Bacaan Takbiran Idulfitri Versi Panjang: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Tak terasa umat Muslim, khususnya yang mengikuti keputusan pemerintah akan segera meninggalkan bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 2026 yang jatuh pada 1 Syawal 1447 H.
Salah satu momen yang paling dinanti ketika menyambut Hari Raya Idulfitri adalah malam takbiran, di mana lantunan pujian kepada Allah SWT menggema di seluruh penjuru.
Mengumandangkan takbir di malam Idulfitri merupakan salah satu syiar Islam yang sangat dianjurkan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:
"...Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."
Lantas, bagaimana bacaan takbiran Idulfitri yang benar?
Ternyata, selain versi pendek yang sering kita dengar, ada pula takbiran Idulfitri versi panjang yang sangat mulia untuk diamalkan. Berikut ulasan lengkapnya.
Ilustrasi pawai obor di malam takbiran Idul Fitri. [Ist]
Melansir dari buku Fiqih Praktis I karya Muhammad Bagir dan merujuk pada dzikir Rasulullah SAW di bukit Shafa, berikut adalah lafal takbir lengkap:
Lafal Arab:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ ، صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Teks Latin:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar, wa lillaahil-hamd.
Allaahu akbar kabiira, wal-hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyyahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun. Laa ilaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu, wallaahu akbar.
Artinya:
"Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha besar. Segala puji bagi-Nya.
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia Dzat yang menepati janji, Dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah dan Allah Maha Besar."
Jika ingin melafalkan versi yang lebih ringkas, berikut adalah bacaannya:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar, wa lillaahil-hamd.
Artinya: "Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha besar. Segala puji bagi-Nya."
Kapan Takbiran Dimulai dan Berakhir?
Berdasarkan penjelasan dari laman NU Online, anjuran membaca takbir Idulfitri (takbir mursal) dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga imam memulai salat Idulfitri.
Ada dua jenis takbir yang perlu diketahui:
- Takbir Muqayyad: Takbir yang dibaca setelah salat (baik fardu maupun sunah).
- Takbir Mursal: Takbir yang dikumandangkan kapan saja dan di mana saja (di jalan, di masjid, di rumah).
Memperbanyak takbir di malam hari raya bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk syukur kita setelah sebulan penuh berpuasa.
Tag: #bacaan #takbiran #idulfitri #versi #panjang #lengkap #arab #latin #artinya