H-2 Piala Dunia 2026, Massa Guru Blokade Jalan ke Stadion Meksiko
– Ribuan demonstran memblokade jalan utama menuju Stadion Azteca di Ibu Kota Meksiko pada Selasa (9/6/2026), alias H-2 sebelum Piala Dunia 2026 resmi dimulai di venue bersejarah tersebut pada Kamis (11/6/2026) waktu setempat alias Jumat (12/6/2025) WIB.
Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh kelompok sempalan serikat guru CNTE itu menjadi tantangan besar bagi pemerintah Meksiko.
Pasalnya, dunia tengah menyoroti negeri itu sebagai salah satu tuan rumah hajatan sepak bola terakbar di dunia tersebut, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: Studi: Perubahan Iklim Bisa Rusak Tempo Laga Piala Dunia
Stadion Azteca dijadwalkan menjadi tempat pertandingan pembuka Piala Dunia pada Kamis, mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan.
Jutaan pasang mata di seluruh dunia diperkirakan akan menyaksikan upacara pembukaan dan laga tersebut secara langsung.
Menyikapi situasi ini, otoritas setempat telah mengerahkan ribuan petugas keamanan dan memasang pembatas beton di sekitar stadion demi menghalau para demonstran.
Namun, para peserta aksi menegaskan tekad mereka untuk terus bergerak maju.
Baca juga: Jelang Piala Dunia, AS Tiba-tiba Cabut Alokasi Tiket Suporter Iran
"Kami berniat mencapai stadion," ujar Angel Villalobos, salah seorang demonstran, kepada AFP, Selasa.
"Pemerintah sudah memberikan sejumlah respons, tetapi itu tidak membantu, tidak memuaskan kami," lanjutnya.
Demonstran lainnya, Austreberto Flores, juga bersuara senada.
"Kami akan terus berjuang," tegasnya.
Baca juga: 5 Masalah Besar Jelang Piala Dunia 2026
Presiden jamin pertandingan tetap lanjut
Di tengah gejolak ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan bahwa laga pembuka tetap akan digelar sesuai rencana.
"Pertandingan pembuka sudah terjamin," kata Sheinbaum.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menggunakan kekuatan polisi untuk membubarkan demonstrasi tersebut.
Sheinbaum, yang berhaluan kiri, menyebut serangkaian aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk provokasi yang sengaja memperburuk citra negara di mata dunia.
Baca juga: Somalia Marah Wasit Terbaiknya Dicoret dari Piala Dunia, Artan Tetap Legowo
"Seolah-olah ingin berkata 'lihat betapa buruknya situasi di Meksiko'," ujarnya dalam konferensi pers.
Pemerintah selama ini lebih memilih jalur dialog dengan para guru yang berunjuk rasa, namun pendekatan tersebut belum membuahkan hasil.
"Mereka ingin membuat kesan seolah ada gejolak sosial masif di Meksiko, padahal itu tidak benar," tegas Sheinbaum.
Tuntutan kenaikan gaji dan pensiun
Serikat guru CNTE telah mogok kerja sejak pekan lalu. Mereka menuntut kenaikan gaji serta pembatalan undang-undang pensiun yang dinilai merugikan.
Pemerintah menganggap kedua tuntutan itu tidak dapat dipenuhi.
Baca juga: Piala Dunia di Depan Mata, tapi Masalah Masih Ada Saja
Para guru juga mendirikan tenda di dekat zona pendukung Piala Dunia di Lapangan Zocalo, pusat kota Meksiko.
Pada 1 Juni, polisi membubarkan para demonstran di kawasan itu menggunakan peluru karet dan gas air mata.
Untuk Kamis mendatang, para guru berencana menggelar aksi yang lebih besar dengan turut melibatkan keluarga dari para korban "penghilangan paksa", mereka yang diduga dibunuh atau diculik oleh aparat maupun kelompok kriminal.
Piala Dunia 2026 sendiri merupakan edisi paling kompleks secara logistik dalam sejarah penyelenggaraannya, melibatkan tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.
Meksiko pun masih berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan renovasi sejumlah stasiun kereta bawah tanah dan bandara utamanya sebelum turnamen benar-benar bergulir.
Baca juga: Dilarang Masuk AS, Wasit Terbaik Afrika Resmi Dicoret dari Piala Dunia
Tag: #piala #dunia #2026 #massa #guru #blokade #jalan #stadion #meksiko