Sejarah Berdirinya Nasdem, yang Kini Diisukan Merger dengan Gerindra
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Kongres II Partai NasDem yang digelar 8-11 November itu mengusung tema Restorasi Untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
09:46
16 April 2026

Sejarah Berdirinya Nasdem, yang Kini Diisukan Merger dengan Gerindra

- Isu merger dengan Partai Gerindra tengah menerpa Partai Nasdem yang didirikan oleh Surya Paloh.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Saan Mustopa pun sudah buka suara mengenai isu merger dengan Partai Gerindra itu.

Kemunculan isu merger dengan Partai Gerindra dipandang Saan sebagai hal yang biasa dalam dinamika politik.

"Sekali lagi sebagai sebuah ide atau wacana, gagasan itu hal yang biasa saja,” ujar Saan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: Politikus NasDem Nilai Isu Merger Partainya dan Gerindra Cacat Logika

Dalam terminologi politik, kata Saan, penggabungan partai lebih tepat disebut sebagai fusi, bukan merger atau akuisisi.

Wakil Ketua DPR itu sendiri mengaku baru mengetahui isu merger tersebut setelah ramai dibicarakan.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa mewujudkan fusi partai politik merupakan hal yang sulit karena harus mempertimbangkan banyak aspek.

"Ketika mau diwujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan. Terkait ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai," jelas Saan.

Baca juga: NasDem Buka Suara soal Isu Merger dengan Gerindra: Sebagai Wacana, Itu Hal Biasa

Ia juga memastikan, hingga saat ini belum ada pembahasan khusus di internal Partai Nasdem terkait wacana fusi dengan Partai Gerindra.

"Belum ada pembicaraan secara lebih mendalam. Kita sekarang fokus konsolidasi internal partai, membangun struktur sampai ke daerah," ujar Saan.

Nasdem sendiri bisa dikatakan sebagai partai baru di dunia perpolitikan Indonesia. Mereka baru terdaftar sebagai peserta pemilihan umum (pemilu) pada 2014.

Sebelum menjadi partai politik, Nasdem merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengusung slogan "Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia".

Baca juga: Waketum Nasdem Sebut Belum Ada Wacana Fusi Nasdem dengan Gerindra

Lantas, seperti apa sejarah Partai Nasdem sebelum diterpa isu merger dengan Partai Gerindra? Berikut rangkumannya dari Kompas.com:

Berawal dari Ormas

Pembentukan Partai Nasdem berawal dari langkah Surya Paloh yang memutuskan keluar dari Partai Golkar.

Lalu pada 1 Februari 2011, ia mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Mengutip laman resmi Partai Nasdem, ormas tersebut kemudian bertransformasi menjadi partai politik dengan mengusung slogan "Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia".

Baca juga: Guyonan di Ruang DPR Saat Kader Nasdem dan Gerindra Sahut Menyahut: Dari Gondangdia ke Kertanegara

Logo Partai Nasdemgoogle Logo Partai Nasdem

Status Partai Nasdem sebagai badan hukum resmi diperoleh setelah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada 11 November 2011.

Tanggal tersebut sekaligus ditetapkan sebagai hari berdirinya partai yang identik dengan warna biru tua itu.

Slogan “Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia” mencerminkan komitmen Partai Nasdem untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi pemerintahan agar sejalan dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui empat agenda utama, yakni memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, serta mencerahkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Canda Anggota DPR: NasDem Mau Merger dengan Gerindra?

Pertama Kali Ikut Pemilu

Tonggak penting perjalanan Partai Nasdem terjadi pada Kongres I yang digelar pada 25–26 Januari 2013.

Dalam forum tertinggi Partai Nasdem, peserta kongres secara aklamasi menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum untuk periode 2013–2018.

Pada tahun yang sama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui SK Nomor 05/Kpts/KPU/2013 menetapkan Partai Nasdem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi administrasi dan faktual untuk mengikuti Pemilu 2014.

Sejak itu, Partai NasDem tercatat telah mengikuti tiga kali pemilu, yakni pada 2014, 2019, dan 2024, dengan perolehan suara yang menunjukkan tren peningkatan.

Baca juga: Deretan Eks Kader Partai yang Kini Gabung PSI, Terbanyak dari Nasdem

Perkembangan tersebut memperkuat posisi Partai NasDem sebagai salah satu kekuatan politik yang kian diperhitungkan dalam peta politik nasional.

Berikut jumlah kursi Partai Nasdem di DPR pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024:

  • Pemilu 2014: 36 kursi
  • Pemilu 2019: 59 kursi
  • Pemilu 2024: 69 kursi

Baca juga: Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Nasdem Tamanuri Meninggal Dunia

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat Apel Siaga Baret di Parkir Timur Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Apel Siaga Baret tersebut digelar menjelang kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.ANTARA FOTO/Galih Pradipta Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan saat Apel Siaga Baret di Parkir Timur Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Apel Siaga Baret tersebut digelar menjelang kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.

Adapun terkait pemilihan presiden (Pilpres), Partai Nasdem mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada dua periode kontestasi, yakni pada 2014 dan 2019.

Pada Pilpres 2024, Partai Nasdem membentuk Koalisi Perubahan bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Anies Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar.

Tag:  #sejarah #berdirinya #nasdem #yang #kini #diisukan #merger #dengan #gerindra

KOMENTAR