan, lembaga pemikir, atau perusahaan perekrutan tenaga kerja.

Dalam buletin peringatan yang diterbitkan sejumlah badan keamanan, termasuk Biro Investigasi Federal AS (FBI), disebutkan bahwa calon target biasanya merespons iklan pekerjaan daring yang tampak sah.

Baca juga: Kala Mata-mata China Menyamar Jadi HRD Palsu demi Mengorek Rahasia Negara...

Mereka yang memiliki akses keamanan, termasuk personel militer atau individu dengan pengetahuan terkait kawasan Indo-Pasifik, kemudian diwawancarai dan diminta membuat “laporan percobaan”.

Setelah itu, informasi yang lebih sensitif mulai diminta melalui laporan-laporan lanjutan. Sebagai imbalan, para perekrut menawarkan bayaran hingga beberapa ribu dollar untuk setiap laporan.

Menurut peringatan tersebut, dalam banyak kasus agen intelijen China menggunakan perusahaan “kedok” yang terlihat sah dan mengklaim beroperasi di luar China.

Penggunaan platform media sosial untuk merekrut mata-mata disebut telah berlangsung setidaknya selama satu dekade, berdasarkan dakwaan federal AS dan pernyataan para pejabat, menurut laporan The Wall Street Journal, Kamis (4/6/2026).

Washington dan sekutunya juga telah berulang kali mengeluarkan peringatan terkait ancaman tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

MI5: "Lebih dari 20 ribu orang Inggris didekati"

Ilustrasi media jejaring profesional LinkedIn.PEXELS/AIRAM DATO-ON Ilustrasi media jejaring profesional LinkedIn.

Peringatan terbaru menunjukkan pejabat Barat menilai ancaman itu masih berlangsung meski upaya untuk mengungkap praktik tersebut telah dilakukan.

Waktu keluarnya peringatan itu juga menjadi sorotan karena muncul beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Dalam kunjungan tersebut, Trump dan pemimpin China Xi Jinping berjanji membangun hubungan yang lebih konstruktif dibandingkan sebelumnya.

Badan keamanan dalam negeri Inggris, MI5, mengatakan lebih dari 20.000 orang di Inggris telah didekati oleh agen China melalui LinkedIn dalam beberapa tahun terakhir untuk memperoleh informasi sensitif.

LinkedIn menegaskan penyamaran identitas melanggar aturan platform tersebut.

“Kami tetap fokus mendeteksi penyalahgunaan yang didukung negara, dan akan terus menegakkan kebijakan kami terhadap akun palsu,” kata LinkedIn dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kisah Mata-mata KGB, Menyamar Jadi Pengasuh Anak Ternyata Agen Berbahaya

Kasus mantan Perwira CIA jadi contoh

Salah satu contoh di AS melibatkan mantan perwira Badan Intelijen Pusat (CIA), Kevin Mallory, seorang veteran militer yang menguasai bahasa Mandarin.

Mallory dinyatakan bersalah pada 2018 karena menjual rahasia pemerintah AS kepada China.

Menurut kesaksian dalam persidangan, Mallory pertama kali dihubungi melalui LinkedIn oleh seorang perekrut China yang menawarkan kemungkinan pekerjaan konsultasi di China.

Ia kemudian melakukan perjalanan ke China dan diberikan telepon aman untuk mengirimkan beberapa dokumen berisi informasi rahasia.

Tahun lalu, lembaga kajian yang berbasis di Washington, Foundation for Defense of Democracies, juga mengidentifikasi dugaan operasi intelijen China yang menargetkan mantan pegawai pemerintah AS yang kehilangan pekerjaan.

Salah satu langkah yang diusulkan lembaga tersebut adalah membuat akun “boneka” yang meniru profil mantan pejabat pemerintah atau pemegang izin keamanan, dengan tujuan memancing agen China keluar dari persembunyian.

China sebut tuduhan itu ironis

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut tuduhan terbaru tersebut sebagai sesuatu yang ironis. Ia menggambarkan kemitraan Five Eyes sebagai jaringan intelijen terbesar di dunia.

Beijing selama ini menyatakan bahwa China justru menjadi korban operasi mata-mata dan pengaruh dari AS, termasuk yang menargetkan pegawai perusahaan milik negara China.

Pemerintah China juga disebut telah membatasi kemampuan sejumlah pegawai perusahaan negara untuk bepergian ke luar negeri seiring meningkatnya persaingan antara AS dan China.

Baca juga: Iran Tembak Jatuh Drone Mata-mata Israel Saat Kesepakatan Damai Hampir Tercapai

Tag:  #intel #five #eyes #bongkar #operasi #rahasia #china #rekrut #mata #mata #lewat #linkedin

KOMENTAR