Apakah Benar Dadan Hindayana Ahli Serangga? Ini Riwayat Pendidikan dan Kariernya
Di tengah kabar pencopotannya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana kini dikabarkan dijemput oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Dadan disebut diciduk oleh penyidik Kejagung pada Rabu pagi, 3 Juni 2026. Selain dirinya, dua mantan petinggi BGN lainnya juga disebut-sebut turut diperiksa Kejagung.
Kabar penjemputan tersebut mencuat bersamaan dengan penggeledahan yang dilakukan Kejagung di kantor BGN yang berlokasi di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai pencopotan dan penjemputan Dadan, publik juga menyoroti latar belakang akademiknya.
Salah satu pertanyaan yang banyak muncul di mesin pencarian Google adalah apakah benar Dadan Hindayana merupakan seorang ahli serangga.
Tingginya pencarian terkait topik tersebut tentu menunjukkan besarnya rasa penasaran publik terhadap sosok mantan Kepala BGN itu.
Lalu, benarkah Dadan Hindayana merupakan ahli serangga? Berikut penjelasannya.
Dadan Hindayana (Instagram)Apakah Benar Dadan Hindayana Ahli Serangga?Sebelum dipercaya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana lama dikenal sebagai akademisi dan dosen di Departemen Proteksi Tanaman, IPB University.
Bidang keahliannya berkaitan erat dengan entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga. Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi IPB University, Dadan memiliki minat riset (research interest) di bidang Ekologi Serangga.
Latar belakang pendidikannya juga menunjukkan fokus yang kuat pada bidang tersebut. Dadan menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian IPB pada 1990 dan tercatat sebagai lulusan terbaik.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Jerman. Pada periode 1995–1997, Dadan menempuh program penyetaraan di Universitas Rheinischen Friedrich-Wilhelms Bonn.
Gelar doktor selanjutnya diraih Dadan dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000 dengan spesialisasi Entomologi Terapan, dengam disertasinya kala itu membahas perihal interaksi predator serangga.
Kariernya sebagai pendidik dimulai pada 1992 di Departemen Proteksi Tanaman IPB. Selama mengajar, Dadan mengampu sejumlah mata kuliah, termasuk ekologi serangga dan pengendalian hama terpadu.
Selain aktif di dunia akademik, Dadan juga berkontribusi dalam pengembangan institusi pendidikan.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB pada periode 2003–2008.
Tak hanya itu, Dadan juga dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Pertanian Kelautan (STPK) Banau Halmahera Barat pada 2014–2022.
Pengalamannya juga meluas ke berbagai sektor. Dadan pernah menjadi konsultan di Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan.
Ketita itu, ia turut terlibat dalam berbagai proyek strategis, mulai dari pengelolaan rumput lapangan Gelora Bung Karno hingga menjadi mediator dalam penyelesaian konflik agraria di Pulau Taliabu.
Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan Kepala BGNPresiden RI Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa, 2 Juni 2026.
"Berkenaan dengan hal tersebut, selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Pras di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Tak hanya itu, Prabowo juga melakukan pergantian jabatan terhadap dua Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Jabatan Kepala BGN telah digantikan oleh Nanik S. Deyang. Hal itu juga disampaikan Prasetyo Hadi.
"Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," ungkapnya.
Tag: #apakah #benar #dadan #hindayana #ahli #serangga #riwayat #pendidikan #kariernya