RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Tekankan Penurunan Eskalasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta, Sabtu (19/3/2026).(KOMPAS.com/Rahel)
20:14
8 April 2026

RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Tekankan Penurunan Eskalasi

- Indonesia menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Kalau kami berpendapat, kita menyambut baik ya semua upaya untuk terjadinya penurunan eskalasi ketegangan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Keputusan ini dianggap baik untuk masyarakat dunia yang selama ini terkena dampaknya.

Ia tidak memungkiri, konflik antara kedua negara memberikan dampak ikutan pada semua negara, tidak terkecuali Indonesia.

Baca juga: Prabowo: Satu Selat Hormuz Menentukan Harga Minyak

Salah satu dampak yang terlihat adalah kenaikan harga minyak dunia akibat pembatasan akses Selat Hormuz.

"Karena bagaimanapun juga tadi berkali-kali sudah kita rasakan bersama bahwa apa yang terjadi di belahan dunia yang lain juga akan memengaruhi kehidupan kita, di negara kita," ucap dia.

Oleh karenanya, ia menyambut baik berbagai upaya tersebut.

"Jadi, kita menyambut baik semua upaya dan kita pun, Pak Presiden pun, melakukan terus upaya-upaya untuk meyakinkan pihak-pihak untuk menurunkan eskalasi ketegangan," ujar Prasetyo.

Baca juga: Cerita Prabowo Lihat Dirinya Bisa Pidato Bahasa Mandarin dan Arab di Video AI

Sebelumnya diberitakan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), dewan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.

"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Baca juga: Sering ke Luar Negeri, Prabowo: Untuk Amankan Minyak, Gue Harus ke Mana-mana!

Adapun keputusan gencatan senjata ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/4/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Tag:  #sambut #baik #gencatan #senjata #iran #tekankan #penurunan #eskalasi

KOMENTAR