Celine Dion akan Comeback, Kenali Penyakit Autoimun Langka yang Dideritanya
– Penyanyi dunia Celine Dion dikabarkan akan kembali tampil di panggung setelah sempat vakum akibat masalah kesehatan.
Mengutip laporan Variety, Dion dijadwalkan menggelar konser di Paris La Defense Arena pada September dan Oktober 2026. Sebelumnya, ia menunda sejumlah penampilan sejak mengumumkan diagnosis Stiff Person Syndrome (SPS) pada 2022.
Dalam wawancara, ikon musik berusia 57 tahun ini mengungkapkan kondisi tersebut berdampak besar pada kehidupannya, termasuk kemampuan bernyanyi.
“Kadang terasa seperti ada yang mencekik,” ujarnya, dikutip dari Yahoo Life, Kamis (26/3/2026).
Ia juga mengatakan bahwa kondisi tersebut membuatnya tidak dapat menggunakan pita suara seperti biasanya.
Meskipun demikian, Dion tetap bertekad untuk kembali ke panggung.
“Saya akan kembali ke panggung, meskipun saya harus merangkak. Meskipun saya harus berbicara dengan gerakan tangan. Saya akan melakukannya karena ingin dan merindukannya,” katanya.
Baca juga: Celine Dion Rilis Lagu Baru Setelah Didiagnosis Gangguan Saraf
Mengenal Stiff Person Syndrome
Apa Itu Stiff Person Syndrome?
Stiff Person Syndrome atau sindrom orang kaku merupakan penyakit autoimun langka yang memengaruhi sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang.
Kondisi ini ditandai dengan kekakuan otot, nyeri, serta kejang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Penderita juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap rangsangan seperti suara, sentuhan, atau tekanan emosional yang dapat memicu kejang.
Karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti multiple sclerosis atau Parkinson, kondisi ini sering sulit didiagnosis dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Baca juga: Kisah Irfan Prasatya Aktif Lari Maraton di Usia 60, Saraf Kejepit Jadi Titik Balik
Dampaknya terhadap Suara dan Aktivitas
Pada kasus Dion, SPS tidak hanya memengaruhi mobilitas, tetapi juga kemampuan vokal. Gangguan pada otot di sekitar pita suara dapat membuat suara menjadi lemah, tidak stabil, atau terputus-putus.
“Terkadang hal itu menimbulkan kesulitan saat saya berjalan dan menghalangi saya untuk menggunakan pita suara untuk bernyanyi seperti biasanya,” ucap Dion.
Ahli neurologi Marinos Dalakas menjelaskan bahwa kekakuan otot pada area pernapasan dan pita suara dapat memengaruhi kualitas suara secara signifikan.
“Ketika hal ini memengaruhi diafragma atau otot laring atau otot pita suara, suara menjadi sangat tipis, tidak keluar dengan kuat, dan terfragmentasi,” jelasnya.
Baca juga: Pengaruh Obesitas pada Tubuh, Merusak Saraf, Otot sampai Mental
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama SPS meliputi kekakuan otot pada tubuh dan anggota gerak, serta kejang otot yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga berjam-jam.
Kondisi ini sering disertai nyeri hebat akibat spasme otot (kontraksi atau penegangan otot secara tiba-tiba).
Penderita juga cenderung memiliki sensitivitas tinggi terhadap rangsangan seperti suara, sentuhan, atau tekanan emosional, yang dapat memicu kejang secara tiba-tiba.
Selain itu, gejala lain yang dapat muncul meliputi perubahan postur tubuh dan gangguan pernapasan.
Dalam beberapa kasus, kejang otot dapat terjadi dengan intensitas tinggi hingga berisiko menyebabkan cedera, seperti dislokasi sendi atau bahkan patah tulang.
Baca juga: Awas, Cara Angkat Galon yang Salah Bisa Menyebabkan Saraf Kejepit
Siapa yang Berisiko?
SPS tergolong penyakit yang jarang terjadi dan dua kali lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki.
Gejalanya dapat muncul pada usia berapa pun, tetapi umumnya berkembang pada usia 30 hingga 60 tahun. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan penyakit autoimun lain seperti diabetes, gangguan tiroid, atau vitiligo.
Penanganan dan Pengobatan
Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Stiff Person Syndrome.
Penanganan berfokus pada pengurangan gejala, seperti terapi fisik, peregangan, serta penggunaan obat untuk mengurangi kejang dan nyeri. Pada beberapa pasien, terapi imun juga digunakan untuk membantu mengendalikan respons autoimun.
Selain itu, dukungan kesehatan mental juga penting, mengingat kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.
Baca juga: 7 Penyebab Mata Kering, Ada Faktor Penuaan hingga Penyakit Autoimun
Tag: #celine #dion #akan #comeback #kenali #penyakit #autoimun #langka #yang #dideritanya