Curhat Jake Rosmarin Penumpang Kapal MV Hondius Saat Jalani Karantina Hantavirus
Jake Rosmarin membagikan fotonya di ruang karantina di Omaha, Amerika Serikat()
19:10
14 Mei 2026

Curhat Jake Rosmarin Penumpang Kapal MV Hondius Saat Jalani Karantina Hantavirus

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah tiga penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya harus dievakuasi ke berbagai negara untuk menjalani karantina.

Kapal yang berangkat dari Amerika Selatan itu awalnya membawa sekitar 150 orang dari 23 negara untuk menikmati pelayaran ke wilayah terpencil mengutip dari Al Jazeera, sebelum perjalanan berubah menjadi situasi darurat kesehatan internasional.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian itu, para penumpang yang dikarantina mulai membangun rutinitas baru di kamar isolasi mereka masing-masing.

Baca juga: Awas, Tikus Bisa Tularkan Hantavirus ke Manusia, Penyakit Apa Itu?

Keseharian berjalan lambat di ruang karantina

Jake Rosmarin membagikan kesehariannya di Instagram Jake Rosmarin membagikan kesehariannya di InstagramSalah satu penumpang MV Hondius, Jake Rosmarin, membagikan kesehariannya selama menjalani karantina di Omaha, Amerika Serikat, kepada BBC.

Pria berusia 29 tahun itu awalnya berencana pulang ke Boston bersama tunangannya usai pelayaran selama 35 hari, tetapi kini ia terpaksa tinggal selama berminggu-minggu di fasilitas medis khusus karantina.

Pada hari Rabu melalui wawancara dengan BBC, Jake mengawali harinya dengan membuat roti lapis isi telur di kamarnya menggunakan bahan makanan yang ia pesan dari menu yang disediakan oleh staf fasilitas medis.

Jake bercerita kalau perawat datang dua kali sehari untuk mengingatkannya mengecek suhu tubuh.

Baca juga: Cara Membedakan Batuk Alergi dan Batuk karena Virus

Selama karantina di Omaha, Jake mengatakan perlindungan yang dikenakan staf ketika datang ke kamar untuk mengantarkan barang atau makanan berupa masker dan pelindung wajah.

Namun, ketika staf masuk ke kamar untuk mengambil darah Jake, perlengkapan medis yang dikenakan staf tersebut menurut Jake lebih banyak.

“Setiap berganti ruangan, mereka harus melepasnya dan kemudian mengenakan perlengkapan baru,” ujarnya.

Kamar karantina yang ditempatinya dilengkapi dengan tempat tidur, televisi, telepon, meja, juga sepeda olahraga. Meski begitu, tak dapat dipungkiri Jake merasa jenuh dengan hari yang berjalan lambat.

Demi membuat ruang isolasi terasa lebih nyaman, Jake memesan berbaai macam paket secara online seperti alas kasur baru, bantal, sampai buku mewarnai untuk mengisi kesehariannya.

“Saya rasa saya hanya kewalahan,” ujarnya.

Selain memesan barang secara online, orang-orang terkasih seperti keluarga dan tunangannya pun rutin berhubungan dengan Jake untuk memastikan kebutuhan Jake selama di karantina.

Baca juga: IDAI: Kebiasaan di Rumah dan Sekolah Jadi Kunci Mencegah Penyebaran Virus Nipah

Media sosial jadi pelarian

Jake Rosmarin membagikan menu makanannya di Instagram Jake Rosmarin membagikan menu makanannya di InstagramSebagai kreator konten dan fotografer, Jake tetap aktif membagikan pengalaman karantinanya di media sosial melalui akunnya @jakerosmarin yang saat ini telah memiliki jumlah pengikut sebanyak 127 ribu pengikut.

Melalui akun tersebut, Jake membagikan rutinitas kecil seperti menu yang dimakannya setiap hari ketika sarapan, makan siang, camilan, hingga makan malam.

Contohnya, pada hari Kamis (14/05) Jake membagikan menu sarapannya berupa telur orak-arik, bacon, English muffin, kopi, dan susu almond.

Lalu, untuk makan siang, menu yang dipesannya lebih bernutrisi berupa salad, ayam panggang, sup kentang, dan diet coke. Bahkan, di unggahan tersebut ia mengatakan kalau ia juga memesan menu kopi dari Starbucks.

Baca juga: Seberapa Lama Virus Flu dan Batuk Bisa Menular?

“Seluruh hidup saya ada di media sosial, dan jika saya tidak bisa membuat konten, saya tidak tahu harus melakukan apa dengan diri saya sendiri,” ujar Jake.

Ia mengaku bahwa konten yang dibagikannya menuai beragam respons dari publik. Ada yang memberikan dukungan, tetapi tidak sedikit pula yang menuding para penumpang egois karena ingin segera turun dari kapal.

“Membaca komentar-komentar itu membuat semuanya terasa berat,” tuturnya.

Ke depannya untuk membuat masa karantina terasa lebih ringan untuk dilewati, Jake berencana untuk mengabadikan pengalamannya lewat tulisan.

"Ini bukan sesuatu yang ingin saya lupakan, karena ini adalah cerita yang pasti ingin saya ceritakan kepada anak-anak saya suatu hari nanti," ungkap Jake kepada BBC.

Baca juga: Jalani Karantina Sendiri di Rumah, Apa yang Harus Dilakukan?

Karantina hantavirus berbeda dengan Covid-19

Meski sama-sama melibatkan isolasi dan pemantauan ketat, karantina hantavirus berbeda dibandingkan masa pandemi Covid-19.

Hantavirus tidak menyebar melalui interaksi sosial biasa seperti Covid-19. Penularan antarmanusia pada strain Andes virus sangat jarang terjadi dan umumnya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menegaskan kalau Hantavirus bukanlah Covid-19 kedua.

“Saya perlu Anda mendengar saya dengan jelas: ini bukan COVID yang lain,” pungkasnya melalui keterangan resmi dikutip dari Al Jazeera.

Selain itu, masa inkubasi hantavirus jauh lebih panjang, yakni satu hingga delapan minggu. Karena itu, penumpang MV Hondius yang tidak bergejala tetap diminta menjalani karantina sampai enam minggu sambil memantau kondisi tubuh mereka.

Menurut WHO, hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Tag:  #curhat #jake #rosmarin #penumpang #kapal #hondius #saat #jalani #karantina #hantavirus

KOMENTAR