Pemadaman di Sejumlah Wilayah Jakarta, Anggota DPR: Istana Ikut Terdampak
- Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Abdul Hakim Bafagih menyoroti keandalan listrik PLN imbas insiden pemadaman listrik yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).
Hakim berpendapat, kejadian ini bukan sekadar gangguan teknis semata, melainkan mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam pada sistem kelistrikan nasional.
Dia menegaskan bahwa kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak yang bertanggung jawab atas layanan kelistrikan di ibu kota.
"Saya mendapat informasi dari rekan-rekan yang bekerja di lingkungan Istana bahwa Istana Negara juga ikut terdampak atas kejadian siang ini. Ini tentu menjadi perhatian serius," ujar Hakim dalam keterangannya, Kamis.
Baca juga: 13 Gardu Induk di Jakarta Sempat Alami Gangguan Pasokan Listrik, PLN Minta Maaf
Hakim menilai, pola pemadaman yang terjadi belakangan ini tidak bisa lagi disebut sebagai peristiwa kebetulan.
Dia lantas mengaitkan insiden hari ini dengan kejadian serupa yang terjadi pada awal April lalu, dan menyimpulkan bahwa ada indikasi sistemik yang perlu segera ditangani oleh PT PLN.
Hakim mengatakan, kejadian berulang semacam ini memunculkan pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara terbuka oleh pihak PLN kepada publik dan legislator.
"Pemadaman listrik yang terjadi hari ini, serta kejadian serupa di awal April lalu, menunjukkan adanya pola yang tidak bisa dianggap insidental. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keandalan sistem kelistrikan di ibu kota," tuturnya.
Baca juga: Sempat Padam, PLN Pastikan Listrik di Jakarta Kembali Normal
Lalu, Hakim mengkritik cara PLN dalam menyampaikan penjelasan kepada publik.
Dia menilai, penggunaan terminologi yang terlalu umum seperti 'gangguan suplai' dianggap tidak memenuhi standar transparansi yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan pelat merah.
"PLN perlu membuka secara rinci di mana titik gangguan terjadi, apakah di pembangkit, transmisi, atau distribusi," desak Hakim.
Hakim menjelaskan, buka-bukaan PLN dinilai penting agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memahami akar permasalahan yang sesungguhnya.
Apalagi, transparansi teknis juga menjadi kunci agar langkah perbaikan yang diambil benar-benar menyasar inti masalah, dan tidak hanya bersifat tambal sulam sementara.
Selanjutnya, mengenai terdampaknya kawasan Istana Negara, juga menjadi sorotan tersendiri.
Hakim menilai kondisi ini menunjukkan bahwa objek-objek vital nasional belum mendapatkan lapisan perlindungan kelistrikan yang benar-benar andal dan terstandarisasi dengan baik.
"Fakta bahwa gangguan listrik dapat menjangkau hingga kawasan Istana Negara menunjukkan bahwa sistem kelistrikan kita belum memiliki lapisan pengamanan yang memadai. Ini tidak bisa dianggap sepele," jelas Hakim.
Baca juga: Jakarta Akan Padamkan Listrik 1 Jam pada 25 April 2026, Peringati Hari Bumi
Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan nasional, Jakarta dinilai membutuhkan infrastruktur kelistrikan yang dirancang jauh melampaui standar kota-kota biasa.
Sistem harus mampu mengantisipasi gangguan sebelum terjadi, bukan hanya bergerak reaktif setelah pemadaman sudah menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.
"Cadangan daya, sistem backup, serta manajemen beban harus dirancang untuk mengantisipasi gangguan, bukan sekadar merespons setelah kejadian," ucap Hakim.
Sementara itu, Hakim menyebut PLN akan diminta menyampaikan laporan teknis lengkap, membuka data gangguan secara transparan kepada publik, serta menyusun peta jalan atau roadmap penguatan sistem kelistrikan Jakarta secara komprehensif dan terukur kepada Komisi VI DPR.
Hakim menekankan bahwa persoalan listrik bukan semata urusan teknis, melainkan menyentuh dimensi kepercayaan publik dan stabilitas nasional secara keseluruhan.
"Gangguan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi serta pemerintahan. PLN harus memastikan kejadian seperti ini tidak menjadi pola baru di Jakarta," imbuh dia.
Penjelasan PLN
PT PLN (Persero) melalui PLN UID Jakarta Raya buka suara terkait kondisi padam listrik yang sempat terjadi di beberapa wilayah Jakarta pada hari ini, Kamis (23/4/2026).
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika mengatakan, terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak pada kelistrikan beberapa wilayah Jakarta.
"Terjadi gangguan suplai listrik yang berdampak di beberapa wilayah Jakarta. PLN fokus lakukan upaya penormalan," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2026).
Adapun padam listrik dirasakan sekitar pukul 11.00 WIB.
Kini, kelistrikan disebut sudah kembali pulih 100 persen.
Tag: #pemadaman #sejumlah #wilayah #jakarta #anggota #istana #ikut #terdampak