Kondisi Kamar Tidur yang Bikin Sering Terbangun di Malam Hari
- Tuntutan pekerjaan, tingginya tingkat stres, serta gaya hidup sibuk, kerap disalahkan saat seseorang tidak bisa tidur selama 7-9 jam dengan nyenyak.
Padahal, biang kerok kurangnya istirahat malam sering kali bersembunyi di dalam area paling privat kita, yakni kamar tidur. Tanpa disadari, ada beberapa hal tak terduga yang diam-diam mengurangi jam tidur. Apa saja?
Hal tak terduga yang mengganggu waktu istirahat
1. Cahaya
Paparan cahaya sekecil apa pun di malam hari, terbukti mampu menghambat produksi melatonin sebagai hormon penanda waktu tidur.
“Bahkan, jumlah cahaya biru yang sangat kecil dan mikroskopis yang dipancarkan dari perangkat pengisi daya, atau lampu di halaman belakang yang mengintip melalui jendela, sudah cukup (mengganggu),” kata pakar saraf dan anggota National Academy of Sports Medicine's Scientific Council, dr. Allison Brager.
Baca juga: Sering Terbangun di Malam Hari untuk Pipis, Normalkah?
2. Kasur yang tidak sesuai
Ilustrasi kasur memory foam.
Banyak orang mengabaikan kualitas kasur, padahal ini faktor penting yang menentukan kualitas tidur.
Alas tidur yang terlampau empuk akan membuat tubuh melesak ke dalam, sehingga merusak keselarasan alami tulang belakang.
Di sisi lain, kasur yang kelewat keras memicu titik tekan nyeri yang tidak nyaman, terutama di area bahu dan pinggul. Alhasil, kamu akan gelisah dan terbangun dengan rasa sakit.
Sangat disarankan untuk menyesuaikan tingkat keempukan kasur dengan posisi tidur favorit. Misalnya kasur dengan tingkat keempukan sedang cocok untuk posisi menyamping, tingkat sedang-keras untuk telentang, dan keras bagi yang suka tengkurap. Pastikan juga untuk memperbarui kasur maksimal setiap sepuluh tahun.
Baca juga: Badan Pegal dan Kaku Saat Bangun Tidur? Ini 5 Tanda Kasur Perlu Diganti
3. Suhu ruangan
Temperatur ruangan juga tidak boleh disepelekan. Suhu ruangan yang terlalu dingin memaksa tubuh bekerja ekstra keras demi mempertahankan panas inti, sehingga meningkatkan risiko stres kardiovaskular.
Sebaliknya, ruangan yang gerah akan menghentikan proses pendinginan alami dan memicu risiko dehidrasi.
“Suhu adalah yang mengontrol masuknya kita ke dalam tidur nyenyak dan memulihkan,” jelas dr. Brager.
Kamu bisa mengatur suhu antara 23-25 derajat Celsius agar ruangan tetap sejuk. Namun, ini disesuaikan dengan kondisi kamar tidur dan daerah tempat tinggal.
Baca juga: Suhu Kamar 24 Derajat Celsius Paling Cocok untuk Lansia
Ilustrasi lansia.
4. Jadwal tidur yang berbeda
Kebiasaan pasangan yang suka mendengkur, merebut selimut, atau terus-menerus mengubah suhu AC, bisa sangat mengganggu. Solusi seperti pisah ranjang saat tidur terkadang diperlukan demi kebaikan bersama.
“Tidur secara terpisah bukanlah indikasi masalah hubungan, tetapi perbedaan jam tidur dan kurang tidur yang diakibatkannya dapat menjadi penyebab masalah hubungan. Segalanya akan lebih baik dengan tidur yang cukup, termasuk hubungan,” tutur clinical sleep educator berlisensi, Terry Cralle.
Baca juga: Mengenal Sleep Divorce, Ketika Pasutri Pisah Ranjang demi Kualitas Tidur Lebih Baik
5. Hewan peliharaan
Keberadaan hewan peliharaan kesayangan di atas kasur juga kerap mendatangkan gangguan lewat pergerakan, dengkuran, atau suara gonggongan mereka.
Bagi pemilik kucing, perilaku zoomies atau kebiasaan mereka berlarian dengan kecepatan tinggi, tidak hanya bikin susah tidur, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai solusi, dr. Brager menyarankan agar hewan peliharaan diajak masuk ke dalam kamar di waktu selain ketika kamu sedang mencoba untuk tidur.
6. Suara dari luar
Terakhir, kebisingan dari luar, seperti lalu lintas malam atau sirene, adalah "ancaman" nyata lainnya yang perlu diredam agar kamu bisa tidur lelap.
“Temukan cara untuk meredam kebisingan dengan suara yang tenang, seperti alat penghasil suara white noise," pungkas dr. Brager.
Baca juga: Tiga Jenis Warna Suara Pengantar Tidur, Termasuk White Noise
Tag: #kondisi #kamar #tidur #yang #bikin #sering #terbangun #malam #hari