Dugaan Kebocoran Data Game dan Momentum Evaluasi Verifikasi IGRS Komdigi
(Ilustrasi) Dugaan kebocoran pada sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) turut mendapat perhatian dari pelaku industri.(GENERATED BY GEMINI AI)
09:20
18 April 2026

Dugaan Kebocoran Data Game dan Momentum Evaluasi Verifikasi IGRS Komdigi

- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI kini menghentikan sementara seluruh proses verifikasi Indonesia Game Rating System (IGRS) menyusul adanya dugaan kebocoran materi gim yang belum dirilis.

Muncul laporan beredarnya cuplikan gameplay dari sejumlah gim besar, termasuk 007: First Light serta Echoes of Aincrad milik Bandai Namco.

Insiden kebocoran tersebut diduga berasal dari celah keamanan dalam sistem IGRS, sehingga materi privat yang seharusnya hanya digunakan untuk proses klasifikasi dapat diakses publik.

Kejadian ini menjadi momentum evaluasi bagi Komdigi untuk memperbaiki proses verifikasi IGRS.

Baca juga: Komdigi Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Kebocoran IGRS

Bentuk tim khusus investigasi

Akhirnya, Komdigi bersama menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turun tangan membentuk tim khusus untuk menginvestigasi proses verifikasi IGRS.

“Kami sudah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi masalah ini secara menyeluruh,” ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, saat ditemui di kawasan Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sonny menjelaskan, tim khusus investigasi tersebut akan menelusuri berbagai aspek, mulai dari sistem, proses, hingga tata kelola.

“Agar kita mendapatkan temuan yang benar-benar objektif dan komprehensif. Selama proses ini berjalan, kami juga menerima banyak masukan,” katanya.

Terkait durasi investigasi, Sonny mengaku belum dapat memastikan karena proses ini akan berjalan bertahap dengan melibatkan beberapa tim.

Baca juga: Industri Game Buka Suara soal Dugaan Kebocoran IGRS Komdigi

“Ada tiga tim yang bekerja, baik internal maupun eksternal. Jadi untuk timeline belum bisa kami sampaikan. Namun, hasilnya akan kami update secara rutin,” ujarnya.

Hentikan sementara IGRS

Sonny menuturkan, hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk perbaikan sistem, termasuk rekomendasi dan strategi implementasi ke depan.

Di tengah proses investigasi yang sedang dilakukan, Komdigi menghentikan sementara verifikasi IGRS.

Penundaan sistem rating juga masih menunggu hasil investigasi.

Namun, tidak ada pemblokiran layanan dalam kasus ini.

“Tidak ada yang diblokir. Mekanisme pemblokiran itu berbeda. Ini yang perlu kami tekankan,” ucap Sonny.

Baca juga: Verifikasi IGRS Disetop Sementara Buntut Kebocoran Data Game

Momentum perbaikan sistem

Asosiasi Game Indonesia (AGI) menilai insiden dugaan kebocoran IGRS ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan industri.

Presiden AGI, Shafiq Husein, mengatakan pihaknya membuka ruang komunikasi lebih luas imbas mencuatnya dugaan kebocoran dalam sistem IGRS.

"Kami jadi membuka pintu komunikasi juga supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik dan memastikan bahwa regulasi yang dibuat ini juga berpihak terhadap para pelaku industri game Indonesia,” ujar Shafiq, saat di Ganara Art FX Sudirman Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

Syafiq menambahkan, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat saat ini tengah dibenahi secara bertahap bersama para pelaku industri.

“Untuk masalah yang sudah ada di masyarakat sekarang itu juga tentunya kita lagi benerin pelan-pelan dengan para pelaku industri,” lanjutnya.

Ia berharap, keberadaan IGRS tidak menjadi penghambat pertumbuhan industri game nasional, melainkan justru mendorong kemajuan ekosistem.

Baca juga: Heboh Rating Game IGRS di Steam Berujung Investigasi Komdigi

Senada dengan Syafiq, CEO Gamecom Team, Reza Febri Nanda, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam menyikapi persoalan ini.

Ia menyebut, komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar sistem IGRS ke depan dapat berjalan optimal tanpa merugikan pelaku industri.

“Dengan adanya kejadian ini, kita membuka komunikasi supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik dan memastikan regulasi yang dibuat berpihak pada industri game Indonesia,” ujar Reza.

Para industri game berharap, evaluasi terhadap IGRS tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap iklim industri game nasional.

Tag:  #dugaan #kebocoran #data #game #momentum #evaluasi #verifikasi #igrs #komdigi

KOMENTAR