Hacker Iran Ancam Piala Dunia, Klaim Bobol Drone FBI
Ilustrasi hacker Iran yang menyerang infrastruktur penting AS. (Ilustrasi dibuat menggunakan AI. KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah)
17:36
12 Juni 2026

Hacker Iran Ancam Piala Dunia, Klaim Bobol Drone FBI

Kelompok hacker yang terkait Iran mengeklaim telah membobol drone milik FBI dan mengancam akan menargetkan ajang Piala Dunia yang dimulai pekan ini.

Klaim tersebut disampaikan oleh kelompok bernama Handala, menurut organisasi pemantau kelompok ekstremis, SITE Intelligence Group.

SITE menerbitkan pernyataan dari Handala yang menyebut kelompok itu telah memiliki akses "selama berbulan-bulan" terhadap "setiap gambar dan setiap tersangka" yang ditangkap oleh drone jenis first-person view (FPV) milik FBI.

Baca juga: Hacker Pro-Iran Bobol Jaringan Transportasi AS, Curi 700 GB Data

Dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP, Handala mengeklaim drone FBI yang mereka retas dilengkapi teknologi pengenalan wajah dan pemindaian pelat nomor kendaraan yang digunakan untuk operasi kontra-terorisme.

Kelompok tersebut kemudian memperingatkan keamanan Piala Dunia agar diperketat.

"Lebih baik perketat keamanan Piala Dunia kalian, kami sama sekali tidak menyukai beberapa tim di sana. Jangan lupa: FPV ada di mana-mana; Anda tidak pernah tahu kapan salah satunya bisa berakhir di bus tim Anda," kata Handala dalam pernyataan yang dikutip SITE.

Ancaman itu muncul ketika FBI memang tengah mengerahkan drone di sekitar stadion Piala Dunia untuk melindungi lokasi pertandingan dari pesawat tanpa izin.

Penerbangan drone juga akan dilarang di atas stadion-stadion Amerika Serikat yang menjadi lokasi pertandingan, serta area acara penggemar yang berkaitan dengan turnamen tersebut.

Bukti klaim peretasan dipertanyakan

Meski Handala mengaku berhasil membobol sistem drone FBI, SITE Intelligence Group meragukan bukti yang diberikan kelompok tersebut.

Handala sebelumnya membagikan foto dan rekaman video yang mereka klaim berasal dari drone yang diretas.

Baca juga: Email Bos FBI Dibobol Hacker Iran, Foto-foto Tak Terduga Tersebar di Internet

Namun, SITE menyatakan bahwa salah satu video yang disebut sebagai bukti peretasan sebenarnya dibuat oleh sebuah platform perangkat lunak pada Desember 2024 untuk mempromosikan penggunaan teknologi mereka oleh kepolisian Amerika Serikat dalam survei kerusakan akibat tornado.

Dengan demikian, klaim bahwa rekaman tersebut berasal dari drone FBI yang diretas masih belum terbukti.

Ancaman siber dari Iran

Ilustrasi hackerFreepik Ilustrasi hacker

Departemen Kehakiman AS sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan serangan siber oleh aktor yang terkait Iran setelah serangan AS-Israel terhadap Teheran pada Februari yang memicu perang di Timur Tengah.

Handala juga sebelumnya mengeklaim telah meretas akun email Direktur FBI Kash Patel pada Maret lalu. Kelompok itu kemudian mempublikasikan foto pribadi dan materi lainnya secara daring.

Pemerintah Amerika Serikat saat ini menawarkan hadiah hingga 10 juta dollar AS (sekitar Rp 178 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat membantu mengidentifikasi anggota kelompok tersebut.

Baca juga: Hacker Curi Rp 43 M dari Kemenkeu Sri Lanka, Retas Sistem Komputer

Tag:  #hacker #iran #ancam #piala #dunia #klaim #bobol #drone

KOMENTAR