5 Cara Mengakhiri Pertemanan Toxic dengan Tegas
Ilustrasi mengobrol. Valentine merayakan cinta romantis, sementara Galentine fokus pada persahabatan yang tak kalah penting.(Freepik/Freepik)
16:35
14 April 2026

5 Cara Mengakhiri Pertemanan Toxic dengan Tegas

- Pertemanan seharusnya menjadi sumber dukungan dan kebahagiaan. Namun, tidak semua hubungan berjalan sehat. Dalam beberapa kasus, pertemanan justru bisa menjadi toxic dan berdampak buruk pada kesehatan mental.

Para ahli menyebut, mengakhiri pertemanan toxic memang tidak mudah. Dibutuhkan keberanian, kejelasan, dan batasan yang tegas agar keputusan tersebut tidak menimbulkan luka berkepanjangan.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Paul Hokemeyer, penting untuk memprioritaskan kesehatan diri.

Baca juga: 5 Tanda Pertemanan Toxic yang Bisa Merusak Mental

“Konselor dapat membantu memediasi percakapan antara Anda dan teman yang toxic,” ujarnya, dikutip dari Prevention, Selasa (14/4/2026).

5 Cara memutus rantai pertemanan toxic dengan tegas

1. Persiapkan diri sebelum mengakhiri hubungan

Langkah pertama yang penting adalah memahami dengan jelas alasan mengapa kamu ingin mengakhiri pertemanan tersebut. Banyak orang merasa ragu atau bersalah, sehingga percakapan menjadi tidak terarah.

Dengan mempersiapkan diri, kamu bisa menyampaikan perasaan secara lebih tenang dan terstruktur. 

Menuliskan poin-poin yang ingin dibicarakan juga dapat membantu agar tidak melupakan hal penting saat berbicara.

Selain itu, berbicara dengan orang terpercaya atau profesional juga sangat disarankan. Hal ini membantu kamu mendapatkan perspektif yang lebih objektif sebelum mengambil keputusan besar.

2. Jujur dan tegas saat menyampaikan keputusan

Kejujuran menjadi kunci dalam mengakhiri hubungan toxic. Meski terasa tidak nyaman, menyampaikan apa yang dirasakan secara langsung justru dapat menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.

Psikolog klinis Forrest Talley menyarankan untuk berbicara secara langsung.

Baca juga: 10 Cara Memutus Pola Toxic Hubungan agar Tidak Semakin Parah

“Cara terbaik untuk mengakhiri pertemanan adalah dengan memberi tahu secara langsung bahwa kamu telah memikirkan keputusan ini dan tidak ingin melanjutkan hubungan,” imbaunya.

Dengan menyampaikan alasan secara jujur, kamu juga membantu diri sendiri untuk tetap konsisten dengan keputusan tersebut.

3. Tetapkan batasan yang jelas setelahnya

Setelah keputusan diambil, langkah berikutnya adalah menetapkan batasan yang tegas. Ini bisa berupa mengurangi intensitas komunikasi hingga benar-benar memutus kontak.

Psikolog Shelley Sommerfeldt menegaskan pentingnya batasan dalam hubungan tidak sehat.

“Tidak apa-apa untuk mengatakan tidak dan tidak selalu tersedia, terutama dalam hubungan yang tidak sehat,” tutur dia.

Dalam beberapa kasus, memblokir media sosial atau menghindari pertemuan langsung bisa menjadi langkah yang diperlukan demi menjaga kestabilan emosi.

4. Hindari terlibat kembali dalam konflik

Saat kamu memutuskan hubungan, bukan tidak mungkin teman tersebut bereaksi dengan marah, sedih, atau bahkan manipulatif. Hal ini bisa memicu rasa bersalah dan membuat kamu ingin kembali memperbaiki hubungan.

Namun, para ahli menyarankan untuk tetap teguh pada keputusan yang telah dibuat. Jika lawan bicara tidak mau mendengarkan atau justru menyerang secara emosional, sebaiknya hentikan percakapan.

Psikolog Suraji Wagage menjelaskan, reaksi tersebut bukan berarti kamu salah.

“Jika mereka merespons dengan kemarahan atau kesedihan, itu tidak berarti kamu melakukan kesalahan,” ujarnya.

5. Fokus pada pemulihan diri setelahnya

Mengakhiri pertemanan toxic bisa meninggalkan perasaan kosong, bahkan ragu. Oleh karena itu, penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri untuk pulih.

Mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Pertemanan yang sehat bersifat timbal balik dan memberikan rasa nyaman.

Menurut para ahli, hubungan yang sehat akan membuat seseorang merasa dihargai dan dipahami, bukan sebaliknya.

Baca juga: Anak Terjebak Pertemanan Toksik, Orangtua Harus Apa?

Selain itu, penting untuk tetap memegang batasan yang telah dibuat. Jangan tergoda untuk kembali terlibat, meskipun ada kenangan baik di masa lalu. Sommerfeldt menekankan pentingnya memprioritaskan diri sendiri.

“Utamakan diri kamu dan pikirkan apa yang sehat untuk hidup kamu,” sarannya.

Memutus pertemanan toxic memang bukan keputusan yang mudah. Namun, langkah ini sering kali diperlukan demi menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.

Tag:  #cara #mengakhiri #pertemanan #toxic #dengan #tegas

KOMENTAR