Setor Sampah Bisa Jadi Tabungan, BTN (BBTN) Perluas Program ke 15 Kota
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus.(DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK)
21:04
3 Juni 2026

Setor Sampah Bisa Jadi Tabungan, BTN (BBTN) Perluas Program ke 15 Kota

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus.

Kerja sama ini menjadi bagian dari pengembangan Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu yang bertujuan mendorong pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, sebagai bank yang telah membiayai jutaan hunian di Indonesia, BTN memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Baca juga: Bos Danantara Sebut Proyek Sampah Jadi Energi Listrik Diminati Investor Global, China hingga Timur Tengah

Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Menurut dia, upaya pengurangan emisi dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, termasuk pengelolaan sampah dari rumah.

“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).

Rumah tangga jadi penyumbang terbesar sampah nasional

Setiyo menjelaskan, pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting karena sektor ini masih menjadi penyumbang terbesar produksi sampah di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), rumah tangga berkontribusi sekitar 46,3 persen terhadap total produksi sampah nasional. Jumlah tersebut setara dengan 34,1 juta ton sampah per tahun.

Baca juga: Sampah KAI Capai 1.854 Ton per Tahun, Pengelolaan Terintegrasi Dimulai di Gambir

Ilustrasi pengelolaan sampah.SHUTTERSTOCK/ROMAN KAIETZ Ilustrasi pengelolaan sampah.

Namun, dari total sampah yang dihasilkan tersebut, baru sekitar 31,3 persen atau sekitar 10,7 juta ton yang berhasil dikelola.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan dalam pengelolaan sampah nasional, sekaligus membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus, BTN berupaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Sampah anorganik dikonversi menjadi bernilai ekonomi

Dalam program tersebut, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik, seperti plastik, kardus, aluminium, besi, dan kaca.

Baca juga: Pemerintah Ingin Ubah Gunungan Sampah Jadi BBM, TNI dan BRIN Ikut Terlibat

Sampah yang disetorkan kemudian akan dikonversi menjadi nilai ekonomi yang langsung masuk ke rekening BTN milik nasabah.

Skema tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah rumah tangga, sekaligus memberikan manfaat finansial dari aktivitas yang dilakukan.

BTN menilai pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan baru di masyarakat, di mana pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan.

Program akan diperluas ke delapan provinsi

Hingga Maret 2026, Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah yang berasal dari 21 klaster perumahan.

Baca juga: Danantara Bentuk Denera, Raksasa Pengelolaan Sampah yang Dibidik Melantai di Bursa

BTN berencana memperluas cakupan program tersebut ke delapan provinsi dan 15 kota di Indonesia.

Perluasan program diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi berbasis rumah tangga.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui layanan yang hadir dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut dia, BTN tidak hanya ingin berperan dalam pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Baca juga: PGN Dorong Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan Sampah Plastik

“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutur Hermita.

Tag:  #setor #sampah #bisa #jadi #tabungan #bbtn #perluas #program #kota

KOMENTAR