Penyebab Rambut Rontok Parah Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi rambut rontok(Freepik.com)
07:27
20 April 2026

Penyebab Rambut Rontok Parah Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

- Mengalami rambut rontok secara drastis setelah persalinan merupakan kondisi yang sangat lazim dialami para ibu.

Meski kerap mengkhawatirkan, siklus ini merupakan proses alami tubuh yang berkaitan erat dengan fluktuasi hormon selama hingga sesudah fase kehamilan.

Trichologist Anabel Kingsley menjelaskan, saat seorang wanita tengah mengandung, kadar estrogen dalam tubuhnya akan mengalami lonjakan yang cukup pesat.

"Hal ini membuat rambut berada dalam fase anagen (pertumbuhan) dari siklus pertumbuhan rambut lebih lama dari biasanya," tutur dia, menyadur Harper's Bazaar, Minggu (19/4/2026).

Kondisi tersebut menjadi alasan utama mengapa helaian rambut terasa jauh lebih lebat dan tebal di masa kehamilan.

"Namun, begitu bayi lahir atau selesai menyusui, kadar estrogen turun dan kembali ke keadaan semula," tambah Kingsley.

Baca juga: Cerita Rosa Turunkan Berat Badan 13 Kg Usai Melahirkan, Konsisten Olahraga

Penurunan drastis inilah yang memicu rontok berlebih yang umumnya mulai disadari sekitar 12 minggu pascapersalinan.

Penyebab dan cara mengatasi ambut rontok setelah melahirkan

Faktor pemicu kerontokan

Selain fluktuasi hormon, sejumlah faktor pascamelahirkan turut berperan memperparah masalah ini.

"Rambut rontok juga bisa dipicu oleh kehilangan darah selama persalinan, kurang tidur, peningkatan kecemasan, dan pola makan," kata trichologist Eva Proudman.

Metode persalinan apa pun menurutnya tetap membawa tantangan dan beban tersendiri bagi kelancaran pemulihan fisik seorang ibu.

"Kamu memang menemukan jenis rasa sakit dan ketidaknyamanan fisik yang berbeda dari kelahiran yang berbeda, kehilangan darah dan kelelahan juga bisa sangat bervariasi. Kedua faktor ini akan memengaruhi kerontokan pascapersalinan," lanjut Proudman.

Baca juga: Dukungan Sesama Ibu, Cara Membantu Ibu Baru Lalui Masa Awal Motherhood

Ilustrasi rambut rontok. Rambut rontok tidak selalu berasal dari akar, karena sebagian kasus terjadi akibat rambut yang patah tanpa disadari.Unsplash Ilustrasi rambut rontok. Rambut rontok tidak selalu berasal dari akar, karena sebagian kasus terjadi akibat rambut yang patah tanpa disadari.

Beruntungnya, kondisi mengganggu ini sifatnya tidak permanen. Kingsley mengatakan, kerontokan akan berhenti dengan sendirinya dan semua rambut yang rontok akan tumbuh kembali.

Sebab, tubuh menormalkan kadar hormon, dan mengisi kembali zat besi yang tersimpan setelah kehilangan darah.

Baca juga: Cegah Nyeri Menstruasi dengan Asupan Magnesium dan Zat Besi

Cara mengatasi kerontokan setelah melahirkan

1. Memperbaiki pola makan dan tidur

Cukupi kebutuhan nutrisi untuk mendorong percepatan pertumbuhan helai rambut yang baru.

"Rambut membutuhkan 25 persen dari asupan protein harian kita, jadi pastikan kamu mengikuti pola makan yang baik dengan banyak protein," saran Proudman.

Selain protein, kamu juga tidak boleh melupakan porsi karbohidrat. Jika jadwal makanmu setiap empat jam, makanlah camilan karbohidrat kompleks dalam rentang waktu tersebut. Jangan lupa pula untuk cukup beristirahat.

2. Perawatan kulit kepala dan rambut

Rutinitas perawatan di area akar rambut pantang diabaikan. Menurut Proudman, merawat kulit kepala sama pentingnya dengan rutinitas perawatan kulit. Ia merekomendasikan tahapan eksfoliasi menggunakan salicylic acid.

Baca juga: Tak Banyak Orang Tahu, Rutin Olahraga Kardio Bantu Cegah Rambut Rontok

ilustrasi rambut.canva.com ilustrasi rambut.

"Ini akan sangat membantu melarutkan sumbatan sebum atau sel kulit yang menempel di folikel rambut, serta mengurangi pertumbuhan bakteri.

Perhatikan pula cara menyisir. Penata rambut senior di Larry King Hair, Scott Ade, mengingatkan agar kamu menyisir dengan teknik yang tepat agar rambut tidak kusut.

Cara menyisir yang benar adalah mulai dari bawah ke atas, untuk mengurai kekusutan di ujung rambut terlebih dulu.

Kemudian, jika kamu terbiasa mengikat rambut, hindari menariknya sekuat tenaga ke belakang, seperti gaya rambut Ariana Grande. Sebaiknya, kuncir model cepol dengan ikatan yang tidak terlalu ketat.

Baca juga: Perawatan Rambut Rontok di Korea Selatan Diusulkan Ditanggung Asuransi

3. Perawatan injeksi klinis

Apabila periode menyusui telah berakhir seutuhnya dan fase kerontokan rambut masih berlanjut, perawatan klinis di klinik tepercaya bisa dipertimbangkan.

Dokter bedah plastik dan rekonstruktif Ashwin Soni, menyoroti sebuah prosedur bernama polinukleotida (polynucleotides).

"Polinukleotida adalah salah satu kemungkinan strategi perawatan dalam bentuk produk suntik, yang ditujukan untuk membatasi aksi hormon pada folikel rambut, serta memberikan rangsangan pada pertumbuhan rambut," terang dr. Soni.

Namun, prosedur ini wajib dilakukan oleh tenaga profesional karena mereka sudah memahami dosis dan cara mengaplikasikannya. Kamu juga bisa bertanya lebih lanjut apakah bakal ada efek samping atau tidak.

Baca juga: Obat Penurun Berat Badan Sebabkan Rambut Rontok? Ini Kata Ahli

Tag:  #penyebab #rambut #rontok #parah #setelah #melahirkan #cara #mengatasinya

KOMENTAR