6 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Race Lari di Medan Naik Turun
(Kiri ke kanan) Running Coach Aditya Madya Pamungkas dalam Media Briefing Road to Maybank Marathon 2026, Kamis (30/4/2026).(KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA)
11:20
3 Mei 2026

6 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Race Lari di Medan Naik Turun

- Mengikuti ajang lari dengan karakter lintasan yang naik turun membutuhkan persiapan berbeda dibandingkan race di jalur datar. 

Banyak pelari kerap fokus pada target waktu dan intensitas latihan, tetapi lupa mempersiapkan aspek-aspek mendasar yang justru menentukan keamanan dan performa saat race berlangsung.

Running Coach Aditya Madya Pamungkas atau yang akrab disapa Dodit menegaskan, persiapan untuk menghadapi race dengan elevasi menanjak maupun turun harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kondisi fisik hingga adaptasi terhadap karakter lintasan.

Baca juga: Ingin Ikut Race Lari Pertama Kali? Ini 6 Tips yang Perlu Diperhatikan

Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti race lari dengan medan naik turun.

6 Persiapan sebelum race lari di medan yang naik turun

1. Lakukan medical check-up 

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan tubuh berada dalam kondisi prima melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

“Untuk mengetahui bagaimana kondisi fisik, ada baiknya kalau melakukan medical checkup. Ini untuk memeriksakan kondisi fisik secara mendalam, yang mungkin enggak kelihatan oleh kasat mata,” kata Dodit dalam Media Briefing Road to Maybank Marathon 2026, Kamis (30/4/2026).

Pemeriksaan ini penting karena beberapa kondisi kesehatan tertentu sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas saat aktivitas sehari-hari. 

Namun ketika tubuh dipaksa bekerja lebih keras saat race, masalah tersebut dapat muncul dan mengganggu performa.

Menurut Dodit, medical check-up membantu pelari memahami kesiapan tubuh secara objektif sebelum menghadapi tantangan lintasan.

2. Ketahui potensi risiko tubuh sejak awal

Selain memastikan kebugaran umum, medical check-up juga membantu mendeteksi kemungkinan masalah yang perlu diantisipasi sebelum lomba.

“Kita bisa tahu kondisi tubuh sebelum race, apakah ada isu yang mungkin kita nggak tahu, sehingga bisa antisipasi lebih awal,” ujarnya.

Baca juga: 4 Kesalahan Umum Pelari Sebelum Race yang Bikin Performa Turun

Antisipasi dini menjadi penting terutama untuk race dengan medan naik turun yang menuntut kerja jantung, paru-paru, dan otot secara lebih intens.

Dengan mengetahui potensi risiko, pelari bisa menyesuaikan strategi latihan maupun target lomba agar tetap aman.

3. Ukur kemampuan melalui benchmark test

Persiapan fisik juga harus dibarengi evaluasi performa melalui pengukuran yang terstruktur.

“Dari sisi performance, bisa lakukan beberapa benchmark test, di mana dari situ kita bisa tahu bahwa kemampuan ini ekuivalennya bisa dikonversikan agar bisa finish race dengan aman,” jelas Dodit.

Benchmark test membantu pelari mengetahui kapasitas aktual tubuh, termasuk pace ideal yang dapat dipertahankan di lintasan menanjak.

Tanpa pengukuran ini, pelari berisiko memulai lomba terlalu cepat, sehingga energi terkuras sebelum mencapai garis akhir.

4. Adaptasikan tubuh dengan kondisi lokasi race

Faktor lingkungan menjadi aspek penting yang kerap terlupakan. Adaptasi terhadap suhu dan kelembapan membantu tubuh menyesuaikan respons fisiologisnya.

“Coba juga membiasakan diri dengan waktu di lokasi race. Misalnya ikut race di Bali, maka dikalkulasi, harus start jam berapa larinya, supaya tubuh bisa beradaptasi menghadapi panas dan humidity-nya,” katanya.

Pelari yang terbiasa berlatih dalam kondisi serupa biasanya lebih siap mengelola tenaga saat lomba.

Kondisi cuaca yang panas dapat mempercepat dehidrasi dan meningkatkan rasa lelah, terutama saat lintasan menanjak.

5. Atur strategi hidrasi dan nutrisi

Setelah memahami karakter lintasan dan cuaca, pelari perlu menyusun strategi asupan cairan dan energi.

“Setelah paham medannya, maka bisa atur hidrasinya, carbo loading-nya, kira-kira butuh berapa liter air ketika berlari dicuaca panas,” ujar Dodit.

Baca juga: Hal yang Perlu Dihindari Saat Ikut Lomba Lari, Jangan Terlalu Ambisius

Medan naik turun menuntut pengeluaran energi lebih besar dibanding lintasan datar. Karena itu, kebutuhan cairan dan karbohidrat juga harus disesuaikan.

Persiapan nutrisi yang matang membantu menjaga stamina tetap stabil sepanjang race.

6. Latih kekuatan otot dan disiplin pada kemampuan diri

Untuk menghadapi elevasi, pelari membutuhkan kekuatan otot yang memadai.

“Lalu, jika medannya menanjak atau naik-turun, mulai latihan hill training, kalau nggak bisa hill training, maka bisa diganti strengh training,” kata Dodit.

Ia menambahkan, dalam menghadapi medan menanjak juga butuh kemampuan otot yang kuat. Semakin terlatih badannya, maka semakin tahu cara mengatasinya.

Selain latihan fisik, Dodit mengingatkan pentingnya disiplin terhadap batas kemampuan diri.

“Sedisiplin mungkin dengan kemampuan dirinya sendiri, jangan terpancing dengan teman yang apalagi yang teman yang lebih cepat. Kadang ketarik teman yang lebih cepat kelelahan,” tegasnya.

Menurut dia, menjaga ritme sesuai kapasitas pribadi menjadi kunci agar pelari dapat menuntaskan race dengan aman dan tetap menikmati setiap tantangan di lintasan.

Tag:  #yang #harus #dipersiapkan #sebelum #race #lari #medan #naik #turun

KOMENTAR