7 Penyebab Ketiak Gatal, dari Iritasi hingga Kanker
Ilustrasi ketiak iritasi karena tawas.(SHUTTERSTOCK)
08:40
21 Mei 2026

7 Penyebab Ketiak Gatal, dari Iritasi hingga Kanker

- Ketiak yang gatal sering mengganggu aktivitas harian dan bisa menurunkan rasa percaya diri.

Meski kerap dianggap sekadar masalah kebersihan biasa akibat tumpukan keringat, rasa tak nyaman di area lipatan ini sebenarnya merupakan sinyal dari tubuh tentang kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penanganan tepat.

Karakteristik anatomi ketiak terbilang unik, karena posisinya yang tersembunyi, saling bergesekan, dan cenderung lembap.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Bau Ketiak Menurut Dokter, Jaga Skin Barrier

"Ada banyak peluang untuk terjadinya masalah," kata profesor dan Chair of Dermatology di George Washington School of Medicine, dr. Adam Friedman, melansir Today, Rabu (20/5/2026).

Di bawah permukaan kulit ketiak terdapat persimpangan penting yang meliputi kelenjar getah bening, pembuluh darah, dan saraf.

"Hanya berdasarkan lokasinya saja, kamu bisa dengan mudah mengalami masalah, karena ini adalah kulit yang bersentuhan dengan kulit. Kami menyebutnya sebagai area intertriginosa," ujar dr. Friedman.

"Kulit di ketiak juga cenderung sedikit lebih tipis, lebih sensitif, dan terpapar banyak hal," ungkap dokter spesialis kuilt di Weill Cornell Medicine, r. Jack Levy.

Penyebab ketiak gatal yang perlu diwaspadai

1. Iritasi kulit biasa

Pertanda paling umum dari rasa gatal di ketiak adalah dermatitis kontak iritan, yakni peradangan yang merusak pelindung alami kulit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai hal yang bersentuhan langsung dengan area tersebut setiap hari.

Faktor-faktor seperti gesekan pakaian yang ketat saat berolahraga, sisa detergen yang menempel di serat baju, sabun mandi, hingga maraknya penggunaan produk pencerah ketiak, bisa memicu masalah peradangan kemerahan ini.

"Siapa pun bisa terkena ruam ini sebagai respons terhadap zat eksternal atau zat yang dibuat secara internal," ujar dr. Friedman.

Baca juga: 5 Tips Merawat Jerawat Ketiak agar Tidak Semakin Parah

2. Reaksi alergi spesifik

Berbeda dari iritasi biasa, masalah ini menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhmu bereaksi spesifik terhadap suatu zat pemicu alergi.

Ilustrasi bau ketiak, penyebab bau ketiakShutterstock/MRAORAOR Ilustrasi bau ketiak, penyebab bau ketiak

Reaksi ini menimbulkan peradangan lambat yang biasanya memunculkan ruam dalam rentang belasan hingga puluhan jam setelah kulit terpapar kandungan pewangi, pewarna, atau bahan logam dalam produk deodoran.

"Hanya orang-orang yang (kulitnya) peka (sensitif) terhadap suatu zat yang mengalaminya. Biasanya ini berupa ruam yang sangat gatal dan mirip keracunan tanaman," jelas dr. Friedman.

3. Tanda penyakit kulit kronis

Sensasi gatal yang muncul tiba-tiba tanpa paparan produk bahan kimia apa pun bisa menjadi sinyal adanya penyakit bawaan.

Eksim sering kali menyerang area lipatan dan memunculkan bercak kulit yang sangat kering, bersisik, serta gatal yang rentan kambuh akibat perubahan cuaca maupun stres.

Baca juga: 4 Cara Menghaluskan Ketiak Kasar Menurut Dokter, Termasuk Eksfoliasi

"Eksim terjadi ketika lapisan atas kulit, pelindungnya, tidak bekerja dengan baik, ditambah dengan disregulasi imun, dan bersama-sama, keduanya menciptakan ruam," papa dr. Friedman.

4. Penumpukan keringat

Keringat memberi sinyal gatal ketika cairannya tidak bisa menguap dengan baik dan justru bercampur dengan sel kulit mati.

Air keringat membuat lapisan atas kulit terlalu basah, lalu sisa penumpukan tersebut menyumbat pori-pori kulit sehingga berujung pada biang keringat.

"Keringatmu sangat mengiritasi karena airnya memenuhi lapisan atas kulit, menyebabkannya menjadi terlalu lembap, dan setelah menguap, garam yang tersisa sangat gatal," terang dr. Friedman.

Ilustrasi kenapa ketiak bau walaupun sudah mandi?Shutterstock/ShotPrime Studio Ilustrasi kenapa ketiak bau walaupun sudah mandi?

"Miliaria apokrin adalah kondisi yang mengakibatkan peradangan pada kelenjar ini, yang dapat menyebabkan benjolan merah kecil di ketiak yang sangat gatal," lanjut dia.

Baca juga: Apa Penyebab Jerawat di Ketiak?

5. Luka akibat cukuran

Rutinitas mencukur bulu juga kerap meninggalkan sinyal masalah yang ditandai dengan ruam merah perih berhari-hari.

Kondisi kulit yang tidak dibasahi dengan baik, penggunaan mata pisau yang sudah tumpul, serta teknik mencukur yang terlalu kasar, adalah penyebab utama timbulnya rasa gatal layaknya sensasi terbakar pada lipatan tersebut.

6. Infeksi bakteri atau jamur

Rasa gatal tak tertahankan juga bisa berarti bahwa jamur dan bakteri sedang berkembang biak tak terkendali di area yang bersuhu hangat tersebut.

Hal ini umumnya menginfeksi bagian folikel rambut dan menciptakan bercak ruam merah muda atau coklat yang batasnya terlihat jelas.

"Kami bisa melakukan tes untuk ini dengan melihat di bawah lampu fluoresen, dan bakteri tersebut akan memancarkan warna merah koral," ujar dr. Levy.

"Infeksi jamur umum lainnya adalah kurap, yang dapat terjadi di ketiak dan terasa sangat gatal," tambah dr. Friedman.

7. Kemungkinan kanker

Dalam persentase kasus yang terbilang jarang terjadi, sensasi gatal yang tak kunjung sembuh bisa merujuk pada indikasi kanker tertentu. Kondisi ini biasanya beriringan dengan munculnya benjolan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika rasa gatal menetap, dan diikuti dengan gejala lain seperti nyeri hebat yang menjalar, munculnya benjolan baru, ruam yang menyebar ke tubuh lain, atau demam tinggi, segera konsultasi ke dokter.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Bulu Ketiak Secara Alami 

Tag:  #penyebab #ketiak #gatal #dari #iritasi #hingga #kanker

KOMENTAR