HIMKI: Jawa Timur Berpeluang Jadi Pusat Industri Mebel ASEAN
Ilustrasi furnitur rotan.(KOMPAS.com/Dena Sari Dewi)
20:56
3 Juni 2026

HIMKI: Jawa Timur Berpeluang Jadi Pusat Industri Mebel ASEAN

- Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat industri mebel dan kerajinan terbesar di kawasan ASEAN.

Dukungan infrastruktur yang kuat, sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif, serta jaringan ekspor yang luas menjadi modal utama provinsi tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar global.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, mengatakan Jawa Timur memiliki berbagai keunggulan baik keberadaan pelabuhan internasional, kawasan industri yang berkembang, sumber daya manusia yang unggul, hingga jaringan ekspor yang telah terbangun dengan baik selama bertahun-tahun.

Baca juga: HIMKI: Industri Mebel Tak Bisa Selamanya Bergantung pada Pelemahan Rupiah

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul SoburKOMPAS.COM /KIKI SAFITRI Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur

Jawa Timur juga menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan furnitur dan kerajinan berkelas dunia yang telah membawa nama Indonesia ke berbagai pasar internasional.

“Sepulang dari kunjungan industri ke Nankang, China, saya semakin yakin bahwa masa depan industri mebel dan kerajinan Indonesia tidak ditentukan oleh satu atau dua perusahaan besar, tetapi oleh kemampuan kita membangun ekosistem yang kuat, produktif, dan saling terhubung,” ujar lewat keterangan pers, Rabu (3/6/2026).

HIMKI pun mendorong penguatan industri mebel dan kerajinan nasional melalui pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi dan saling terhubung.

Untuk mengakselerasi hal tersebut sejumlah tantangan mesti disiasati industri, mengingat tantangan saat ini telah bergeser dari sekadar persaingan antarperusahaan menjadi persaingan antar ekosistem industri yang mampu menciptakan efisiensi, inovasi dan nilai tambah secara berkelanjutan.

Baca juga: Penguatan Dollar AS Belum Cukup Dongkrak Ekspor Mebel, Pelaku Usaha Minta Kepastian Kebijakan

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD HIMKI) Jawa Timur. Dokumentasi HIMKI Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD HIMKI) Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Sobur saat Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (DPD HIMKI) Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua DPD HIMKI Jawa Timur terpilih, Glenn Candranegara, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar anggota, meningkatkan daya saing industri, memperluas akses pasar ekspor, serta mendorong regenerasi pelaku industri mebel dan kerajinan di Jawa Timur.

Musda DPD HIMKI Jawa Timur dihadiri lebih dari 120 anggota HIMKI yang merupakan pelaku industri mebel dan kerajinan dari berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk sejumlah eksportir nasional yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap ekspor furnitur Indonesia ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan berbagai negara lainnya.

HIMKI berharap kepengurusan baru DPD Jawa Timur dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat kolaborasi industri, meningkatkan nilai tambah produk nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Kisah Slamet, Eks Karyawan Mebel yang Banting Setir jadi Juragan Wingko Babat

“Mari kita tidak hanya membangun perusahaan yang kuat, tetapi membangun ekosistem industri yang kuat. Karena masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan kita menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan daya saing global secara berkelanjutan,” ucap Sobur.

Tag:  #himki #jawa #timur #berpeluang #jadi #pusat #industri #mebel #asean

KOMENTAR