7 Makanan yang Bantu Lawan Kanker, Rekomendasi Ahli di Hari Kanker Sedunia
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa upaya melawan kanker tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk pilihan makanan.
Para ahli menegaskan bahwa makanan tidak dapat menyembuhkan kanker, tetapi pola makan sehat berperan penting dalam membantu tubuh melindungi sel dan menjaga daya tahan tubuh.
Pesan utamanya, perubahan kecil di meja makan dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Baca juga: Sejarah Hari Kanker Sedunia dan Maknanya bagi Dunia Kesehatan Global
Mengapa pola makan penting dalam pencegahan kanker
Pola makan sehari-hari memengaruhi cara tubuh bekerja melawan penyakit.
Dokter spesialis onkologi Fortis Hospitals Bengaluru, Dr Niti Raizada, menjelaskan bahwa makanan kaya sayur, buah, dan biji-bijian membantu menurunkan peradangan dan memperkuat sistem imun.
Kondisi ini penting karena peradangan kronis dan kerusakan sel dapat meningkatkan risiko kanker. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pola makan sehat tidak menggantikan pengobatan medis.
Baca juga: Jangan Tunggu Gejala Muncul, Lakukan Skrining Kanker Sejak Dini
Makanan sehat adalah pendukung, bukan pengganti terapi
Kepala Departemen Nutrisi Klinis Aster Whitefield Hospital, Veena V, menyampaikan bahwa diet sehat berfungsi sebagai pendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Pola makan kaya nutrisi membantu melindungi sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan, tetapi tidak bisa menggantikan terapi kanker,” ujarnya, seperti dikutip dari Only My Health.
Sebaliknya, konsumsi makanan olahan berlebihan, gula tinggi, dan lemak tidak sehat justru meningkatkan risiko masalah kesehatan. Ia menyarankan masyarakat mulai membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
Baca juga: Dokter Ungkap Dampak Berita Hoaks terhadap Keterlambatan Pengobatan Kanker
7 makanan yang untuk dukung kesehatan sel
Berdasarkan rekomendasi para ahli, berikut tujuh jenis makanan yang dapat membantu tubuh melindungi diri dari risiko kanker.
-
Sayuran hjau dan cruciferous
Brokoli, kol, dan kembang kol mengandung senyawa alami yang membantu proses pembersihan racun dalam tubuh.
-
Buah beri dan buah berwarna cerah
Stroberi, blueberry, jeruk, dan delima kaya antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.
-
Tomat
Tomat mengandung likopen yang dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker.
-
Kunyit dan rempah-rempah
Kunyit mengandung kurkumin yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
-
Bawang putih dan bawang merah
Keduanya membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung kesehatan sel.
-
Teh hijau
Teh hijau mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel dari pertumbuhan tidak normal.
-
Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan
Makanan ini kaya serat dan membantu menjaga kesehatan pencernaan serta keseimbangan hormon.
Baca juga: Lari Ultramaraton di Atas 50 Km dan Risiko Kanker Usus Besar
Cara memasak juga berpengaruh
Selain memilih makanan, cara memasak juga perlu diperhatikan. Veena menjelaskan bahwa memasak dengan suhu terlalu tinggi, seperti menggoreng atau membakar hingga gosong, dapat menghasilkan zat berbahaya. Zat tersebut berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi terus-menerus.
Metode memasak yang lebih aman meliputi mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak.
Makna Hari Kanker Sedunia 2026
Hari Kanker Sedunia 2026 kembali mengusung tema United by Unique, yang menekankan bahwa setiap pengalaman pasien kanker berbeda-beda.
Tema ini mengajak masyarakat untuk melihat kanker secara lebih manusiawi dan menyeluruh. Pola makan sehat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan siapa saja.
Para ahli sepakat bahwa kebiasaan sehat hari ini adalah investasi penting bagi kesehatan di masa depan.
Baca juga: Menemukan Kanker Payudara di Stadium Dini Jadi Kunci Kesembuhan
Tag: #makanan #yang #bantu #lawan #kanker #rekomendasi #ahli #hari #kanker #sedunia