Kemhan: Pembelian Jet KF-21 Boramae dari Korsel Masih Tahap Penjajakan
- Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyebut rencana pembelian jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan masih dalam tahap penjajakan.
"Perlu kami sampaikan bahwa rencana terkait pesawat tempur KF-21 Boramae saat ini masih berada pada tahap penjajakan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan RI, Brigadir Rico Ricardo Sirait, kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Proyek Jet Tempur KF-21 Dibahas Lagi, RI Kirim Tim ke Korsel
Respons ini disampaikan Brigjen Rico menyusul isu pihak Korea Selatan siap mengirim 16 KF-21 Boramae sesuai dengan permintaan Indonesia.
Ia menuturkan, belum terdapat keputusan final mengenai jumlah maupun skema pengadaannya.
Adapun realisasi kontrak pengadaan akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran negara serta hasil kajian menyeluruh terhadap kebutuhan operasional TNI.
"Saat ini, kebutuhan anggaran masih dalam proses perhitungan dan evaluasi," ucap Rico.
Baca juga: Sempat Mandek, Indonesia dan Korsel Bahas Kelanjutan Proyek Jet Tempur KF-21
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengadaan alutsista, termasuk di matra udara, merupakan bagian dari rencana jangka panjang pembangunan kekuatan TNI yang telah dirancang secara bertahap dan berkelanjutan.
"Dalam pelaksanaannya, pemerintah memanfaatkan berbagai skema pembiayaan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan pertahanan, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal negara serta prioritas pembangunan nasional," jelas Rico.
Sekilas soal rencana Indonesia memiliki jet buatan Korsel
Telah beredar kabar, Korea Selatan akan mengirim 16 unit pesawat KF-21 Boramae.
Di sisi lain, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pekan ini tidak luput membahas isu pertahanan dalam pertemuan bilateral, termasuk kelanjutan proyek jet tempur KF-21 atau IF-X.
Baca juga: Bertemu Presiden Korsel, Prabowo Tegaskan Ingin Lanjutkan Proyek Jet Tempur KF-21
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Prabowo berkomitmen melanjutkan pembahasan proyek tersebut dengan mengirim tim teknis ke Korea Selatan.
“Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IF-X, dan Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun engineering,” ujar Airlangga dalam keterangannya dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (2/4/2026).
Kerja sama pengembangan jet tempur ini sudah berjalan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Proyek berlanjut pada masa Presiden Joko Widodo hingga pemerintahan saat ini.
Airlangga menyebut masih ada sejumlah isu teknis yang dibahas, termasuk spesifikasi.
Pemerintah juga membuka opsi skema pembayaran baru.
"Memang ada isu-isu teknis terkait spesifikasi dan yang lain, tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana,” lanjutnya.
Tag: #kemhan #pembelian #boramae #dari #korsel #masih #tahap #penjajakan