Anak 4 Tahun Ini Sudah Jago Gymnastics, Begini Cara Orangtua Mendampinginya
Partha Wardhana Darmawan mungkin masih berusia 4 tahun, tetapi kesehariannya sudah dipenuhi berbagai aktivitas yang melatih disiplin sejak dini.
Mulai dari sekolah, belajar, hingga latihan gymnastics dua kali sehari sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.
Ketertarikan Partha pada gymnastics bermula dari rumah. Sang ibu, Yossy Pramitha, bercerita bahwa Partha mulai tertarik olahraga tersebut setelah sering melihat kakaknya berlatih.
Saat itu, usia Partha masih sekitar 2 tahun. Ia mulai meniru berbagai gerakan sederhana dan tampak menikmati aktivitas tersebut.
“Awalnya Partha melihat dan mengikuti kakaknya yang sudah terlebih dahulu ikut gymnastics,” ujar Yossy kepada Kompas.com, Senin (25/4/2026).
Sebagai mantan atlet gymnastics, Yossy mengaku cukup cepat menyadari kemampuan anaknya.
Ia melihat Partha memiliki koordinasi gerak yang baik dan mampu memahami instruksi dengan cepat meski masih balita.
Baca juga: Kisah Barlina, ART di Hong Kong yang Jago Dead Hang dan Punya Sertifikat Pelatih Yoga
Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.
Pagi Latihan, Siang Sekolah, Sore Kembali Berlatih
Kini, aktivitas Partha sehari-hari sudah cukup teratur. Setelah bangun pagi dan sarapan, ia menjalani sesi latihan gymnastics sebelum berangkat sekolah di Bimba AIUEO.
Setelah pulang sekolah, Partha biasanya makan siang dan beristirahat sejenak.
Pada sore hari, ia kembali menjalani latihan hingga malam menjelang.
Rutinitas itu kemudian ditutup dengan belajar dan les mengaji sebelum tidur.
Meski jadwalnya terlihat padat, Yossy mengatakan dirinya tetap berusaha menyesuaikan semuanya dengan kondisi anak.
Menurutnya, menjaga suasana tetap menyenangkan menjadi hal penting agar Partha tidak merasa terpaksa.
Baca juga: Cerita Amna Al Qubaisi Jadikan Makeup sebagai Perisai di Lintasan Balap
Orangtua Andalkan Pendekatan yang Menyenangkan
Yossy mengatakan dirinya dan keluarga kerap memberikan apresiasi sederhana untuk menjaga semangat Partha saat latihan.
Reward yang diberikan pun tidak berlebihan, mulai dari makanan favorit hingga mainan kecil yang disukai anaknya.
“Kami biasanya kasih hadiah sederhana supaya dia tetap semangat latihan,” kata Yossy.
Di sisi lain, tantangan mendampingi anak usia dini tentu tetap ada. Ada kalanya Partha merasa lelah, tidak mood, atau lebih ingin bermain dibanding berlatih.
Saat kondisi itu muncul, Yossy memilih memberi pengertian secara perlahan dibanding memaksa.
“Kami kasih tahu kalau latihan itu bikin badan tambah kuat, bisa ketemu teman-teman, dan bermain juga,” ujarnya.
Baca juga: Dari 128 Kg ke 93 Kg, Cerita Diet Topik Sudirman yang Berawal dari Ejekan
Belajar Disiplin sejak Kecil
Bagi Yossy, gymnastics bukan hanya soal mengejar prestasi olahraga. Ia melihat latihan rutin juga membantu membentuk kebiasaan disiplin pada diri anak.
Menurutnya, Partha mulai memahami tanggung jawab sederhana sesuai usianya, termasuk mengenali jadwal kegiatan sehari-hari.
“Dia sudah tahu kapan waktunya latihan, sekolah, dan kegiatan lainnya,” tutur Yossy.
Sebagai orangtua, Yossy berharap Partha dapat terus berkembang dan menikmati proses yang dijalani.
Ia juga berharap sang anak bisa memiliki masa depan yang lebih baik, baik di dunia olahraga maupun kehidupannya kelak.
Tag: #anak #tahun #sudah #jago #gymnastics #begini #cara #orangtua #mendampinginya