Waspada PMDD, Gangguan Mood Berat Saat Menstruasi
- Perubahan suasana hati saat menstruasi sering dianggap sebagai hal yang wajar.
Akan tetapi, pada kondisi tertentu, gejala emosional yang muncul bisa jauh lebih berat dan mengarah pada gangguan kesehatan mental yang serius.
Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ mengingatkan adanya gangguan yang perlu diwaspadai, yaitu Premenstrual Dysphoric Disorder atau PMDD, yang memiliki gejala lebih berat dibandingkan sindrom pramenstruasi (PMS).
Baca juga: Mengapa Mood Lebih Sensitif Saat Menstruasi? Ini Penjelasan Psikiater
“Harus hati-hati juga ada gangguan psikiatri yaitu premenstrual dysphoric disorder (PMDD), di atas PMS. Kalau sedih itu seseorang bisa depresif banget, sampai tidak mau keluar di masa menstruasi,” tutur dr. Elvine dalam Press Conference Comfort Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation with Laurier, di Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Mengenal tanda-tanda PMDD
1. Gejala emosi yang lebih ekstrem
Menurut dr. Elvine, perbedaan utama antara PMS dan PMDD terletak pada tingkat keparahan gejalanya.
Pada PMDD, perubahan suasana hati bisa menjadi jauh lebih intens dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Biasanya mood-nya jauh lebih depresif dibandingkan orang lain. Pada beberapa klien bahkan sampai ada kepikiran mau ide bunuh diri, atau misalnya menyakiti diri,” jelasnya.
Selain itu, kondisi emosional juga dapat ditandai dengan munculnya rasa pesimisme yang berlebihan serta respons emosi yang lebih kuat terhadap suatu masalah.
“Ada rasa pesimisme yang lebih ekstrem atau misalnya ketika ada masalah respon emosi kita lebih dibandingkan orang lain,” ujarnya.
2. Kondisi yang bisa berulang dan memburuk
Dr. Elvine menegaskan, PMDD bukan kondisi yang terjadi sekali saja, melainkan dapat muncul berulang seiring siklus menstruasi. Jika tidak ditangani dengan tepat, gejalanya berpotensi semakin memburuk.
“Sebenarnya kalau PMDD itu biasanya berulang. Jika tidak diterapi, maka kondisinya akan lebih buruk,” katanya.
Selain gangguan emosi, perempuan yang mengalami PMDD juga dapat merasakan penurunan energi yang signifikan hingga sulit menjalani aktivitas harian.
Baca juga: Mengapa Tubuh Mudah Lelah Saat Menstruasi? Dokter Ungkap Penyebabnya
3. Pentingnya konsultasi ke profesional
Untuk itu, dr. Elvine menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda yang tidak biasa selama menstruasi dan segera mencari bantuan profesional.
“Jika menyadari dalam proses menstruasi merasa nggak baik-baik saja, itu sebaiknya dikonsultasikan ke psikiater. Bisa ke dokter Obgyn dulu untuk melihat kondisi hormon,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam membicarakan kondisi ini, baik dengan sesama perempuan maupun tenaga kesehatan.
Dengan berbagi pengalaman, seseorang dapat memahami apakah kondisi yang dialami masih dalam batas normal atau tidak.
Membandingkan pengalaman dengan orang lain dapat membantu mengenali perbedaan batas normal tersebut.
Jika dirasa berbeda atau lebih berat, tidak ada salahnya untuk melakukan klarifikasi dengan profesional kesehatan.
Dengan pemahaman yang tepat, PMDD dapat dikenali sejak dini dan ditangani secara optimal, sehingga perempuan dapat tetap menjaga kesehatan mentalnya selama menjalani siklus menstruasi.
Baca juga: 6 Tips Membuat Menstruasi Lebih Nyaman Bebas Keluhan
Tag: #waspada #pmdd #gangguan #mood #berat #saat #menstruasi