Menpar Widiyanti Sebut Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Terdampak Situasi Timur Tengah
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kanan) saat hadir dalam Rapat Kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja Kementerian Pariwisata Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kerja Komisi VII, Senayan, Jakarta (3/6/2026).(Dok. Kementerian Pariwisata)
21:07
3 Juni 2026

Menpar Widiyanti Sebut Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Terdampak Situasi Timur Tengah

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terdampak situasi geopolitik di Timur Tengah, menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

"Mulai 28 Februari 2026, situasi geopolitik dunia mulai memanas, terutama kondisi di Timur Tengah. Hal ini tentunya menimbulkan banyak keraguan untuk sektor pariwisata," kata Widiyanti saat rapat kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026), dilansir dari Antara.

Apa dampak konflik Timur Tengah pada pariwisata Indonesia?

Kunjungan wisman Timur Tengah dilaporkan menurun

Menteri Widiyanti menyampaikan dampak konflik Timur Tengah terhadap kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk adanya penurunan.Dok. Kementerian Pariwisata Menteri Widiyanti menyampaikan dampak konflik Timur Tengah terhadap kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk adanya penurunan.

Widiyanti menuturkan, kunjungan wisman dari Timur Tengah ke Indonesia periode Januari 2026-April 2026 menurun 1,89 persen, serta periode Maret 2026-April 2026 menurun 20,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap paspor yang dipegang wisman, kunjungan wisman Timur Tengah ke Indonesia sebanyak 22.410 kunjungan. 

Angka tersebut turun drastis pada bulan Februari 2026 menjadi 6.241 kunjungan, lalu pada Maret 2026 tercatat 6.592 kunjugan.

Adapun kunjungan baru mulai meningkat lagi menjadi 18.312 kunjungan pada bulan April 2026.

Widiyanti menambahkan, penurunan ini tercermin dari data pembatalan layanan penerbangan yang terbang di atas wilayah tersebut.

"Hal ini tidak mengherankan karena telah terjadi 1.232 pembatalan penerbangan via Timur Tengah, yang terjadi sampai dengan 30 April 2026, yang berarti terdapat 127.376 potensi perjalanan tidak dapat terealisasi," tutur dia.

Penurunan terjadi pada kunjungan wisman Eropa

Menteri Widiyanti menyampaikan dampak konflik Timur Tengah terhadap kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk adanya penurunan.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menteri Widiyanti menyampaikan dampak konflik Timur Tengah terhadap kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk adanya penurunan.

Penurunan juga terjadi pada kunjungan wisman Eropa. Widiyanti menyampaikan, selama Januari 2026-April 2026, angka kunjungan wisman Eropa turun 6,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Menurut BPS, total kunjungan wisman Eropa ke Indonesia sebanyak 154.713 kunjungan pada Januari 2026.

Angka ini menjadi 157.874 kunjungan pada Februari 2026 dan 154.500 kunjungan pada Maret 2026. Puncaknya, kunjungan wisman Eropa mencapai 214.879 kunjungan pada bulan April 2026.

Kendati demikian, Indonesia masih termasuk tujuan utama bagi wisman negara lain. Angka kunjungan wisman dari Asia Tenggara justru meningkat sebesar 11,38 persen, sedangkan kunjungan wisman dari wilayah Asia yang lain juga naik hingga 15,27 persen.

Wilayah Oseania ikut tumbuh positif sebesar 6,84 persen. Terakhir, kunjungan dari benua Afrika naik sebesar 5,59 persen selama Januari sampai April 2026.

Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisman per kedatangan pada kuartal pertama tahun 2026 mengalami peningkatan 5,36 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Tidak hanya itu, rata-rata lama tinggal wisman juga meningkat sebesar 8,53 persen secara tahunan.

Merujuk data BPS, kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2026 mencapai 1,25 juta orang. Angka ini meningkat sebesar 14,75 persen dari Maret 2026.

Sepanjang Januari sampai April 2026, ada 4,68 juta kunjungan wisman ke Indonesia. Angka total ini naik 8,24 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Tag:  #menpar #widiyanti #sebut #kunjungan #turis #asing #indonesia #terdampak #situasi #timur #tengah

KOMENTAR